Aku
memiliki seorang kekasih, Ia sudah menemaniku kurang lebih 1 tahun. Bagiku Ia
lelaki yang sempurna, Ia sangat dewasa, setia, bertangung jawab dan sangat
menghormatiku sebagai wanita.
Aku
bekerja sebagai kepala bagian di salah satu perusahaan benefit di wilayah Bandung,
hobi ku adalah menulis dan menjadi penulis adalah pekerjaan sampinganku. Aku
suka menulis untuk novel atau hanya sekedar menuangkannya di
blog.
Kekasihku
adalah seorang manager keuangan di perusahaan besar di kota yang sama Bandung,
Ia mempunyai hobi melukis namun menjadi pelukis bukan pekerjaan sampingannya
beda dengan diriku. Ia sangat-sangat mencintaiku, ia kerap kali memberikan
kejutan-kejutan romantis yang diidamkan para wanita lainnya. Kejutan paling
romantis yang Ia berikan adalah pada saat hari ulang tahunku yang ke-24, Ia
memberikanku kejutan diluar dugaanku ia membuka sebuah taman bacaan untuk
anak-anak untuk diriku, itu salah satu mimpiku membuka taman bacaan dan kini ia
wujudkan di hari bahagiaku. Aku memeluknya erat...
Aku
begitu menyayanginya ia menghormati pekerjaanku, menghormati
imajinasi-imajinasiku dan ia sangat menghormatiku sebagai wanita. Aku sangat
menjaga budaya ketimuranku dan ia sangat menghargai itu. Ia tak berani
menyentuhku sampai ke luar batas, Ia juga tak pernah meminta melakukan suatu
hubungan yang seharusnya dilakukan setelah pernikahan terjadi. Karena itulah
aku sangat menyayanginya dan berusaha menjaga cintanya, begitupun dia.
Hingga
suatu malam tak pernah ku duga ia memelukku dari belakang, mencium keningku
perlahan hingga ia kecup lembut bibirku, ia menanggalkan pakaianku dan
setelahnya tak ku sadar apa yang telah terjadi. Yang aku rasakan hanya hembusan
nafasnya yang begitu dekat dan aroma tubuhnya yang khas. Hingga pagi datang pancaran
sinar mentari masuk ke kamar melalui celah-celah jendela, aku berusaha membuka
mataku perlahan dan betapa terkejutnya aku ketika ku dapati kekasihku berada
disampingku saat aku membuka mata di pagi hari, ia mengusap kepalaku dengan
lembutnya. “apa aku telah merusak prinsip ketimuranku?” pikirku. Namun ternyata
aku salah aku dan kekasihku telah meresmikan hubungan melalui ikatan resmi
yaitu pernikahan tepat dihari anniversary kami. Inilah pagi pertama ku
bersamanya membuka mata dan ia menyapaku dengan memberikan satu tangkai mawar
putih “selamat pagi sayang...” katanya sambil mengecup keningku dengan
tulusnya. Aku harap ini menjadi selamanya hingga aku tak mampu lagi membuka
mata....
by. @eishafitri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar