Catatan Domba Betina: September 2017

Sabtu, 02 September 2017

Untukmu yang Tidak Ingin Kusebutkan Namanya Di sini


When We First Met


“Tuhan mempertemukan untuk sebuah alasan”

Malam itu takdir Tuhan mempertemukan aku dan kamu di sebuah tempat baru. Malam itu Tuhan sudah menggariskan untuk aku dan kamu bertemu. Selepas isya aku datang ke tempat perkumpulan komunitas yang akhir-akhir ini sedang diminati banyak anak muda, komunitas pecinta alam. Dua minggu dari malam ini aku akan mendaki gunung, pendakianku yang ketiga bersama teman kampus. Tujuanku datang ke komunitas itu adalah untuk mengambil kaos, jujur saja aku belum masuk sebagai anggota komunitas itu. Aku hanya memesan kaos pendakian di sana dan malam itu aku dan teman kuliahku yang memang sudah bergabung di komunitas tersebut datang untuk mengambil kaos yang katanya sudah jadi. Sesampainya di tempat komunitas pecinta alam (yang setelahnya aku tahu biasa disebut Basecamp), tidak terlalu ramai di sana hanya ada ketua komunitas itu dan dua orang yang belum ku kenal namanya. Aku masuk mengikuti temanku, menyalami satu persatu orang yang ada di sana. Namun kaos yang akan aku ambil itu belum ada di Basecamp, ternyata kaos tersebut masih ada di percetakan.
“Yaudah ayo, kita ambil dulu di percetakan kaosnya.” Kata salah satu orang yang bertanggung jawab atas pemesanan kaos itu, Indra namanya.
“Dimana? Ayo aja gue mah.” Temanku mengiyakan.
“Tapi berdua aja ya, biar kita satu motor aja.” Kembali Indra menambahkan. Mendengar Indra berbicara seperti itu otomatis aku yang akan tetap tinggal di Basecamp untuk menunggu.
“Lo gak apa-apa kan di sini?” Tanya temanku,
“Gak apa kok. Biar gue tunggu sini aja.” Ada rasa canggung sebetulnya jika aku harus menunggu di Basecamp dengan orang-orang yang baru aku kenal.
“Gue gak lama kok, Cuma ngambil terus balik ke sini lagi.” Temanku memastikan.
“Oke.”
Temanku dan Indra pun pergi setelah pamit. Ada hening yang cukup lama, hanya terdengar suara televisi yang sedang menayangkan acara talkshow. Aku pun tak banyak berbicara karena bingung juga membuka obrolan apa. Dalam hening percakapan dan suara tv sebuah motor memasuki halaman Basecamp. Seseorang datang yang kemudian memarkirkan motornya. Memasuki basecamp dengan mengucap salam. Aku kompak menjawab salam tersebut. Mukamu agak heran melihatku yang mungkin menurutmu terlihat asing. Kamu mengulurkan tanganmu dan akupun menyambutnya seraya menyebuutkan namaku. Kamu malam itu baru saja pulang kerja, karena pakaianmu begitu formal malam itu; celana bahan, kemeja dan jam tangan hitam di lengan kirimu. Kamu mengeluarkan sebungkus nasi bebek yang kemudian kamu serahkan ke teman-teman di sana untuk dimakan bersama. Aku ditawari namun aku hanya mengangguk “Iya, silakan.”
Kamu duduk di sebrang kananku, yang lain sibuk makan nasi bebekmu, aku sibuk menonton tv. Sesekali kamu bertanya tentang adega-adegan di tv yang tidak kamu mengerti atau tentang kalimat yang terlewat.
“Tadi dia bilang apa? Itu kenapa?” Aku hanya menjelaskannya singkat.
“Kha, si Ayra ini jomblo loh.” Kata ketua komunitas itu tiba-tiba, membuat aku menoleh ke arahnya.
“Oh ya?? Sama dong gue juga jomblo.” Kamu menjawab. Aku lagi-lagi hanya tersenyum, entahlah kalimat-kalimat serasa susah sekali diucapkan malam itu, karena aku merasa canggung.
“Yaudah sama Ayra aja nih, Kha.” Ketua komunitas itu melanjutkan.
“Jangan dulu deh Om, gue masih belum bisa serius soalnya.” Kamu menjawab seperti itu.
Aku menatapmu, “Sama Om, aku juga belum siap untuk serius.” Aku balas menjawab.
Tak berapa lama temanku dan Indra datang setelah mengambil kaos. Akhirnya aku bernafas lega, aku sedikit aman karena temanku sudah datang. Kaos pun dicek kuantitas dan kualitasnya, takut-takut ada yang reject. Kamu ikut untuk mengecek dan banyak bertanya “mau naik kemana? Kapan?” . Setelah selesai megecek aku dan temanku pamit untuk pulang.

Malam itu 12 Mei 2015 aku, Ayra Ramsha untuk kali pertama bertemu dengan kamu, Ahmad Sakha. Sebuah pertemuan yang sudah menjadi rencanaNya, sebuah pertemuan yang begitu terasa biasa saja tapi apakah akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya? Aku tidak tahu.