Hari-hari
ku semakin hari semakin berat saja, aku lelah aku ingin melepaskan topeng ini
dan berhenti dari drama yang ku mainkan selama ini. Hingga hari dimana aku
sedang menunggu terbukanya pintu lift tiba-tiba saja ada seorang wanita yang
begitu ayu menghampiriku.
“Hei,
kamu Shasa yah?” belum sempat aku menjawab aku saat itu terkejut bukan main,
wanita dengan paras ayu itu ternyata kekasih Bayu..
“hey,
iyaa..” kataku sedikit gugup.. Ini pertama kalinya aku dan kekasih Bayu
terlibat percakapan. Entah seperti apa wajahku saat itu, gugup sudah pasti iya.
Aku dan dia terlibat percakapan ringan ya sekedar basa-basi.. Saat pertemuan
kami diakhiri dengan kalimat “oke, gue duluan yah ke kelas. Bye..” Punggung
wanita itu semakin menjauh, debaran hatiku semakin tak beraturan saat itu.
Hingga sampai di kelas saat mata kuliah berlangsung aku hanya diam, diam tak
berbicara apapun. Mata kuliah terakhir telah usai, Bayu?? Entahlah aku tak
memperhatikannya hari ini, ia memakai baju apa, ia harum atau tidak hari ini,
ia melakukan sesuatu apa aku tak memperhatikannya. Hatiku masih tak di
tempatnya.
Tiara
menghambur kehadapanku ketika aku keluar dari kelas..
“sha,,
makan siang yuuksss.”
“gue
mau langsung balik deng kayanya Ra..”
“gue
kan daritadi nungguin lo Sha.. tega ih..”
“gue
lagi mau istirahat nih Ra...”
“Eh
iya gue mau cerita.. masa ya tadi pacarnya Bayu nanya-nanya gitu tapi kok
menjurusnya ke lo terus ya Sha??”
“hah??
Serius??” tak pikir panjang lagi aku langsung menarik lengan Tiara ke dalam
ruang kelas yang sudah sepi ditinggal penghuninya satu persatu dan mulai
memaksa untuk dia cerita.. Tiara pun bercerita layaknya anak kecil yang tak
pernah bohong. Aku menitikan air mata...
“Sha,
kok lo nangis??” tanya Tiara heran
“....”
“Sha
lo kenapa??” kata Tiara sedikit mengguncangkan tubuhku
“maafin
gue Ra, maaf bangeeet...”
“Hey,,
maaf kenapa??” tanya Tiara heran
“Gue
udah mengkhianti lo, mengkhianati persahabatan kita, gue Cuma bikin malu lo
doang sebagai sahabat Ra...”
“Apa??
Tentang apaaaaa??”
“mungkin
udah saatnya gue cerita sama lo, ini pengakuan dosa Ra.. maaf... gue bodoh..”
“gue
dengerin Sha tiap apa yang lo katakan.”
“Gue
sama Bayu selama ini menjalin hubungan yang gak wajar Ra..”
“maksud
lo?? Lo sama Bayu pacaran??”
“Gue
deket Ra sama Bayu sebulan terakhir ini.. maaf Ra, gue Cuma bikin malu lo
sebagai sahabat..”
“Sha
gue emang udah bisa ngebaca sikap lo sama Bayu akhir-akhir ini beda seperti ada
something, tapi gue gak nyangka lo sama dia sampai sejauh ini.. kenapa baru
cerita sekarang??”
“maafin
gue... gue cape selama ini mendam semuanya sendiri, gue bingung mau cerita ke
siapa, gue ngerti tanggapan mereka nanti tentang gue negatif. Gue mau udahan,
gue mau selesain semuanya... Please, bantu gue...” tangisku semakin menjadi
“Iya
sha, gue akan bantuin lo kok tenang yah.. pokonya lo harus udahin semuanya..
Ini gak baik buat lo, nyakitin diri lo sendiri.. Kebahagiaan lo itu semu,
sementara.. Dia Cuma kasih yang semu bukan selamanya, lo disini bahagia tapi
inget disana ada yang terluka.. Wanita yang terluka, lo mau nyakitin sesama
wanita?? Sebelum semuanya terlambat, sebelum semuanya semakin dalam, sebelum
semuanya semakin jauh dan lo lupa kembali pulang lebih baik lo sudahi semuanya..”
Kata-kata Tiara sore itu seperti tamparan dahsyat yang mendarat di pipiku
membuat aku sadar. Ini yang aku butuhkan selama ini, orang yang memberikanku
kesadaran dan menarikku keluar dari hubungan yang salah ini.
“gue
gak tega pas tadi gue ketemu pacarnya Bayu di lift. Wajahnya ayu, lugu Ra.. gue
gak tega nyakitin dia..”
“Nah
itu lo tau, pacarnya Bayu itu kalem banget lo tega nyakitin wanita kaya gitu??”
“Gakkk
Ra,,, gue mau udahan..” Tiara memelukku erat
“Tenang
Sha gue ada buat lo, gue bantu lo buat udahin semuanya...”
Hari
ini aku bertekad menyudahi semuanya...
To
: Bayu Hardiawan
Aku
mau udahan Bay, aku lelah seperti ini. Jalan kita terlalu sempit, Kamu tak juga
menentukan arah kemana kita akan pergi nanti. Bukan hatiku yang berbicara, ini
logikaku..Akal sehatku masih berjalan dengan baik... maaf...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar