Pagi ini aku terbangun dengan mata
sembab, mungkin akibat menangis semalam. Ku raih ponselku dengan segera. Ada
pesan masuk.. Aku dengan sigap membuka dan membacanya ternyata dari Bayu.
Isinya tak begitu beda dari apa yang aku tulis pesan teks untuknya. Aku
menghela nafas panjang.
Hari ini tak banyak aktivitas yang aku
lakukan, aku hanya mengurung diri di kamar. Aku dengan sekuat tenaga tak ingin
menghubungi Bayu hari ini. Sebisa mungkin aku tahan, selama mungkin aku tak
ingin menghubungi Bayu.
Matahari
mulai merangkak naik aku masih saja berada di atas kasur. Kasur terasa lebih
indah saat ini. Membenamkan wajah di bantal, mendengarkan lagu-lagu patah hati,
sesekali ku tatap layar ponselku. Sepi...
“bagaimana mungkin
desrian yang aku rasa selama ini harus aku ubah ritmenya atau bahkan aku
hilangkan??”
Tak
berapa lama Bayu mengirimi aku pesan teks, isinya menanyakan
pertanyaan-pertanyaan standar. Aku hanya membacanya tak ku balas pesannya,
tanganku gatal ingin membalas namun ku tahan. Menjelang malam aku mulai tak
kuat dengan cobaan seharian ini, aku rindu Bayu. Akhirnya aku membalas pesan
Bayu yang semenjak tadi siang aku abaikan, Bayu ternyata sudah hampir down karena pesannya tak ku balas. Yap
lagi, hubungan aku dan Bayu membaik lagi. “aku
terlalu naif untuk mengabikanmu. I’m stuck on you..”
Ada
sebuah kutipan yang pernah aku baca dari salah satu akun cukup terkenal di
jejaring sosial “it’s like reading a book
over and over again when you already know how it ends.” Yap dari sebuah
kutipan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aku dan Bayu menjalani kembali
hubungan kami meskipun kita tahu akhirnya akan seperti apa. Like a fool!
***
Hari-hari
penuh cinta kembali mendera diriku. Hingga saat dimana Bayu datang ke rumahku
dengan membawa setangkai mawar putih. He
is so romantic person. Ia menepati janjinya. Aku langsung memeluk Bayu erat
mengucapkan beribu terima kasih padanya. Begitu seterusnya kita menjalin kasih.
Kita
bisa terbang bebas bersama tak melihat keadaan sekitar namun ada kalanya saat
kita benar-benar diatas kita dipaksa turun ke bawah atau bahkan langsung jatuh
ke bawah. Berkali-kali kita jatuh
berkali-kali kita saling membantu untuk bangun dan berjalan kembali. SAKIT!
Hubungan ini diibaratkan seperti “memiliki sebuah baju baru namun disimpan
terus dalam lemari.”
Cinta
yang penuh perjuangan...
***
Aku
tak bisa menutupi segala sesuatu dari Bayu, apapun itu akan aku bagi ceritanya
dengan dia termasuk mengenai Robby.
Sore
ini aku dan Bayu untuk kesekian kalinya terlibat percakapan serius. Entah
mengapa saat matahari pulang keperaduannya kami sering terlibat percakapan
serius seperti ini..
“Kalo
seandainya aku sudah ada pengganti kamu kita masih bisa temenan? Maksudnya
dekat seperti sahabat?” kataku bertanya dengan sangat hati-hati. Ia terdiam
beberapa saat
“kok
nanyanya begitu??” Kata dia sambil menyeruput minumannya
“ya
gapapa sih, aku mau tanya aja.”
“Ada
yg mau kamu ceritain yah?”
“Iyaaa,
makanya kamu jawab dulu pertanyaan aku.”
“Iya
kita tetap dekat seperti sahabat..”
“pinky
swear??”
“iyaa
pinky swear..” Kita melakukan ritual menyematkan jari kelingking
“Ummm,,
Robby 2 hari yang lalu bilang sayang ke aku. Tapi kita gak pacaran. Dia Cuma
ungkapin perasaan dia aja.”
Seketika
air muka Bayu berubah, Ia dengan segera menjaga jarak denganku. Aku mulai risih
dengan sikapnya. Aku tarik lembut lengannya namun Ia tetap ingin menjaga jarak
denganku
“Maaf
aku cerita seperti ini, kalo tau kamu bakal seperti ini aku gak akan cerita.”
“tapi
aku lebih seneng dari kamu dengernya.. Kita sepertinya gak bisa temenan deh..”
Ia mengatakannya denga nada yang begitu dingin
“loh??
Kenapa??” kan kamu udah janji tadi..”
“Robby
itu temen aku, kita sering nongkrong bareng. Gak enaklah kalo aku terus ada
didekat kamu kaya gini. Aku gak enak..”
“Tapi
aku kan sama Robby gak pacaran, dia Cuma ungkapin perasaan dia aja.”
“Iya
aku ngerti, tapi maaf aku gak bisa.. Biar aku yang menjauh dari kamu.”
“Aku
gak mau.. Aku mau kita tetap jadi teman.” Ia tetap dengan keputusannya untuk
tak berteman denganku. Akhirnya lagi dan lagi kita memutuskan untuk saling
menjauh satu sama lain, namun sebelum itu kita saling membuat kenangan
terakhir. Ia menggambar lagi di tembok kamarku, gambarnya memiliki arti khusus
ia dengan telaten menjelaskan arti gambar tersebut. Sedangkan aku membuat
sebuah video yang berisi kumpulan kenangan-kenangan yang selama ini telah kita
buat. Mungkin itu kedekatanku dengannya yang terakhir..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar