Hari sudah sore dan langit mendung masih menyelimuti kota Belitong. Aku mulai memasuki Jl. Laskar Pelangi dengan atmosfir yang berbeda penuh warna seperti pelangi. Tak jauh dari tulisan nama Jl. Laskar Pelangi mini bus berhenti di depan museum kata Andrea Hirata.
Museum Kata ini sangat sederhana jika dilihat dari luar, bangunannya sama seperti rumah penduduk di kiri kanan. Tapi setelah masuk ke dalam isinya sungguh luar biasa. Di depan terdapat papan tulisan "Museum Kata Andre Hirata Indonesia's First Literary Museum" . Jadi museum ini adalah museum sastra pertama di Indonesia. Aku yang memang gemar sekali membaca seperti masuk ke sebuah taman surga. Dari ruang depan sudah banyak cerita dan sejarah yang ditempel di dinding. Banyak sekali karya sastra karangan Andrea Hirata di sana, lukisan-lukisan, piala penghargaan, poster-poster laskar pelangi, benda-benda antik. Aku sulit mendeskripsikannya tapi akan aku coba menuliskannya. Cara menikmati museum ini adalah dengan cara membaca. Banyak quote-quote yang dipajang dalam bingkai. Warna-warni dinding, sepeda ontel dan ada dapur yang menyediakan kopi.
Aku jatuh cinta pada museum ini. Andai saja di Jakarta ada mungkin aku lebih sering mengunjunginya. Jujur saja aku kurang puas berada di sana, karena waktu yang terbatas aku harus melanjutkan perjalanan menuju SD Muhammadiyah Gantong. Tak rela aku meninggalkan museum kata tapi apa daya aku harus melanjutkan ke SD Muhammadiyah Gantong.
Setelah ashar aku menuju SD Muhammadiyah Gantong, singkat cerita SD Muhammadiyah Gantong adalah SD yang muncul dalam film Laskar Pelangi di mana 10 anak menuntut ilmu di SD yang amat sangat sederhana itu. SD Muhammadiyah Gantong yang asli sudah tidak ada (menurut Bang Rian sang Pemandu Wisata) karena kondisi tanah yang buruk jadi SD tersebut sudah tidak ada, karena di SD yang asli tidak cukup luas untuk tempat wisata. Yang saat ini aku kunjungi adalah replika SD Muhammadiyah Gantong yang juga dijadikan tempat syuting Laskar Pelangi the series. Setelah sampai sana SD Muhammadiyah Gantong menurutku sama seperti aslinya di film Laskar Pelangi. SD nya sudah bolong-bolong atapnya, dindingnya sudah rapu, kursi dan mejanya pun begitu. Aku jadi ingat perjuangan anak-anak laskar pelangi, mereka tetap semangat mencari ilmu, semangat untuk meraih sukses walau keadaan sekolah mereka bisa dibilang tak layak. Seharusnya aku yang tinggal di kota dengan fasilitas sekolah yang baik bisa lebih semangat dari mereka. Lintang seorang anak pesisir pantai yang mengayuh sepedanya berpuluh kilo untuk sekolah dan aku yang hanya tinggal naik kendaraan pribadi atau angkutan masih malas? Sebuah pelajaran hidup aku dapatkan dari perjalanan ini.


 |
| Museum Kata Andrea Hirata tampak depan |
 |
| welcome :) |
 |
| kalian sangat menginspirasi! |
 |
| maaf lupa di rotate :p ini ruangan depan museum |
 |
| membaca bersama Andrea Hirata |
 |
| ini buat sign untuk teman-teman supaya tetap semangat nyusun skripsi |
 |
| Andrea Hirata penulis terbaik!! |
 |
| suka banget sama background ini :) |
 |
| setuju!! |
 |
| percayalah jika satu pintu tertutup. Jutaan pintu lainnya terbuka :) |
 |
| i love this corner!! |
 |
| teruslah bermimpi kelak Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu -AH- |
 |
| pintu gerbang SD Muhammadiyah Gantong |
 |
| ibu guru Mus "Mustika" hehehe |
 |
| peace :) |
Gerimis kembali turun dan aku bersiap kembali untuk perjalanan selanjutnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar