Catatan Domba Betina: Untukmu Yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (2)

Selasa, 27 Februari 2018

Untukmu Yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (2)

Pertemuan pertama aku dan kamu terasa begitu cepat dan tak berkesan manis karena aku sendiri tidak banyak berekspetasi malam itu, hanya sekedar perkenalan biasa. Aku pun bisa menduga bahwa kamu pun merasakan hal yang sama. Namun setelahnya memang Tuhan punya jalan cerita lain.

Pendakianku bersama teman-teman kampus ku sukses luar biasa, aku sangat menikmati walau kaki cenat-cenut tapi perasaan rindu masuk hutan terbayar. Aku menjalani hari-hariku seperti biasa; kuliah, main dengan teman-teman lain, dan kemudian satu pemberitahuan masuk di Whatsapp-ku bahwa aku dimasukan ke dalam grup Whatsapp Komunitas Pecinta Alam itu. Sebagai anak baru aku pun mencoba muncul di grup tersebut dengan perkenalan diri dan banyak yang memberikan respon baik dengan kehadiranku di grup tersebut. Ternyata anggota grup itu banyak sekali, aku lihat nama grup list tak banyak yang aku kenal paling sekitar lima orang, hingga akhirnya aku menemukan namamu di grup list "Ahmad Shaka". Aku langsung ingat pertemuan pertama kita malam itu, tak banyak berfikir aku langsung menyimpan nomormu. Kamu tidak banyak muncul di grup untuk berkomentar dan aku pun. Ada beberapa anggota grup itu yang mengirimiku pesan pribadi, lagi sebagai anak baru aku pikir harus menyambut baik. Ada salah satu yang mengirimiku pesan, aku menanggapinya biasa saja tapi entah kenapa itu terus berlanjut.

Pada bulan September 2015 komunitas pecinta alam tersebut memberi pengumuman bahwa akan diadakan open trip ke Gunung Pangrango via Cibodas, tanpa banyak berpikir dan saat itu adalah saat di mana aku sangat menyukai kegiatan naik gunung, aku pun mendaftar untuk ikut. Tema open trip kali ini berkelompok, kalau biasanya peserta open trip terima beres semuanya lain hal untuk open trip kali ini.  Open trip kali ini dibuat berkelompok, sesuai dengan keputusan panitia aku masuk ke grup 2 (dua) yang terdiri dari aku, Bang Ridho, Mas Baim dan Kamu "Ahmad Shaka". Karena open trip kali ini bersifat kelompok maka akan lebih banyak untuk berdiskusi kelompok maka dari sinilah aku dan kamu mulai sering aktif berkomunikasi. Aku mulai menginvite BBM-mu untuk mempermudah berkomunikasi di grup obrolan BBM. Dari obrolan BBM ini aku dan kamu sudah mulai aktif berkomunikasi melalui obrolan pribadi bukan obrolan grup, dari BBM juga aku dan kamu sudah saling menambahkan teman di LINE, Path dan saling follow Instagram. Aku ingat kamu yang lebih dahulu follow aku Instagramku, setelah tahu bahwa itu kamu langsung aku follow back.

Banyak obrolan-obrolan di chat yang sering kita bicarakan walau lebih banyak obrolan seputar pendakian nanti, bahkan aku dan kamu membuat janji untuk bertemu untuk membahas persiapan kelompok dua nanti, saat itu Bang Ridho & Mas Baim berhalangan hadir jadilah hanya aku dan kamu yang bertemu untuk membahas persiapan. Namun, aku telat datang karena sebelum memenuhi janji diskusi kita hari itu, aku pergi dengan salah satu anggota komunitas itu, aku hanya tak enak hati jika menolak ajakan perginya hari itu. Aku setengah berlari ketika sampai di Basecamp namun kamu sudah menyalakan motormu, aku menghampirimu mengucapkan maaf namun kamu bersikap seperti kecewa, aku makin merasa bersalah, kamu hanya bilang "Telaaaaat." dan berulang kali aku mengucap maaf. Basecamp saat itu agak ramai. Salah satu dari mereka ada yang berteriak "Ayooo, jalan-jalan.". Aku agak bingung mau kemana semuanya lalu kemudian tanpa bertanya aku pun ikut mereka semua yang setelahnya aku tahu untuk menghadiri undangan kopi darat dari komunitas pecinta alam lainnya di danau yang tak jauh dari rumahku.

Malam itu di bawah langit malam yang cerah dan suara air danau yang tertiup angin, kamu duduk di sebelahku. Aku adalah orang yang cukup mudah akrab dengan orang lain terlebih jika orang itu menyenangkan. Kamu itu menyenangkan dan ini adalah pertemuan kedua kita. Dengan suara pelan aku menjelaskan apa-apa saja yang perlu saat pendakian nanti. Kamu menyimak dengan seksama dan sesekali memberi masukan. Aku sudah bisa menilai malam itu bahwa kamu orang yang enak untuk diajak diskusi. 

Semakin hari aku semakin ingin mengetahui banyak tentang dirimu. Dan dari obrolan yang belum lama ini, aku baru tahu bahwa kamu berkuliah di tempat yang sama denganku, namun kamu mengambil kelas malam dan konsentrasi jurusan yang berbeda denganku. Entah apa ada yang menarik hatiku untuk terus mengetahui segalanya tentang kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar