Disisi
lain dikelas itu memang ada seorang cowok yang cukup dekat denganku namanya
Bayu. Keperibadian cowok itu memang cukup bersahabat atau lebih tepatnya
terlalu bersahabat. Dia sering melontarkan kalimat-kalimat gombalnya entah
untuk siapapun itu salah satunya aku. Ya,
he is!
Awalnya
aku hanya menganggap biasa perlakuan yang Bayu berikan padaku, karena selama
ini Bayu juga seperti itu ke cewek-cewek lain mungkin sudah habit dia seperti itu. Tapi lambat laun
perhatian dia amat sangat berbeda, dia mulai meruntuhkan dinding pertahanan
hati ku yang kuat itu. Bayu salah satu anak yang jenius dikelas, otaknya kritis
dan dia mempunyai kelebihan disemua panca indranya, Ia bisa melihat kejadian
yang belum terjadi atau disembunyikan oleh orang lain. Untuk menaruh hati
padanya amat sangat mudah karena kepribadiannya yang sangat welcome kepada siapapun. Mungkin awalnya
perasaan aku ke Bayu hanya kecelakaan kecil, karena aku sungguh tidak bisa
membedakan mana yang namanya gombal atau keseriusan. Aku telan habis semua
perkataan manis Bayu, perhatian manis dia hingga akhirnya aku merasakan
desir-desir berbeda dihati. Hingga desiran hatiku terdengar sampai ke telinga
Bayu.
Aku
saat itu tahu bahwa Bayu sudah memiliki kekasih. Aku masih bisa menahan saat
dia mencoba meluncurkan kalimat gombalnya ku alihkan menjadi sebuah candaan
memecahkan suasana. Namun entah mengapa Ia tak juga menjauh semakin lama
semakin dekat, semakin lama semakin manis saja yang aku tengguk darinya.
Posisinya saat itu aku sudah lama sendiri kurang lebih setengah tahun tidak
dihujani perhatian sedalam itu maka ku telan habis semua perkataan manis dia
dan mulai salah mengartikan perhatiannya yang aku rasakan cinta. Saat aku
melihat Bayu dan kekasihnya berdua rasanya seperti teriris, mungkin ini yang
disebut cinta dan inilah rasanya cemburu.
Berkali
aku coba mengartikan apa perasaan ini dan dapat aku tarik kesimpulan bahwa ini
bukan rasa yang biasa ini cinta... Ia tak pernah absen untuk menghubungi ku
setiap harinya, aku dibuat nyaman berjam-jam bercerita dengannya melalui
telpon. Hingga akhirnya dia menguak semua perasaan yang Ia rasakan, diluar
dugaan dia memiliki rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan padanya. Ia
kerap kali cemburu melihat aku dengan teman laki-lakiku, Ia kerap kali terdiam
karena menahan rasa cemburunya. Aku dan dia memutuskan untuk menjalani diluar
norma yang berlaku, saat dia memiliki kekasih dan kami menjalaninya pula,
menjalani dengan segala kerahasian.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar