Catatan Domba Betina: Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (5)

Rabu, 28 Februari 2018

Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (5)

Tiba di bulan November, tepatnya pada tanggal 7-8 November 2015 pendakian Gunung Pangrango dimulai. Ini pendakian pertamaku dengan kamu. Perjalanan menuju Cibodas dari basecamp pecinta alam dilakukan malam hari. Sayang sekali aku tidak duduk bersama kamu, kamu memilih duduk di kursi depan sedangkan aku duduk di kursi belakang. Sesampainya di Cibodas kami semua seluruh peserta open trip beristirahat di salah satu warung di sana, sebuah warung yang begitu nyaman dijadikan tempat beristirahat untuk para pendaki.

Tengah malam pada tanggal 7 November 2015 kami semua memulai pendakian. Angin malam berhembus dingin, seperti biasa sebelum memulai mendaki kami semua terlebih dahulu berdo'a. Kamu sempat membeli scraft untuk menghangatkan tubuhmu. Kami semua mulai menapaki jalur pendakian Gunung Pangrango, trek pendakian via Cibodas bebatuan, kalau menurutku itu sangat melelahkan dan menyakitkan. Pelan-pelan aku tapaki trek bebatuan dengan hanya penerangan headlamp, kamu tentu di sebelahku karena memang kita berua satu grup. Menjelang subuh kami beristirahat di Pos, setelah sarapan pagi dan shalat subuh kami semua melanjutkan perjalanan yang masih cukup jauh. Karena fisikku yang lemah dan lelah aku tertinggal dari kamu. Tapi entah kenapa aku lupa, kita kembali beriringan.
Ini pendakian pertamaku bersamamu. Aku tak melihat teman lain lagi, saat itu di jalur pendakian hanya ada aku dan kamu. Untuk kali pertama kamu menggengam tanganku dan aku tak memiliki kekuatan untuk menolaknya. Aku dan kamu bergandeng tangan di sepanjang jalur pendakian. Ada rasa bahagia saat pertama kali kamu menggenggam tanganku. Ada rasa bahagia saat kamu dengan sabar menuntunku di jalur pendakian.
Saat lelah berjalan kita beristirahat sejenak. Duduk dengan beralas akar pohon dan bersandar di pohon, terkadang kamu menyodorkan sebelah headset-mu ke telingaku agar aku mendengarkan musik yang sedang kamu dengar. Rasanya seperti apa ya, berdua di jalur pendakian dengan pemandangan alam yang indah, berdua dengan seorang laki-laki yang menggenggam tangan dan mendengarkan musik berdua. Jika ada kata yang melebihi kata "BAHAGIA" akan aku tuliskan di sini.

Malam itu kami semua bermalam di Kandang Badak karena cuaca tidak memungkinkan untuk langsung ke puncak. Tendaku dan tendamu bersebelahan, malam itu hanya gerimis kecil aku memutuskan untuk main ke tendamu. Di sana ada enam orang termasuk aku di dalamnya, kami menyeduh kopi dan makan cemilan sembari berbicara tentang apa saja. Dari obrolan langsung malam itu aku semakin terkesan dengan kamu. Kamu pintar, itu yang aku simpulkan dari obrolan di tenda malam itu. Kamu ingin tahu banyak tentang apa saja. Aku suka.

Begitulah singkat cerita pendakian pertamaku dengan kamu. Ada sesuatu kesan yang indah yang tertinggal diingataknku sampai saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar