Catatan Domba Betina: Pengakuan Dosa

Selasa, 09 April 2013

Pengakuan Dosa


Hari-hari ku semakin hari semakin berat saja, aku lelah aku ingin melepaskan topeng ini dan berhenti dari drama yang ku mainkan selama ini. Hingga hari dimana aku sedang menunggu terbukanya pintu lift tiba-tiba saja ada seorang wanita yang begitu ayu menghampiriku.
“Hei, kamu Shasa yah?” belum sempat aku menjawab aku saat itu terkejut bukan main, wanita dengan paras ayu itu ternyata kekasih Bayu..
“hey, iyaa..” kataku sedikit gugup.. Ini pertama kalinya aku dan kekasih Bayu terlibat percakapan. Entah seperti apa wajahku saat itu, gugup sudah pasti iya. Aku dan dia terlibat percakapan ringan ya sekedar basa-basi.. Saat pertemuan kami diakhiri dengan kalimat “oke, gue duluan yah ke kelas. Bye..” Punggung wanita itu semakin menjauh, debaran hatiku semakin tak beraturan saat itu. Hingga sampai di kelas saat mata kuliah berlangsung aku hanya diam, diam tak berbicara apapun. Mata kuliah terakhir telah usai, Bayu?? Entahlah aku tak memperhatikannya hari ini, ia memakai baju apa, ia harum atau tidak hari ini, ia melakukan sesuatu apa aku tak memperhatikannya. Hatiku masih tak di tempatnya.
Tiara menghambur kehadapanku ketika aku keluar dari kelas..
“sha,, makan siang yuuksss.”
“gue mau langsung balik deng kayanya Ra..”
“gue kan daritadi nungguin lo Sha.. tega ih..”
“gue lagi mau istirahat nih Ra...”
“Eh iya gue mau cerita.. masa ya tadi pacarnya Bayu nanya-nanya gitu tapi kok menjurusnya ke lo terus ya Sha??”
“hah?? Serius??” tak pikir panjang lagi aku langsung menarik lengan Tiara ke dalam ruang kelas yang sudah sepi ditinggal penghuninya satu persatu dan mulai memaksa untuk dia cerita.. Tiara pun bercerita layaknya anak kecil yang tak pernah bohong. Aku menitikan air mata...
“Sha, kok lo nangis??” tanya Tiara heran
“....”
“Sha lo kenapa??” kata Tiara sedikit mengguncangkan tubuhku
“maafin gue Ra, maaf bangeeet...”
“Hey,, maaf kenapa??” tanya Tiara heran
“Gue udah mengkhianti lo, mengkhianati persahabatan kita, gue Cuma bikin malu lo doang sebagai sahabat Ra...”
“Apa?? Tentang apaaaaa??”
“mungkin udah saatnya gue cerita sama lo, ini pengakuan dosa Ra.. maaf... gue bodoh..”
“gue dengerin Sha tiap apa yang lo katakan.”
“Gue sama Bayu selama ini menjalin hubungan yang gak wajar Ra..”
“maksud lo?? Lo sama Bayu pacaran??”
“Gue deket Ra sama Bayu sebulan terakhir ini.. maaf Ra, gue Cuma bikin malu lo sebagai sahabat..”
“Sha gue emang udah bisa ngebaca sikap lo sama Bayu akhir-akhir ini beda seperti ada something, tapi gue gak nyangka lo sama dia sampai sejauh ini.. kenapa baru cerita sekarang??”
“maafin gue... gue cape selama ini mendam semuanya sendiri, gue bingung mau cerita ke siapa, gue ngerti tanggapan mereka nanti tentang gue negatif. Gue mau udahan, gue mau selesain semuanya... Please, bantu gue...” tangisku semakin menjadi
“Iya sha, gue akan bantuin lo kok tenang yah.. pokonya lo harus udahin semuanya.. Ini gak baik buat lo, nyakitin diri lo sendiri.. Kebahagiaan lo itu semu, sementara.. Dia Cuma kasih yang semu bukan selamanya, lo disini bahagia tapi inget disana ada yang terluka.. Wanita yang terluka, lo mau nyakitin sesama wanita?? Sebelum semuanya terlambat, sebelum semuanya semakin dalam, sebelum semuanya semakin jauh dan lo lupa kembali pulang lebih baik lo sudahi semuanya..” Kata-kata Tiara sore itu seperti tamparan dahsyat yang mendarat di pipiku membuat aku sadar. Ini yang aku butuhkan selama ini, orang yang memberikanku kesadaran dan menarikku keluar dari hubungan yang salah ini.
“gue gak tega pas tadi gue ketemu pacarnya Bayu di lift. Wajahnya ayu, lugu Ra.. gue gak tega nyakitin dia..”
“Nah itu lo tau, pacarnya Bayu itu kalem banget lo tega nyakitin wanita kaya gitu??”
“Gakkk Ra,,, gue mau udahan..” Tiara memelukku erat
“Tenang Sha gue ada buat lo, gue bantu lo buat udahin semuanya...”
Hari ini aku bertekad menyudahi semuanya...
To : Bayu Hardiawan
Aku mau udahan Bay, aku lelah seperti ini. Jalan kita terlalu sempit, Kamu tak juga menentukan arah kemana kita akan pergi nanti. Bukan hatiku yang berbicara, ini logikaku..Akal sehatku masih berjalan dengan baik... maaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar