Sebuah
pagi yang berbeda, pagi yang ku temui di wilayah yang sangat asing. Semalaman ku habiskan dengan berkumpul
bersama teman-teman. Aku ingat kejadian semalam saat bersama teman-teman
mendendangankan berbagai lagu aku tersadar ada 2 tangan yang berbeda
menggenggam tangan kanan dan kiri ku. Ada dua jiwa yang menggenggam hatiku
meskipun hatiku belum sepenuhnya terbuka..
“Cinta
memang bisa datang kapan saja, cinta datang karena terbiasa.”
Entahlah mengapa hati ini tertarik dengan hati yang sudah dimiliki orang lain
padahal disisi lain ada laki-laki yang hatinya belum dimiliki oleh siapapun dan
rela memberikan hatinya untukku.
Awalnya aku tidak
menyukai kedua laki-laki itu, aku terlalu sibuk memperhatikan laki-laki lain
yang kusukai sejak pertemuan pertama, hingga waktu memberikan jawaban bahwa aku
tidak pantas mendapatkan laki-laki yang kusukai sejak pertemuan pertama itu.
Hingga waktu memberikan jawaban lagi bahwa laki-laki yang hatinya termiliki
oleh orang lain itu sedikit mulai mencoba meruntuhkan dinding pertahananku.
Yap, dia Bayu. Aku merasa nyaman dengannya dan buruknya aku mulai terbiasa
dengan perhatiannya. Aku merasa takut kehilangan meski jelas-jelas aku tak
dapat memilikinya. Aku mencari suaranya ketika hari dimana dia tidak
meneleponku, aku mencari-cari messagenya ketika ia tidak mengirimi aku pesan
teks. “Cinta bisa membuat dirimu bodoh
didepan orang yang kau sukai.” Aku terlalu bodoh untuk dia yang sudah
dimiliki wanita lain namun aku tak bisa mengabaikan jutaan perhatian yang Ia
berikan. “Cinta membuat akal sehatmu tak
berguna, melumpuhkan logika.”
Di lain sisi ada
laki-laki yang juga mencintaiku namun tanpa perhatian terhadapku, hatinya belum
dimiliki siapapun namun sikapnya yang entahlah aku tak mengerti. Dia robby
dengan segala sikap cueknya, aku tak suka...
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar