Bayu
masih tak mempercayai kata-kataku semalam, namun aku masih tetap pada
pendirianku. Bayu akhirnya mau menyudahi, Ia hanya mengatakan “yasudah kalo
memang seperti itu..”
Sungguh
aku berat meninggalkan Bayu yang selama ini telah mengisi tiap lembar diary ku,
buku harianku diisi oleh spidol warna-warni semenjak Bayu datang. Kini dan
tentunya nanti buku diary ku diisi oleh tinta hitam lagi, tanpa cerita Bayu
didalamnya. Aku tak ingin menyakiti siapapun, terutama menyakiti diriku
sendiri. Biarlah aku merasakan sakitnya sekarang sebelum semuanya semakin sakit
dan aku semakin tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“orang besar itu
adalah orang yang bertanggung jawab mengakui kesalahannya dan meminta maaf...”
Hari
ini aku temui kekasih Bayu, aku melakukan hal gila. Namun tak apalah aku ingin
segala masalah ini tuntas hingga bersih. Aku bertemu kekasih Bayu di suatu
tempat dimana ada ketenangan disana, tak ada orang lain selain aku dan kekasih
Bayu. Aku mulai memperkenalkan diriku secara resmi dengan kekasihnya. Kami
duduk berhadapan, saling menatap mata layaknya 2 orang dewasa sedang
menyelesaikan masalah. Ku tarik nafas panjang menenangkan diriku sendiri dan
mulailah aku membuka percakapan siang itu. Aku meminta maaf kepadanya dengan
tulusku, aku bercerita hingga aku menangis dihadapan wanita yang seperti
malaikat itu. Ia nampak begitu tenang mendengarkan tiap permohonan maaf yang
aku ucapkan. Terkadang Ia mengelus lenganku mencoba menenangkan tiap isak
tangisku. Aku lemah saat itu, aku merasa bersalah sekali.
Diluar
dugaanku wanita itu sabar sekali mendengarkanku, air mukanya tenang dan Ia
memaafkanku, benar-benar seperti malaikat. Diujung pertemuan aku meminta untuk
bisa memeluk wanita itu, kami berpelukan beberapa saat hingga akhirnya Ia
beranjak terlebih dahulu. Ia pergi dengan senyum, aku masih terpaku ditempatku.
Aku merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hatiku. Hari ini aku menjadi
pemenang. Inilah kemenangan sejatiku berani mengakui kesalahan yang aku buat.
“Kita
sama-sama milih yang terbaik.. kalian beruntung bisa dapat satu sama lain.
Dijaga yaaahh.. aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan pacarmu...”
Kata-kata terakhir aku diujung kisahku dengan Bayu. Bayu kembali membaik dengan
kekasihnya, syukurlah... Sementara Robby telah bahagia dalam pelukan Sinta
kekasih barunya. Persahabatan aku, Bayu dan Robby pun berjalan sangat baik saat
ini. Aku?? Aku labuhkan hatiku di dermaga seorang anak Sastra Indonesia,
namanya Doni. Inilah kisahku yang akan aku mulai....
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar