Bagaimana
dengan Robby? Robby adalah tipikal cowok yang amat sangat cuek, aku sulit
membuktikan apa dia benar-benar menyimpan rasa terhadapku. Akhirnya apa yang
menjadi praduga aku selama ini benar-benar menjadi kenyataan, Robby benar
menaruh hati padaku. Aku dengar dari kesaksian beberapa orang dikelas.
Beberapa
pekan sebelum akhirnya aku dan Bayu memutuskan untuk menyatukan hati ada sebuah
kejadian di Hari Minggu acara kelas di rumah Willy, aku memutuskan untuk pergi
dengan Bayu karena pada saat itu kami berdua sudah cukup amat sangat dekat.
Mungkin ini yang menjadi timbulnya sebuah pertanyan-pertanyaan kecil dipikiran
teman sekelas. Saat itu Robby juga hadir dan Ia sudah menunjukan sikap
beraninya mendekatiku. Aggresive maybe..
Semalam
suntuk kami menghabiskan waktu berpesta barbeque di halaman rumah Willy.
Tertawa, bercanda, bernyanyi bersama, bermain PS dan segala hal dilakukan untuk
menciptakan suasana meriah. Aku duduk sendiri melihat percikan api yang berasal
dari panggangan datanglah Robby membawa satu tusuk sosis bakar dan duduk disebelahku
Ia menyuapiku sosis yang Ia bakar tadi.
“mau gak?” Dia memberikan tusukan lidi
yang berisi sosis bakar
“woow, mau doong!” kataku berseru sambil
mencoba meraih sosis yang ada digenggamannya
“biar gue yang suapin.” Robby sambil
menyodorkan makanan itu dan aku membuka mulut mencicipi sedikit..
“gimana enak gak?? Gue yang bakar looh..
bumbunya pas gak?” Kata Robby bertanya sambil menunggu komentarku
“enak kok, enak bangeet.. makasih yaa
by.” Kataku sambil mengunyah dan disambut senyum sumringah Robby
“yaudah gue mau lanjut bakar dulu yaa..”
pamit Robby..
Saat
itu Bayu berada di ruang tamu sedang asik main Play Station dengan teman yang lain. Tak lama Bayu keluar dan
bergabung membantu pemanggangan di halaman rumah Willy. Aku masih betah duduk
di tempat yang sama melihat percikan bara api dan mendengarkan lagu yang
dinyanyikan teman lainnya. Diluar dugaanku Bayu datang menghampiri membawa satu
tusuk sosis bakar dan Ia menawariku sama persis dengan apa yang dilakukan Robby
beberapa menit lalu.
“kamu mau gak??” Bayu menawariku belum
sempat aku jawab Ia sudah menyodorkannya kepadaku menyuapiku.. Aku cicipi
sedikit sama seperti tadi dan diiringi senyum manisnya. Aku dan Bayu memang
memanggil satu sama lain dengan sebutan “aku-kamu” saat kami terlibat percakapan
berdua, namun di depan teman-teman lainnya kami seperti biasa “lo-gue”
“main PS yuuk..” dengan cepat Bayu meraih tanganku dan mengajakku ke
ruang tamu untuk beradu Play Station.
Aku yakin Robby tidak melihat adegan ketika Bayu menyuapiku dan meraih tanganku.
Semoga saja karena aku sangat menjaga perasaannya meskipun aku belum dengar
langsung perasaan Robby terhadapku.
“ohh, jadi gitu gue-nya diduain..” kata
Robby setengah berteriak mengejutkan aku dan Bayu yang sedang asik bertarung Play Station.
“eh, apaan sih lo By.. orang lagi main
PS gue sama si Bayu.” Kata ku sedikit salah tingkah dan Bayu hanya tesenyum
kecil.
Saat
acara di rumah Willy itu sejujurnya aku dan Bayu sudah merasa nyaman satu sama
lain namun untuk menjaga perasaan Robby aku dan Bayu memilih biasa saja di
depan teman-teman bukan hanya perasaan Robby saja termasuk perasaan kekasihnya
Bayu maka dari itu kami berdua memilih bungkam, membiarkan hati kami yang
berbicara satu sama lain.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar