Catatan Domba Betina: Ku Telan Habis Semua Ucapan Manismu

Sabtu, 23 Maret 2013

Ku Telan Habis Semua Ucapan Manismu


            Disisi lain dikelas itu memang ada seorang cowok yang cukup dekat denganku namanya Bayu. Keperibadian cowok itu memang cukup bersahabat atau lebih tepatnya terlalu bersahabat. Dia sering melontarkan kalimat-kalimat gombalnya entah untuk siapapun itu salah satunya aku. Ya, he is!
            Awalnya aku hanya menganggap biasa perlakuan yang Bayu berikan padaku, karena selama ini Bayu juga seperti itu ke cewek-cewek lain mungkin sudah habit dia seperti itu. Tapi lambat laun perhatian dia amat sangat berbeda, dia mulai meruntuhkan dinding pertahanan hati ku yang kuat itu. Bayu salah satu anak yang jenius dikelas, otaknya kritis dan dia mempunyai kelebihan disemua panca indranya, Ia bisa melihat kejadian yang belum terjadi atau disembunyikan oleh orang lain. Untuk menaruh hati padanya amat sangat mudah karena kepribadiannya yang sangat welcome kepada siapapun. Mungkin awalnya perasaan aku ke Bayu hanya kecelakaan kecil, karena aku sungguh tidak bisa membedakan mana yang namanya gombal atau keseriusan. Aku telan habis semua perkataan manis Bayu, perhatian manis dia hingga akhirnya aku merasakan desir-desir berbeda dihati. Hingga desiran hatiku terdengar sampai ke telinga Bayu.
            Aku saat itu tahu bahwa Bayu sudah memiliki kekasih. Aku masih bisa menahan saat dia mencoba meluncurkan kalimat gombalnya ku alihkan menjadi sebuah candaan memecahkan suasana. Namun entah mengapa Ia tak juga menjauh semakin lama semakin dekat, semakin lama semakin manis saja yang aku tengguk darinya. Posisinya saat itu aku sudah lama sendiri kurang lebih setengah tahun tidak dihujani perhatian sedalam itu maka ku telan habis semua perkataan manis dia dan mulai salah mengartikan perhatiannya yang aku rasakan cinta. Saat aku melihat Bayu dan kekasihnya berdua rasanya seperti teriris, mungkin ini yang disebut cinta dan inilah rasanya cemburu.
            Berkali aku coba mengartikan apa perasaan ini dan dapat aku tarik kesimpulan bahwa ini bukan rasa yang biasa ini cinta... Ia tak pernah absen untuk menghubungi ku setiap harinya, aku dibuat nyaman berjam-jam bercerita dengannya melalui telpon. Hingga akhirnya dia menguak semua perasaan yang Ia rasakan, diluar dugaan dia memiliki rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan padanya. Ia kerap kali cemburu melihat aku dengan teman laki-lakiku, Ia kerap kali terdiam karena menahan rasa cemburunya. Aku dan dia memutuskan untuk menjalani diluar norma yang berlaku, saat dia memiliki kekasih dan kami menjalaninya pula, menjalani dengan segala kerahasian.
                                                                        ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar