Catatan Domba Betina: Aku Rindu Mama Sebagai Ibu Rumah Tangga Bukan Sebagai Pekerja

Rabu, 17 April 2013

Aku Rindu Mama Sebagai Ibu Rumah Tangga Bukan Sebagai Pekerja


Aku rindu mama sebagai ibu rumah tangga bukan sebagai pekerja di luar rumah. Aku rindu mama sebagai sosok ibu yang ada di rumah tiap kali aku lelah atas segala aktifitas kuliah ku. Aku tau mama bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluargaku, meskipun papa ku juga sama-sama bekerja. Aku mengerti itu mah, namun tetap saja aku rindu sosokmu.
Setiap hari ketika aku pulang kuliah, aku lelah namun tak pernah aku dapati sosok mama diujung pintu rumahku menanti kedatanganku. Sepi... rumah kosong setiap hari seperti itu.. Mama pulang ketika matahari juga pulang..
Aku lapar namun tak pernah ada hidangan buatan mama di dapur. Aku makan masakan mama itu Cuma hari minggu dan tanggal merah saat itu mama tak bekerja, selebihnya aku tak pernah makan masakan mama. Aku buat makanan sendiri ketika aku lapar, aku beli makanan sendiri malah terkadang aku tahan sampai menunggu mama pulang.
Aku iri melihat teman-temanku dekat dengan mama mereka, bercerita apapun kepada mama mereka, curhat panjang lebar dengan mama mereka. Aku tak pernah seperti itu. Saat aku ingin cerita banyak, aku lihat mama lelah karena pekerjaannya lalu ku urungkan kembali niatku untuk cerita. Aku penuh dengan masalah mah, mama gak pernah tau kan? Aku jatuh cinta mah, mama gak pernah tau kan? Aku punya pacar mah, mama gak pernah tau kan? Aku patah hati mah, mama juga gak tau kan? . Aku simpan sendiri semua, aku berbicara sama mama itu ya yang penting-penting saja. Kami jarang punya quality time berdua.
Adikku pernah masuk rumah sakit karena penyakit lambungnya mungkin sebabnya karena makan tak teratur dan tak terurus. Mama ku sadar saat itu bahwa kurang memberi perhatian, namun sadar sementara.
Hari ulang tahunku tak ada kecupan mesra dan pelukan hangat dari mama. Aku membuka mata di hari spesialku itu, aku hanya menemukan sebuah kado dekat kasurku. Aku segera raih dan beranjak keluar kamar namun rumah sudah sepi, ya setiap hari seperti itu mama pergi pagi-pagi sekali. Aku kembali ke kamar masih menggenggam kado, tak berapa lama adikku masuk kamar “selamat ulang tahun ya teh, itu kado dari mama. Mama udah berangkat tadi, mama bungkusnya semalem loh.” Kata adik laki-lakiku.
Aku buka isi dari kado itu memang yang sudah lama aku nantikan selama ini dan ada sepucuk surat dari mama. Isinya berisi nasehat dan harapan untuk aku kedepannya.
Aku rindu mah, aku butuh perhatian, aku kesepian di rumah. Itulah sebabnya aku lebih banyak main di luar rumah bersama teman sampai lupa waktu, pergi kesana-kemari ke tempat yang belum dikunjungi entah sama teman atau sendiri, atau bahkan menginap dirumah tante atau teman. Mama ku tipe orang yang memberi kepercayaan penuh kepada anaknya selama aku bisa bertanggung jawab dan tak mengecewakannya. Sejauh ini aku berjalan dijalur yang positif. “selama itu positif dan tak merusak ya jalani terus yang terpenting jaga diri. Bagaimanapun juga kamu wanita.” Itu pesan mama yang terus berulang-ulang diucapkan dan aku pegang. Maaf mah aku lebih banyak main karena aku jarang sekali menemukan sosokmu dirumah saat aku kesepian, aku rindu mama sebagai ibu rumah tangga...

17 April 2013, saat aku kesepian dirumah...
-Eis Safitri Mustika-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar