Aku sudah bangun sejak pagi. Sudah mandi dengan air hangat, mudah sekali hanya tinggal memutar kran air ke arah kanan air hangat meluncur dengan hangatnya dari shower. Hari ini cukup cerah setelah aku mengintip dari jendela kamar. Aku keluar kamar untuk menikmati udara pagi itu sebelum turun untuk sarapan pagi. Aku berjalan dan aku baru tahu bahwa di belakang hotel tempatku menginap adalah lautan lepas dan kolam renang di dekat pantainya. Indahnya pemandangan pagi itu. Kalau saja aku tahu dari semalam aku akan berenang di kolam renang sambil menunggu sunrise.
Aku segera turun ke lantai 1 untuk menikmati sarapan pagi. Banyak sekali pilihannya dari nasi, roti, bubur ayam hingga bubur kacang ijo. Dibuat secara prasmanan dengan pemandangan restoran hotel yang menghadap ke arah pantai. Woow. Aku memilih makan nasi, secangkir kopi dan buah sebagai penutup. Ah, sarapan kali ini berbeda, indah sekali pemandangannya.
Jadwal hari ini adalah wisata pulau atau basah-basah tour. Setelah sarapan aku kembali ke kamar untuk bersiap pergi ke pulau-pulau. Seluruh peserta pertama kali diajak ke sebuah toko oleh-oleh bukan itu berbelanja oleh-oleh tetapi untuk membeli perlengkapan untuk di pantai nanti. Seperti kaca mata hitam, topi, baju ganti, sendal jepit ataupun sunblock.
Hari ini cerah sekali berbeda dari hari kemarin yang hujan. Aku bersyukur sekali. Setelah memakai safety jacket aku naik ke atas perahu yang berisi 15 orang. Mulailah perjalanan laut dimulai. Ombak lumayan tinggi membuat aku terus menyebut nama Tuhan berulang kali. Masya Allah lautnya sangat bersih sekali. Aku tiba di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas terdapat mercusuar yang bisa dinaiki dengan ketinggian 500m. Dari atas kita bisa liat pemandangan lautan dari ketinggian. Pulau Lengkuas memiliki nama asli Light House. Pasirnya putih dan airnya jernih. Ada batu-batu granit menumpuk membuat aku merinding. Sebuah kekuasan Allah luar biasa sekali.
Jadwal makan siang ternyata tidak di Pulau Lengkuas. Makan siang di Pulau Kepayang jadi aku harus menyebrang laut lagi dengan perahu untuk makan siang. Aku melihat pulau pasir, pulau kecil tempat bertemu ombak. Katanya pulau itu pada malam hari menghilang tertutup air. Tiba di pulau kepayang lalu makan siang dengan cara prasmanan. Menunya makanan laut dari ikan, udang, baso ikan, kerang, dll. Tempat makannya pun dipinggir pantai dengan pemandangan yang luar biasa. Pasir putih dengan air yang jernih.
Setelah makan dan ibadah sholat dzuhur aku mengunjugi tempat konservasi penyu. Harus berjalan cukup jauh memasuki jalan yang penuh dengan pohon. Tempatnya sepi sekali. Aku sedikit kecewa karena tidak seperti yang aku bayangkan. Aku kira ada penyu besar dan aku bisa mengangkatnya. Tapi di sana hanya ada baby penyu. Setelah melihat tempat penangkaran penyu dari telur hingga baby penyu. Aku menikmati pantai dengan batu granit yang berdiri kokoh.
Hari beranjak sore sudah saatnya kembali. Di perjalanan pulang awak perahu berenang ke laut untuk mencari bintang laut dan tak butuh waktu lama bintang laut sudah di tangan si awak perahu itu. Itu pertama kali aku memegang bintang laut. Setelah puas berfoto, bintang laut itu pun dilepas kembali. Perahu sempat berhenti di tempat spot snorkling. Aku tidak snorkling karena ombak masih tinggi. Akhirnya hanya memberi makan ikan dari atas perahu. Ikan-ikan berkerumun, wah banyak sekali.
Setelah wisata pulau aku kembali ke hotel. Aku memang tidak basah-basahan tadi di pulau tapi aku harus mandi. Hahaha.
Istirahat setelah mandi sambil menonton acara tv kabel di kamar sambil menunggu makan malam di Restoran. Mungkin karena lelah aku ketiduran dan dibangunkan karena sudah mau berangkat makan malam.
Menu makan malam tak beda jauh masih seafood. Setelah makan malam di sebuah restoran yang aku lupa namanya lalu tujuan selanjutnya adalah belanja oleh-oleh. Toko oleh-olehnya antri sekali. Pukul 21.30 baru selesai. Besok adalah hari terakhir di Belitung. Ah, rasanya aku tak mau pulang.
