Catatan Domba Betina: Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (6)

Kamis, 01 Maret 2018

Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (6)

Aku kira komunikasi atau kedekatanku dengan kamu berakhir seiring selesainya open trip ke Gunung Pangrango, ternyata dugaanku salah. Kita (maaf aku menyebut aku dan kamu sebagai kita) masih tetap bertukar kabar melalui chat, walau kita tidak bertemu tapi kita bertemu di chat setiap hari tanpa terputus. Apa saja dibicarakan musik, acara tv atau pertanyaan mendasar seperti "sedang apa","sudah pulang?". Kamu memang suka lama dalam membalas chat, mungkin karena kamu memang sibuk bekerja, tapi selama apapun kamu dipastikan membalas. Setelah tahu kebiasaan kamu yang lama membalas saat sedang bekerja, aku pun mengerjakan hal lain tidak melulu menunggu. Toh, kamu saat senggang atau tidak sibuk membalas pesanku dengan cepat.

Karena kelancaram komunikasi kita, maka perhatian-perhatian kecil sudah mulai agak sering dilontarkan. Dan kamu sudah masuk tahap menggodaku dengan memanggil 'sayang', walau aku tahu itu hanya bercanda tapi aku cukup senang membacanya namun aku belum begitu yakin makanya aku menanggapinya biasa saja. Sampai suatu hari kamu mengirimiku pesan bertanya tentang laki-laki yang sedang dekat denganku. Aku memang sedang dekat dengan laki-laki lain tapi hatiku justru tergerak kepadamu.
"Kenapa emang?" tanyaku saat kamu bertanya tentang laki-laki lain
"Ya gapapa sih, kepo namanya kepengen tahu. Kalau gue tau kan, gue bisa berhenti berharap sama lu." Balasmu ditambahi dengan emoticon sedih. 

Aku kira kamu akan menjauh karena aku menanggapinya biasa saja waktu itu tapi ternyata tidak. Januari, Februari, Maret kita masih terus bertukar kabar. Aku mulai menggunakan hati, aku mulai memberi perhatian. Kamu sering mengirimiku foto di mana kamu berada, foto makanan yang kamu makan, foto apapun. Seolah-olah aku harus turut merasakan walau hanya melalui foto. Salah satu contohnya saat kamu menghadiri undangan pernikahan temanmu, kamu mengirimi aku foto dengan caption "Cowok semua kan?" padahal saat itu aku tidak bertanya, aku tidak mencurigainya pergi bersama wanita.
Perempua mana yang tidak terbawa perasaannya saat ada laki-laki yang begitu detail memberi kabar. Apakah teman seperti itu?

7 Maret 2016 salah satu anggota komunitas PA menikah, pada tanggal ini juga kita bertemu kembali setelah 4 bulan tidak bertemu hanya didekatkan oleh chat. Aku telat datang siang itu dan aku sempat diledek oleh teman-teman karena itu kali pertama mereka melihat aku menggunakan make-up. Kamu tersenyum melihatku, aku malah berfikir 'apa aneh aku berdandan seperti ini?'.
"Diantar siapa?" kamu bertanya
"Diantar Mama tadi." aku menjawab sambil menunduk, kelemahanku adalah tidak bisa mengatur degup jantungku sendiri ketika berhadapan denganmu..
Hari itu kamu beberapa kali mengambil gambarku dengan ponselmu atau dengan ponselku. Disadari atau tidak kita lebih asik berdua, ngobrol ataupun bercanda.

Sudah 4 bulan kita dekat, sudah 4 bulan kita saling berbagi cerita, setelah 4 bulan kita bertemu kembali. Setelah 4 bulan pula begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu, namun belum pernah sampai ke telingaku hanya sampai diujung bibirku. Tertahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar