Benar saja moment wisudamu kemarin membuat aku baper sampai saat ini. Sudah dua hari berlalu namun aku masih dibuat senyum, aku masih merasa bahagia. Berkali aku melihat foto-foto kita berdua saat wisuda kemarin itu, dengan noraknya aku pun memposting foto-foto kita berdua ke semua aku media sosialku, aku ingin mereka tahu bahwa aku bahagia dan begitu banyak orang yang beranggapan bahwa aku dan kamu sedang menjalin hubungan. Namun kebahagiaanku tidak bersambut, kamu tidak memposting sama sekali foto kita berdua di akun sosial mediamu, kamu hanya mengirim foto kita berdua di grup pecinta alam. Kamu justru memposting foto-foto dengan teman-temanmu, kamu mengganti foto profil dengan teman-teman perempuanmu, tak sekalipun aku nampak di akun media sosialmu. Di saat itulah aku merasa postinga foto-foto berdua yang aku unggah ke semua akun media sosial ku itu berlebihan.
"Dia aja gak update, gue semangat banget update sana-sini." pikirku begitu. Karena pikiran itu aku hapus postingan-postingan foto kita berdua di akun sosial mediaku. Ingat saja pernyataan dia beberapa waktu lalu "Just friend, oke?"
Hari ini juga kamu memberi kabar bahwa kamu akan berlibur katamu tunggu saja fotonya nanti. Kamu tidak memberi tahu dengan detail kemana dan dengan siapa? Ah, aku ini berhak apa untuk mengetahui semuanya. Namun aku juga dirundung rasa penasaran.
Sejak kamu memberi tahuku tentang liburan itu, pesanku hanya menggantung tanpa balasan. Genap satu minggu kita tak bertukar kabar sama sekali. Jika ada yang mengatakan bahwa seorang yang jatuh cinta itu adalah peneliti yang mahir itu benar adanya. Rasa penasaran itu terjawab, dugaanku benar aku tahu dari sosial media kalau kamu benar berlibur dengan seorang perempuan. Dari sosial media juga aku tahu nama wanita itu, aku tahu wanita itu lulusan universitas mana, aku tahu hobi wanita itu, aku tahu. Kalian berlibur ke kepulauan seribu. Aku tahu kamu menyukai wanita itu, aku tahu dengan jelas dari setiap psotinganmu. Dari sosial media juga aku tahu perempuan itu sudah memiliki kekasih, tapi aku tidak tahu sudah sejauh mana hubungan perempuan itu dengan kekasihnya dan sejauh mana hubungan kalian berdua.
Seminggu itu aku tak mengatakan apa-apa, aku hanya simpan semua sendiri, aku tak berniat untuk bertanya kepadamu. Seminggu tak berkabar membuat aku rindu kamu. Aku seperti kehilangan sesuatu dalam diriku, aku rindu bertukar kabar denganmu. Ingin aku memulai lebih dahulu dengan mengirimimu pesan, namun aku takut pesannku tak dibalas hanya dibaca seperti seminggu lalu. Aku terlalu pengecut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar