Catatan Domba Betina: Maret 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Ku lihat indah garis senyummu dan matamu memandangku namun ku dapati bayangan lain mengekor dibelakangmu...

@eishafitri
Kalau bukan kamu lalu siapa?? Banyak pertanyaan berperang dalam hatiku tanpa ada jawaban..

@eishafitri
Ku raih ponselku seperti biasa ketika mata ini terbuka menyambut pagi namun tak ku temui pesan teks darimu... Harusnya aku mulai terbiasa..

@eishafitri
Ku terbangun dari tidurku mencari seseorang yang biasa mengisi sepertiga malamku..

@eishafitri
Ku ingat pertemuan aku dan kamu dulu dimana ujung mata kita saling bertemu tanpa ada kata terucap... Begitu pasif.

@eishafitri
Bagaimana mungkin desiran yang ku rasa harus ku ubah ritme-nya atau malah harus ku hilangkan??

@eishafitri
Jalani apa yang terbaik untuk dirimu dan tinggalkan apa yg menurutmu buruk.. Jalani sesuai aturan Tuhan...

@eishafitri
hidup itu selalu tentang memilih.. memilih diantara dua atau memilih dibanyak pilihan..

@eishafitri
Dia bisa bawa lo terbang tinggi dengan sayapnya tapi dia bisa menghempaskan lo kapanpun Ia mau... Beware!!

@eishafitri
Velin : "gimana kamu sama ka Diandra??"
Bara : "udah putus aku vel.."
Velin : "loh?? kok cepet banget?"
Bara : "iya, aku gak cocok sama dia.."
Velin : "mau sampai kapan kamu lari-larian terus kaya gini Bar?"
Bara : "...."
Velin : "dulu pas kita pacaran aku dibilang egois, kayanya kamu deh yg egois.."
Bara : "..."
Velin : "kamu mau aku jadi yg sempurna dan aku gak bisa, terus kamu malah pergi sama ka Diandra dan ternyata dia juga gak bisa sempurna seperti yang kamu minta kan?"
Bara : "....."
Velin : "cewek sempurna itu cuma ada di novel teenlit yg pernah aku baca, di dunia nyata gak ada yg kaya gitu.."
Bara : "maafin aku Vel, aku tau aku salah..."
Velin : "jelas kamu salah Bar, kamu duain aku Bar..."
Bara : "aku mau kita coba lagi Vel..."
Velin : "maaf Bar tapi aku sudah sama yang lain :).."
velin : "kamu inget gak ini tempat kita jadian dulu??"
Bara : "iya aku inget kok.."
Velin : "kamu bener jadian sama ka Die?"
Bara : "....."
Velin : "jawab Bar.."
Bara : "iya Vel.."
Velin : "Sekarang aku mau minta putus sama kamu, aku udah berusaha berubah demi kamu tapi kamu malah pergi sama ka Diandra. Aku ingin bertahan, tapi kamu inginnya terlepas."
Bara : "udah dong Vel jangan nangis, aku gak suka liat kamu nangis.."
Velin : "omongan kamu tuh kaya nasi yang udah didiemin 2 hari tau gak?? BASI!!!"

kutipan

Velin : "Ka die tau kan kalo Bara itu pacar aku??"
Die : "gak usah ingetin gue deh! lo itu bukan alarm handphone gue!"
Velin : "kaka bisa gak jauhin Bara??"
Die : "Lo bisa gak putusin dia?!"
Velin : "tapi Bara sayang kak sama aku.."
Die : "Bara juga sayang kok sama gue.."

Seperti Ini Caramu Mengingatku

Aku sering berkata kepadamu ketika pagi
"matahari terbit itu  selalu membuatku semangat setiap paginya.."
Ketika siang aku berkata padamu
"awan cumulus itu indah sekali. aku suka menatapnya lekat-lekat.."

Langitku terkadang basah
Hujan mendamaikanku serta menyembunyikan sedihku
tak lama pelangi datang, aku berkata padamu
"kesedihan akan berganti kebahagiaan"

Senja mulai menguning mewarnai langit
aku sering berkata  padamu
"aku suka senja, aku suka lembayung, aku suka ketika matahari pulang.."

Hingga malam merubah warna langit menjadi hitam pekat
aku sering berkata padamu
"aku suka malam, aku suka bintang, aku suka bulan."

Saat ini kamu jauh..
Jika kamu rindu aku ingatlah semua perkataanku dan tataplah langit itu
dimana sejak pagi hingga malam aku disana
aku sang penyuka langit :')


by: Eis Safitri Mustika

Laki-laki ku :)


Aku memiliki seorang kekasih, Ia sudah menemaniku kurang lebih 1 tahun. Bagiku Ia lelaki yang sempurna, Ia sangat dewasa, setia, bertangung jawab dan sangat menghormatiku sebagai wanita.
Aku bekerja sebagai kepala bagian di salah satu perusahaan benefit di wilayah Bandung, hobi ku adalah menulis dan menjadi penulis adalah pekerjaan sampinganku. Aku suka menulis untuk novel atau hanya sekedar menuangkannya di blog.
Kekasihku adalah seorang manager keuangan di perusahaan besar di kota yang sama Bandung, Ia mempunyai hobi melukis namun menjadi pelukis bukan pekerjaan sampingannya beda dengan diriku. Ia sangat-sangat mencintaiku, ia kerap kali memberikan kejutan-kejutan romantis yang diidamkan para wanita lainnya. Kejutan paling romantis yang Ia berikan adalah pada saat hari ulang tahunku yang ke-24, Ia memberikanku kejutan diluar dugaanku ia membuka sebuah taman bacaan untuk anak-anak untuk diriku, itu salah satu mimpiku membuka taman bacaan dan kini ia wujudkan di hari bahagiaku. Aku memeluknya erat...

Aku begitu menyayanginya ia menghormati pekerjaanku, menghormati imajinasi-imajinasiku dan ia sangat menghormatiku sebagai wanita. Aku sangat menjaga budaya ketimuranku dan ia sangat menghargai itu. Ia tak berani menyentuhku sampai ke luar batas, Ia juga tak pernah meminta melakukan suatu hubungan yang seharusnya dilakukan setelah pernikahan terjadi. Karena itulah aku sangat menyayanginya dan berusaha menjaga cintanya, begitupun dia.

Hingga suatu malam tak pernah ku duga ia memelukku dari belakang, mencium keningku perlahan hingga ia kecup lembut bibirku, ia menanggalkan pakaianku dan setelahnya tak ku sadar apa yang telah terjadi. Yang aku rasakan hanya hembusan nafasnya yang begitu dekat dan aroma tubuhnya yang khas. Hingga pagi datang pancaran sinar mentari masuk ke kamar melalui celah-celah jendela, aku berusaha membuka mataku perlahan dan betapa terkejutnya aku ketika ku dapati kekasihku berada disampingku saat aku membuka mata di pagi hari, ia mengusap kepalaku dengan lembutnya. “apa aku telah merusak prinsip ketimuranku?” pikirku. Namun ternyata aku salah aku dan kekasihku telah meresmikan hubungan melalui ikatan resmi yaitu pernikahan tepat dihari anniversary kami. Inilah pagi pertama ku bersamanya membuka mata dan ia menyapaku dengan memberikan satu tangkai mawar putih “selamat pagi sayang...” katanya sambil mengecup keningku dengan tulusnya. Aku harap ini menjadi selamanya hingga aku tak mampu lagi membuka mata....


by. @eishafitri

Minggu, 24 Maret 2013

Jangan mengecewakan seseorang di awal
karena mengembalikan kepercayaan orang itu sulit

@eishafitri
belum bisa memiliki tapi sudah takut kehilangan..
Apa jatuh cinta seperti itu??

@eishafitri
the first time you touched my hands and you looked me so deep
you know what?? my heart beats so fast :)

@eishafitri
Lidah ini seketika bertulang saat aku harus berbicara denganmu
Semua kata membeku saat berhadapan denganmu

@eishafitri
Aku hanya bisa menikmati keindahan parasmu tanpa mengetahui perasaanmu
Andai kamu sama denganku
Andai kasta bukan menjadi penghalang

@eishafitri
Aku ingin memiliki banyak perbedaan denganmu agar obrolan kita tak berhenti di malam ini..
Kita boleh beda pendapat tapi kita tak boleh beda prinsip

@eishafitri
Pacaran kan mencari suatu kebahagiaan, kalau lebih banyak nangisnya ketimbang bahagianya gimana??
Ya cari yang lain aja yang bisa buat bahagia...
Susah senang saat pacaran itu bukan satu pihak aja yang nangis, bukan satu pihak aja yang berjuang tapi dua-duanya..

@eishafitri
Selamat Pagi untuk kamu yang tak pernah tau kalau aku memperhatikanmu diam-diam :')

@eishafitri
Matahari masih megumpat malu..
sama seperti isi hati ini masih saja mengumpat sulit diungkapkan..
Selamat Pagi kamu :')
Jatuh cinta akan membuatmu terlihat bodoh di depan orang yang kamu suka
Omongan lo jadi gak fokus
Tingkah lo tiba-tiba aneh
Detak jantung lo gak beraturan
Senyum-senyum sendiri dan apapun itu akan terlihat bodoh

@eishafitri

just saying -eishafitri-

* Kalau tak ada masa lalu aku tak akan kuat seperti sekarang..
* Berharap ada pelangi setelah hujan.. berharap ada kamu disampingku menyudahi kesendirianku ini
* Wanita hal sekecil apapun akan selalu diingat, hal sepele pun akan dianggap penting!
* Kesempatan memang datang dua kali, namun kesempatan kedua tak akan indah seperti kesempatan pertama
* Seperti tembakan polisi yang suka salah sasaran. Ini kasih sinyal ke siapa yang ngerasa siapa
* Kasihan kebebasan mereka untuk menambah teman terbatas karena kegoisan salah satu pihak
* Kalau kita ikhlas pasti digantiinya yang lebih baik, tapi sayangnya buat belajar ikhlas itu sulit banget!
* Ada dimana saat orang hanya ingin didengarkan tanpa diberi masukan
* Gue single, lo single.. Yaudah tunggu apa lagi sih??
* Belajar mengabaikan sesuatu yang gak penting
* Jangan menyusahkan diri dengan memikirkan orang yang gak mikirin kita sama sekali
* Biarkan mereka membencimu tapi jangan kau balas membencinya
* Gak mau jatuh dilubang yang sama dengan orang yang sama

from my account @eishafitri
Aku butuh diingatkan ketika aku salah
Aku butuh dituntun ketika jalanku sudah tak dijalurnya
Akal sehatku masih begitu baik
Aku masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah seperti sekarang ini
Namun aku butuh disadarkan
Aku butuh seorang yang bisa menariku keluar dari kegelapan ini
Aku malu dengan Tuhanku
Aku malu dengan sahabatku sendiri dan
Aku malu dengan diriku sendiri...
Tolong!

Perih yang Ku Lihat Kini


Kembali ke tempat ini...
Menikmati tiap langkah kaki menyusuri jalan kita dulu
Mataku berkelakar melihat sudut-sudut ruangan dimana kenangan dulu kita ciptakan
Perih yang ku lihat kini..
Seharusnya saat itu tak pernah terjadi...

            Aku suka caramu mengulurkan tanganmu
            Merengkuh jemariku dengan lembut dan menggenggamnya erat
            Sesekali kau dekatkan genggaman tangan kita dekat dengan hatimu
            Perih yang ku lihat kini...
            Yang tersisa hanyalah sidik jarimu diruas-ruas jemariku

Aku suka caramu menghapus air mataku
Kau kecup kedua mataku, mengusapnya dengan lembutnya jemarimu seraya tersenyum
Senyumanmu itu menyejukan hatiku
Membuat segala kekhawatiran sirna seketika
Namun perih yang ku lihat kini..
Tak ada lagi yg menyeka air mataku
ketika air mata ini mulai mengalir deras dari sudut indah mataku
           
            Aku suka caramu memelukku
            Kau sering berbisik ditelingaku “aku takut kehilanganmu”
            Jawabku akan selalu sama sepertimu “aku juga takut kehilanganmu”
            Tapi perih yang ku lihat kini...
            Saat ku biarkan diri ini dingin tak ada yang memelukku erat seperti kamu

Keraguan sering datang menghampiri
Kemanakah kita akan melangkah nanti??
Kita hanya duduk terdiam, tak pernah ada emosi..
Kita saling takut kehilangan tapi tak ada tindakan pasti
Dalam diam itulah kita saling merengkuh dalam do’a
“Semoga Tuhan selalu mempersatukan kita...”
Dan kita menunggu tangan Tuhan bekerja
Amiiinn......

Oleh : Eis Shafitri Mustika

Sabtu, 23 Maret 2013

Tak semua yang aku tulis bahgia itu mengartikan bahwa aku bahagia ataupun sebaliknya tak semua yang aku tulis sedih itu artinya aku sedih... Cerita ini hanya imanjinasiku... Aku mencoba menulis apa yang aku bisa :) don't judge me what i wrote ... thank youuu selamat membaca...

when you already know how it ends...


Pagi ini aku terbangun dengan mata sembab, mungkin akibat menangis semalam. Ku raih ponselku dengan segera. Ada pesan masuk.. Aku dengan sigap membuka dan membacanya ternyata dari Bayu. Isinya tak begitu beda dari apa yang aku tulis pesan teks untuknya. Aku menghela nafas panjang.
Hari ini tak banyak aktivitas yang aku lakukan, aku hanya mengurung diri di kamar. Aku dengan sekuat tenaga tak ingin menghubungi Bayu hari ini. Sebisa mungkin aku tahan, selama mungkin aku tak ingin menghubungi Bayu.
Matahari mulai merangkak naik aku masih saja berada di atas kasur. Kasur terasa lebih indah saat ini. Membenamkan wajah di bantal, mendengarkan lagu-lagu patah hati, sesekali ku tatap layar ponselku. Sepi...
“bagaimana mungkin desrian yang aku rasa selama ini harus aku ubah ritmenya atau bahkan aku hilangkan??”
Tak berapa lama Bayu mengirimi aku pesan teks, isinya menanyakan pertanyaan-pertanyaan standar. Aku hanya membacanya tak ku balas pesannya, tanganku gatal ingin membalas namun ku tahan. Menjelang malam aku mulai tak kuat dengan cobaan seharian ini, aku rindu Bayu. Akhirnya aku membalas pesan Bayu yang semenjak tadi siang aku abaikan, Bayu ternyata sudah hampir down karena pesannya tak ku balas. Yap lagi, hubungan aku dan Bayu membaik lagi. “aku terlalu naif untuk mengabikanmu. I’m stuck on you..”
Ada sebuah kutipan yang pernah aku baca dari salah satu akun cukup terkenal di jejaring sosial “it’s like reading a book over and over again when you already know how it ends.” Yap dari sebuah kutipan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aku dan Bayu menjalani kembali hubungan kami meskipun kita tahu akhirnya akan seperti apa. Like a fool!
                                                                        ***
Hari-hari penuh cinta kembali mendera diriku. Hingga saat dimana Bayu datang ke rumahku dengan membawa setangkai mawar putih. He is so romantic person. Ia menepati janjinya. Aku langsung memeluk Bayu erat mengucapkan beribu terima kasih padanya. Begitu seterusnya kita menjalin kasih.
Kita bisa terbang bebas bersama tak melihat keadaan sekitar namun ada kalanya saat kita benar-benar diatas kita dipaksa turun ke bawah atau bahkan langsung jatuh ke bawah.  Berkali-kali kita jatuh berkali-kali kita saling membantu untuk bangun dan berjalan kembali. SAKIT! Hubungan ini diibaratkan seperti “memiliki sebuah baju baru namun disimpan terus dalam lemari.”
Cinta yang penuh perjuangan...
                                                                        ***

Aku tak bisa menutupi segala sesuatu dari Bayu, apapun itu akan aku bagi ceritanya dengan dia termasuk mengenai Robby.
Sore ini aku dan Bayu untuk kesekian kalinya terlibat percakapan serius. Entah mengapa saat matahari pulang keperaduannya kami sering terlibat percakapan serius seperti ini..
“Kalo seandainya aku sudah ada pengganti kamu kita masih bisa temenan? Maksudnya dekat seperti sahabat?” kataku bertanya dengan sangat hati-hati. Ia terdiam beberapa saat
“kok nanyanya begitu??” Kata dia sambil menyeruput minumannya
“ya gapapa sih, aku mau tanya aja.”
“Ada yg mau kamu ceritain yah?”
“Iyaaa, makanya kamu jawab dulu pertanyaan aku.”
“Iya kita tetap dekat seperti sahabat..”
“pinky swear??”
“iyaa pinky swear..” Kita melakukan ritual menyematkan jari kelingking
“Ummm,, Robby 2 hari yang lalu bilang sayang ke aku. Tapi kita gak pacaran. Dia Cuma ungkapin perasaan dia aja.”
Seketika air muka Bayu berubah, Ia dengan segera menjaga jarak denganku. Aku mulai risih dengan sikapnya. Aku tarik lembut lengannya namun Ia tetap ingin menjaga jarak denganku
“Maaf aku cerita seperti ini, kalo tau kamu bakal seperti ini aku gak akan cerita.”
“tapi aku lebih seneng dari kamu dengernya.. Kita sepertinya gak bisa temenan deh..” Ia mengatakannya denga nada yang begitu dingin
“loh?? Kenapa??” kan kamu udah janji tadi..”
“Robby itu temen aku, kita sering nongkrong bareng. Gak enaklah kalo aku terus ada didekat kamu kaya gini. Aku gak enak..”
“Tapi aku kan sama Robby gak pacaran, dia Cuma ungkapin perasaan dia aja.”
“Iya aku ngerti, tapi maaf aku gak bisa.. Biar aku yang menjauh dari kamu.”
“Aku gak mau.. Aku mau kita tetap jadi teman.” Ia tetap dengan keputusannya untuk tak berteman denganku. Akhirnya lagi dan lagi kita memutuskan untuk saling menjauh satu sama lain, namun sebelum itu kita saling membuat kenangan terakhir. Ia menggambar lagi di tembok kamarku, gambarnya memiliki arti khusus ia dengan telaten menjelaskan arti gambar tersebut. Sedangkan aku membuat sebuah video yang berisi kumpulan kenangan-kenangan yang selama ini telah kita buat. Mungkin itu kedekatanku dengannya yang terakhir..                                             

Ketika Cinta Melumpuhkan Logika.

     Sejak kejadian di rumah Willy aku dan Bayu semakin dekat, begitu dekat. Menghabiskan waktu berjam-jam ditelpon mengumbar kata cinta, tak berhenti mengetik pesan teks yang berisi panggilan sayang, berbagi cerita segalanya. Aku dan dia menjalani diluar norma percintaan saat Ia memiliki kekasih dan aku berada didalamnya.

     Logika ku menyatakan bahwa itu salah namun hatiku tak bisa mengendalikan perasaan aku terhadap Bayu, aku terlalu naif jika mengabaikan Bayu. Berkali aku berpikir keras, aku temui jawabannya bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu akan berakhir sia-sia, bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu pada akhirnya akan melukai diriku sendiri, bahwa pada akhirnya aku yang harus mundur dari hidup Bayu, bahwa pada akhirnya jika semua terbongkar semua mencerca diriku. Namun ku ikuti kata hati, aku tetap berjalan seperti air mengalir.

    Aku dan Bayu banyak menghabiskan waktu berdua, bercanda, bercerita seperti sepasang kekasih lainnya. Ia sering datang ke rumah ku untuk sekadar bertemu dan bercerita, dia mengajak keluar rumah saat malam dimana kebanyakan sepasang kekasih pergi, ya malam minggu. Sudah lama aku tak merasakannya pergi berdua dibawah langit malam bergandeng tangan menikmati lampu kota dan makan makanan kaki lima. Oh, indahnya malam mingu pertama ku dengan dia.

     Tak berhenti dimalam itu perjalanan cinta ku dan Bayu terus berlanjut di hari-hari berikutnya. Sampai dimana ada ide yang sangat briliant aku meminta Ia menuangkan ide menggambar di tembok kamarku dan terciptalah sebuah menara Eiffel berdiri tegak di dinding kamarku dipadukan dengan warna warni yang menyala, sungguh indahnya. Salah satu mimpiku Ia wujudkan. Aku tak dapat menggambarkan apa yang aku rasa saat itu, jika ada kata yang melebihi bahagia mungkin akan aku ucapkan, aku teriakan. Tak pernah aku merasa sebahagia ini, merasa senyaman ini dengan seorang lelaki.

     Waktu terus berputar, hari berganti perasaan ragu sering kali menghampiri. Setiap kali kami bertemu diujung pertemuan selalu terlontar kalimat “sampai kapan kita seperti ini?”. Aku hanya tertunduk lesu, air mukaku bisa seketika berubah tiap kali aku mendengar kalimat itu. Aku takut kehilangan” hanya itu yang terlintas dalam pikiranku. Mungkin Bayu termasuk cowok yang peka terhadap perasaan wanita, termasuk aku. Aku tau betapa Bayu memahami apa yang aku rasakan tiap kali mendengar kalimat itu. Dia selalu mengalihkan ketika air mukaku sudah berubah lesu. Bukan, itu bukan senjataku untuk mempertahankan Bayu. Itu aku rasakan benar-benar dari hati, aku rasakan hatiku perih tiap mendengarnya.
Setiap mengucapkan kalimat itu esok harinya aku dan Bayu kembali membaik, merajut benang-benang kecil, mencari kebahagian-kebahagian kecil. Hingga satu hari dimana aku menghabiskan waktuku bersama Bayu berkeliling kota hingga lelah meyelimuti dan beristirahat di rumah Bayu. Menikmati kepulangan sang mentari dengan sinar berwarna oranye yang begitu indah di atap rumah Bayu, duduk berdua termenung, tak ada kata namun kami saling merengkuh dalam do’a. Indahnya...

Terkadang kebahagian selalu beriringan dengan kesedihan datangnya..
“adikku sms-an sama pacarku..” Bayu membuka percakapan yang membuat sekujur tubuhku kaku dan dingin.
“serius kamu?” aku bertanya penuh dengan terkejutan namun tetap perlahan tenang
“iya dia nanya siapa yang main ke rumah.” Dia mencoba menjelaskan
“trus adik kamu bilang siapa?” aku menimpali perlahan
“iya, adik ku kan gak tau kamu dia cuma sekilas kasih tau ciri-cirimu.” Belum lama Bayu menyelesaikan kalimatnya, adiknya naik ke atas. Aku terdiam hanya Bayu dan adiknya yang melakukan aktivitas pembicaraan kepentingan mereka. Adiknya berlalu pergi, aku masih saja terdiam mencoba mengatur ritme jantungku yang sejak pembicaraanku dengan Bayu detaknya tak beraturan.
“Dia nangis terus akhir-akhir ini.” Bayu meneruskan pembicaraan yang tadi sempat terhenti
“pacarmu?” aku bertanya mencoba memastikan
“iya, tiap kali aku telpon dia suaranya beda kaya orang habis nangis.” Jleb! Seperti ada sesuatu yang menusuk jantung hatiku entahlah benda tajam atau benda tumpul tapi rasanya sangat sakit, naluri ku sebagai wanita begitu terasa. Aku merasa bersalah sangat bersalah saat itu, tak terasa bulir-bulir air keluar dari sudut mataku dengan sigap aku meyekanya dengan punggung tanganku berharap dia tak melihat air mataku.
“aku minta maaf..” kataku sedikit terbata
“aku tau aku salah sudah berada diantara kalian berdua, aku salah telah masuk ke dalam hidupmu, membuat pilihan berat dalam hidupmu seperti ini. Aku sadar kalau yang kita jalani ini akan berujung seperti ini tapi aku tetap paksakan menjalaninya. Bodoh sekali aku, lebih bodoh dari keledai...” aku melanjutkan kalimatku dengan suara yang sedikit berubah menjadi lirih, air mataku sudah berada disudut mataku namun aku paksa tahan agar tak keluar.
“Aku sadar aku bodoh tapi aku tak pernah mau berhenti mencintai kamu. Aku pantasnya disebut apa??” klimaksnya aku tak dapat membendung lagi air mata, air mata ku keluar dan ku palingkan wajahku dari Bayu berharap Bayu tak melihat air mataku, namun aku gagal Bayu telah terlebih dulu melihat aku menangis. Ia menarikku dan memelukku.
“Kita gak bisa terus menerus seperti ini, tiap kali aku lihat kamu aku ingat dia. Tiap kali aku lihat dia aku ingat kamu. Aku gak mau menyakiti kamu, menyakiti dia.” Bayu berkata perlahan dan aku terisak.
“Baiklah, sudah saatnya kita akhiri semuanya Bay. Kita gak mungkin terus seperti ini. Aku juga wanita aku tau perasaan dia seperti apa.” Aku melepaskan pelukan Bayu dan aku mencoba menguatkan diriku sendiri
“Tapi aku tau kamu gak bisa, aku tau kamu gak sekuat sekarang...”
“Kamu tenang aja Bay, aku bisa kok. Aku kuat...” kataku seraya tersenyum tak sesuai dengan keadaan hatiku.
“Kamu harus cari pengganti aku dulu, biar aku yang sakit liat kamu sama yang lain. Aku gak mau kalo ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini.”
“Iyaa, masalah cari pengganti kamu gampang Bay. Aku gapapa, aku bisa tanpa kamu..”
Bayu hanya diam...
“Kita teman yah sekarang??” kataku yang masih saja membohongi hatiku
Bayu masih saja terdiam, termangu memandangiku, aku ulurkan jari kelingkingku tanda persahabatan. Bayu tak menggubrisnya..
“Please Bay.. kita gak bisa terus-terusan seperti ini..” dan akhirnya Bayu meraih tanganku menyematkan jari kelingkingnya pada jari kelingkingku. Seketika aku seperti kehilangan tulang, aku lemas. Aku harus benar-benar menerima kenyataan menjauh dari hidup Bayu.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Langit sudah berganti warna, pendaran cahaya di langit bertabur begitu indahnya. Bayu beranjak dari duduknya, berdiri menatap langit.
“kamu sini deh, bulannya bagus banget..” Kata Bayu seraya menarik lembut tanganku, Aku pun beranjak dari dudukku mengikuti Bayu berdiri menatap langit.
“wah iya.. Bulannya indah banget yah, sinarnya terang banget..” kataku
“liat deh bintangnya juga banyak banget..” Bayu berkata sambil menunjuk ke arah benda langit itu, aku hanya tersenyum dan mataku melihat kemana jari telunjuk Bayu mengarahkan ke langit.
“oke, udah malam juga nih. Aku harus anter kamu pulang nanti takutnya kemaleman sampe rumah kamu..”
“oke..”
“yaudah, jangan nangis lagi yaah kamu..” Kata Bayu memberikan senyum terbaiknya sambil mengelus lembut pipiku.

Selama perjalanan pulang aku dan Bayu hanya terdiam, tak ada kata yang terucap. Bayu sibuk mengendarai sepeda motornya dan aku sibuk mendengarkan musik dengan hati yang tak ditempatnya. Bayu beberapa kali melontarkan pertanyaan, aku hanya menjawab sekenanya saja. Hingga akhirnya sampai di depan rumahku, aku hanya tertunduk lesu menyembunyikan air mukaku.
“Makasih ya Bay buat hari ini, aku seneng banget pergi seharian sama kamu.”
“Aku yang harusnya bilang terima kasih kamu udah mau anter aku kesana-kemari.”
“Iya sama-sama kalo begitu...” kataku sambil tersenyum
“Yaudah aku pamit duluan ya. Aku gak mau liat kamu sedih ah..”
“Iya gak kok Bay..” kataku sambil tersenyum dan itulah akhir pertemuanku dengan Bayu hari itu tak begitu banyak bicara di akhir pertemuan kami.
                                                            ***
Menjelang tengah malam aku masih saja terjaga dari tidurku memikirkan keputusan yang aku dan Bayu ambil tadi sore. Betapa aku harus membiasakan diri nantinya tanpa Bayu, betapa aku harus mengubah ritme hatiku terhadap Bayu nantinya.
Aku melirik ponselku dan tak ada pemberitahuan sama sekali di ponselku. Sepi...
“biasanya Bayu kasih kabar kalo udah sampe rumah. Ini gak sama sekali..” pikirku. Aku menghela napas panjang, aku harus terbiasa tanpa dia mulai sekarang. Namun, sebelum benar-benar menjauh dari Bayu aku ingin mengirimi Ia pesan teks. Aku mainkan jemariku di atas keypad ponselku.
            “Terima kasih ya kamu udah mengisi hari-hari aku, hidupku jadi berwarna semenjak ada kamu, aku tak pernah merasa kesepian lagi semenjak ada kamu. Terima kasih untuk waktu yang kamu berikan padaku, terima kasih untuk segalanya waktu, materi, tenaga, cinta dan kasih yang kamu berikan padaku selama ini. Aku bahagia sekali bisa berada dekat dengamu. Maaf kalau aku telah masuk dalam hidupmu, maaf aku telah masuk dalam hubungan percintaanmu berada di dalamnya. Maaf aku sudah mencintai kamu di waktu yang salah. Maaf aku telah membuat pilihan berat dalam hidupmu. Tolong cerita kita selama ini hanya kita saja yang tau dan tolong perbaiki hubunganmu dan kekasihmu.. Kita teman yaa sekarang :) ”
Tak terasa saat aku mengetik pipiku basah karena air mataku sendiri. Aku menangis sedu dibalik bantal, aku semakin menangis hebat setelah hampir satu jam sms ku tak dibalas Bayu. Mungkin ini sudah saatnya aku harus benar-benar menerima kenyataan bahwa aku harus kehilangan orang yang aku sayang.
Tak berapa lama ponselku berbunyi tanda sms masuk. “mungkin Bayu..” pikirku dengan segera aku seka air mataku, aku raih ponselku aku buka pesan masuk itu dan ternyata itu dari Robby.
            From : Robby Surya
            Lagi apa??
Robby datang melalui pesan teks saat aku benar-benar sedang terpukul sedih. Mungkin aku terbawa suasana aku membalasnya hanya dengan emote “:`( “  {read:sedih} . Tak berapa lama Robby membalas
            Robby : kok sedih?? Kamu kenapa??
            Me       : gapapa kok
Robby: sedih karena kangen aku ya?? Gara-gara liburan kita gak bisa ketemu nih.hehehe
Me         :hahaha... bisa aja deh :D mau tidur duluan ya maaf sudah tengah malem juga nih
Entah mengapa sikap Robby malam itu manis manja sekali. Aku tak begitu menanggapi karena aku sendiri tak bisa berpikir jernih, aku masih fokus terhadap satu nama yaitu Bayu. Tak berapa lama ponselku kembali berdering tanda sms masuk. Ku lihat layar ponselku sebuah sms dari Robby. Ku hela nafas panjang “mungkin ini balasan dia yang terakhir di malam ini.” Pikirku
            Robby                        : oke.. goodnight yaa.. love you....
Jegeer!! Sebuah pernyataan yang mencengangkan yang aku baca... Sekali lagi aku tak bisa berpikir jernih, aku hanya ingin sendiri saat ini itu saja. Dengan cepat aku membalas tanpa berpikir lagi.
            Me       : apaan sih love you?? Emang kita pacaran?
            Robby: oke, aku sayang sama kamu.. Sayang gak berarti kita harus pacaran kan? 
                         Pacaran akan membuat kita pisah nantinya dan aku gak mau itu.
            Me       : oh begitu.. oke.. makasih ya udah sayang sama aku..
            Robby: iya.. aku takut kalo kita pacaran aku takut nyakitin kamu dan aku gak mau
            Me       : iyaa by, aku ngerti kok... boleh aku izin tidur sekarang??
            Robby: boleh kok... goodnight baby :*

Alasanku untuk tidur sedikit tertunda karena pernyataan Robby yang membuat membelalakan mata saat membacanya. Aku tak menyangka Robby telah berani mengungkapkan perasaannya kepadaku. Otakku semakin tak menentu arah berpikirnya. Aku masih menanti Bayu, sedangkan di arah lain ada sosok Robby yang telah menawarkan hatinya untuk aku berjalan didalamnya. Apa seperti ini tangan Tuhan bekerja?? Begitu cepat saat yang satu pergi datanglah yang lain menghampiri. Berkali ku berpikir hingga akhirnya ku terlelap bersama pikiran-pikiran yang belum ku temui jawabannya.
                                                            ***