Dari Bandara aku langsung diajak berkeliling kota Tanjung Pandan melalui jalan Jend. Sudirman, konon jalan ini terpanjang di Belitung sekitar 107Km. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara Jl. Jend. Sudirman Belitung dengan Jl. Jend. Sudirman Jakarta, di Jl. Jend. Sudirman Belitung tidak ditemui macet sedikitpun, jalan lancar sekali. Selama perjalanan aku diajari bahasa Belitung, masyarakat Belitung menyebut Belitung itu dengan sebutan Belitong. Oke, mulai sekarang aku akan menulis dengan kata Belitong saja. Ternyata cuaca tak beda jauh dengan Jakarta, di sini juga sedang musim penghujan. Perjalananku diiringi hujan. Ternyata tujuan pertama adalah sarapan pagi, aku diajak makan makanan khas Belitong yaitu Mie Belitong dan minuman jeruk kunci. Mini bus terparkir di salah satu warung sederhana yang menyediakan mie belitong. Mie belitong ini adalah mi yang dicampur dengan irisan mentimun, toge, emping, udang dan disiram dengan kuah udang yang sangat kental. Enak sekali dimakan saat hujan seperti ini ditambah dengan minuman jeruk kuncinya. Yang jadi juara adalah sambalnya yang super duper pedas, aku lupa nama tempat makannya apa. Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan satu piring mie belitong ini, aku langsung bergegas untuk tujuan selanjutnya. Ah, aku orang Indonesia sekali kalau belum ketemu nasi namanya belum makan. Hahaha.
Tujuan kedua setelah sarapan adalah Kota Manggar atau sering disebut dengan 1001 kedai kopi. Di sepanjang jalan banyak sekali kedai atau warung-warung kopi. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju Kota Manggar sekitar satu setengah jam. Di Kota Manggar ini aku mengunjungi SMAN 1 Manggar, sayang sekali saat itu hujan jadi acara penyambutan yang seharusnya dilakukan di halaman sekolah harus pindah ke aula sekolah. Setelah acara penyambutan yang diisi dengan tari-tarian selamat datang dan tarian tradisonal lainnya adalah jamuan. Bukan jamuan makan besar tapi makanan khas belitong. Sekilas aku melihat seperti kue putu mayang hanya saja saat aku lihat kuahnya kok santan? Ternyata itu bukan putu mayang itu adalah Lakse. Makanan khas belitong yang dibuat dari tepung beras dan kuahnya kuah santan ikan tenggiri. Serius, ini enak. Kuahnya gurih sekali. Aku cukup lama di SMAN 1 Manggar, setelah cukup puas berkeliling melihat-lihat sekolahnya dan selesai melaksanakan sholat dzuhur kembali perjalanan dilanjutkan.
Tujuan ketiga adalah makan siang. Wah, tidak terasa waktu sudah siang dan langit masih saja mendung dan gerimis. Aku santap makan siang di Restoran Fega. Dari luar nampak biasa saja tapi saat sudah masuk ke dalam luar biasa viewnya. Sambil menunggu makanan siap aku mengabadikan beberapa foto di sana. Restoran dengan view danau di belakangnya, tempat makannya unik ada saung dan ada berupa sebuah kapal pesiar. Untuk pemandangan top deh! Makanannya pun enak ada ikan bakar, cumi tepung, tumis kangkung, baso ikan. Memang makanannya semua adalah hewan laut. Perut kenyang dan pemandangan begitu indah lalu rasa kantuk datang tapi perjalanan harus dilanjutkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar