Catatan Domba Betina: Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (12)

Kamis, 08 Maret 2018

Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (12)

Pada hari di mana aku memilih mundur.
Aku tiada lagi bisa berbicara apa saja denganmu,
Aku tiada lagi bisa mendengar segala cerita hidupmu,
Aku tiada lagi bisa melihat teduh matamu; sepasang mata yang begitu aku sukai.
Pada hari di mana aku memilih mundur,
rindu-rindu kian menumpuk di celah hatiku yang kosong tanpa dirimu.
Pada hari di mana aku memilih mundur,
Aku hanya membohongi diri sendiri. Sebab, hingga saat ini
aku masih saja mencintaimu.

24 September 2016
Di rumah saat hujan turun. Untukmu. 


Satu minggu setelah aku benar-benar ingin mundur tetapi masih ada peperangan di hati, aku mengalami kecelakan hebat. Hebat, karena aku tidak pernah mengalami kecelakan sampai seperti itu. Aku mendapatkan 13 jahitan di kening kananku, gigiku patah, tulang lunak dekat hidungku patah, saraf di pipiku putus. Aku baru tersadar ketika sudah berada di rumah sakit setelah pingsan dan ditolong orang ke rumah sakit. Cahaya lampu rumah sakit yang pertama kali ku lihat saat membuka mata saat itu, ku lihat bayang-bayang orang tuaku di pinggir kasur, aku belum bisa melihat jelas saat itu. Kamar rumah sakit saat itu penuh dan aku tidak mendapatkan kamar, oleh karena itu aku hanya rawat jalan dengan setiap minggu aku kontrol ke rumah sakit.
Satu bulan aku bed rest, tidak masuk kerja. Jangan bekerja, untuk membalikan badan saja aku tidak bisa, untuk urusan makan dan ke toilet aku meminta bantuan orang tuaku. Itu adalah hari paling down dalam hidupku. Aku sempat berpikir apakah akan lama aku hidup?
Namun aku bersyukur, banyak teman-teman datang menjengukku. Setiap hari rumahku ramai banyak yang datang menjenguk.
Sampai komunitas pecinta alam itu datang beramai-ramai dengan anggota lainnya. Dengan keadaan yang belum begitu baik aku melihat kesekelilingku dan tidak mendapati kamu. Kamu tidak datang dengan mereka. Kamu kemana?? Aku rindu. Tahukah kamu mengenai keadaanku? Kamu kemana? Aku rindu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar