Catatan Domba Betina: Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (3)

Selasa, 27 Februari 2018

Untukmu yang Tidak Ingin Ku Sebutkan Namanya Di Sini (3)


Entah apa, sepertinya ada yang menarik hatiku untuk terus mengetahui tentang kamu. Lagi dan lagi obrolan kita dibuka oleh percakapan persiapan naik gunung, saling mengingatkan perlengkapan apa saja yang sudah ada dan belum ada. Ternyata kamu belum ada sepatu untuk mendaki dan kebetulan aku punya sepatu gunung dua pasang, satu pasang sesuai dengan ukuran kaki kamu. Akhirya aku dan kamu kembali memutuskan untuk bertemu kembali, kali ini kita janjian di kampus. Aku lupa malam itu kamu ada kelas atau kamu langsung dari kantor. Tapi seingatku kamu baru pulang dari kantor. Saat itu tanggal 2 November 2015 bertepataan dengan sidang teman-temanku, aku yang sudah dari siang di kampus untuk memberi semangat kepada mereka hingga malam bertahan di kampus. Malam setelah magrib tak lama kamu mengirimiku pesan bahwa kamu sudah tiba di kampus untuk mengambil sepatu gunung, aku beri tahu bahwa aku berada di lantai 5, kamu pun kemudian naik ke lantai 5 dengan membawa kantong plastik putih, aku menghampirimu dan kamu mengeluarkan isi dari kantong plastik itu yang ternyata isinya minuman kemudian menyodorkan satu untukku. Aku mengambil minuman dingin itu, tersenyum seraya berkata “Terima kasih.”. Aku sudah mulai tersentuh malam itu.
Aku izin pamit ke teman-teman untuk mengambil sepatu, karena sebenarnya sepatu itu aku simpan di kosan temanku. Aku dan kamu untuk pertama kali berjalan beriringan di koridor kampus yang dipenuhi sesak oleh mahasiswa-mahasiswa dengan berbagai macam urusannya masing-masing. Sesampainya di lobby kampus, kamu bertemu dengan entah siapa; mungkin teman lama. Lalu kamu mengobrol dengan temanmu itu, aku menjaga jarak dengan mengambil duduk yang tidak erlalu jauh dari mereka mengobrol. Beberapa teman yang aku kenal berlalu-lalang sambil basa-basi bertanya sedang apa duduk sendirian, aku hanya menjawab “Nunggu itu” sambil menunjuk ke arahmu.
“Yuk!” Ajakanmu mebuyarkan lamunanku, aku pun segera berdiri dan kembali berjalan menuju kosan temanku. Malam itu langit mendung dan gerimis mulai turun.
“Kosan temennya di mana?” Kamu bertanya
“Di belakang sana. Mau pakai motor atau jalan kaki?”
“Jalan kaki saja.”. Akhirnya kita berjalan kaki menuju kosan temanku.
Kamu berjalan begitu cepat, aku sulit mengimbanginya.
“Kamu jalannya cepet banget siiiihhh.” Keluhku pada akhirnya
“Latihan buat mendaki besok.”
“Yah, kalau begini aku ketinggalan terus nih nanti di gunung.”
Kamu pun menghentikan langkahmu dan mencoba menyamakan langkah denganku. 15 menit berjalan kita sampai di kosan temanku, aku membuka pintu. Hanya ada aku dan kamu di kosan malam itu, aku biarkan pintu terbuka lebar. “Pintunya dibuka aja ya, Gak enak sama tetangga.” , “Oke.” Kamu menjawab.

Aku dan kamu duduk di depan pintu, kamu melihat skripsiku. Saat itu aku sudah lulus sidang skripsi & skripsiku sudah jadi di hard cover. Kamu banyak bertanya soal penyusunan skripsi, saat itu kamu masih menyusun skripsimu. Aku membagi ceritaku seputar penyusunan skripsi & sidang. Aku suka caramu mendengarkanku berbicara, aku suka cara kamu menatapku karena mendengar ceritaku.

Malam itu sudah banyak yang kita bercerita seputar apa saja. “Kamu gak dicariin temen-temenmu? Kamu ninggalin mereka karena aku.”, “Gapapa kok. Tadi kan udah bilang mau ambil sepatu buat kamu.”, “Sepatunya pinjem dulu ya.”, “Iya, pakai aja.”
Setelahnya aku dan kamu kembali ke kampus tetapi gerimis semakin deras.
“Skripsimu gimana nih? Aku simpan di tasku aja ya biar gak basah.” Kamu langsung memasukan skripsiku ke dalam tasmu karena memang malam itu aku tidak membawa toote bag.
“Iya, tolong yaa jagain. Hehehehe.” Jawabku
“Iya, skripsinya aja dijagain apalagi yang punya.” Katamu
“Apa??” Aku pura-pura tak dengar kamu mengucap itu.
“Gapapa. Hehehe.” Katamu sambil tersenyum yang membuat matamu hilang ke entah kemana.

Malam itu pertemuan ketiga kita dan untuk pertama kali kita berjalan di bawah gerimis. Kamu seseorang yang mulai menyentuh hatiku. Kamu yang saat itu sudah mulai membuat aku jatuh hati dan ingin lebih mengenalmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar