Catatan Domba Betina

Selasa, 09 April 2013


Bayu masih tak mempercayai kata-kataku semalam, namun aku masih tetap pada pendirianku. Bayu akhirnya mau menyudahi, Ia hanya mengatakan “yasudah kalo memang seperti itu..”
Sungguh aku berat meninggalkan Bayu yang selama ini telah mengisi tiap lembar diary ku, buku harianku diisi oleh spidol warna-warni semenjak Bayu datang. Kini dan tentunya nanti buku diary ku diisi oleh tinta hitam lagi, tanpa cerita Bayu didalamnya. Aku tak ingin menyakiti siapapun, terutama menyakiti diriku sendiri. Biarlah aku merasakan sakitnya sekarang sebelum semuanya semakin sakit dan aku semakin tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“orang besar itu adalah orang yang bertanggung jawab mengakui kesalahannya dan meminta maaf...”
Hari ini aku temui kekasih Bayu, aku melakukan hal gila. Namun tak apalah aku ingin segala masalah ini tuntas hingga bersih. Aku bertemu kekasih Bayu di suatu tempat dimana ada ketenangan disana, tak ada orang lain selain aku dan kekasih Bayu. Aku mulai memperkenalkan diriku secara resmi dengan kekasihnya. Kami duduk berhadapan, saling menatap mata layaknya 2 orang dewasa sedang menyelesaikan masalah. Ku tarik nafas panjang menenangkan diriku sendiri dan mulailah aku membuka percakapan siang itu. Aku meminta maaf kepadanya dengan tulusku, aku bercerita hingga aku menangis dihadapan wanita yang seperti malaikat itu. Ia nampak begitu tenang mendengarkan tiap permohonan maaf yang aku ucapkan. Terkadang Ia mengelus lenganku mencoba menenangkan tiap isak tangisku. Aku lemah saat itu, aku merasa bersalah sekali.
Diluar dugaanku wanita itu sabar sekali mendengarkanku, air mukanya tenang dan Ia memaafkanku, benar-benar seperti malaikat. Diujung pertemuan aku meminta untuk bisa memeluk wanita itu, kami berpelukan beberapa saat hingga akhirnya Ia beranjak terlebih dahulu. Ia pergi dengan senyum, aku masih terpaku ditempatku. Aku merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hatiku. Hari ini aku menjadi pemenang. Inilah kemenangan sejatiku berani mengakui kesalahan yang aku buat.
“Kita sama-sama milih yang terbaik.. kalian beruntung bisa dapat satu sama lain. Dijaga yaaahh.. aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan pacarmu...” Kata-kata terakhir aku diujung kisahku dengan Bayu. Bayu kembali membaik dengan kekasihnya, syukurlah... Sementara Robby telah bahagia dalam pelukan Sinta kekasih barunya. Persahabatan aku, Bayu dan Robby pun berjalan sangat baik saat ini. Aku?? Aku labuhkan hatiku di dermaga seorang anak Sastra Indonesia, namanya Doni. Inilah kisahku yang akan aku mulai....


The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar