Catatan Domba Betina: kelanjutan cerita lalu :)

Selasa, 09 April 2013

kelanjutan cerita lalu :)

Liburan telah usai seiring dengan berakhirnya hubungan aku dan Bayu kemarin sore. Segudang aktifitas kembali mengisi hari-hariku. Kesibukan kuliah merenggut waktuku.
Hari ini mata kuliah pertama, hari pertama juga aku dan Bayu dipertemukan lagi di kampus. Saat mata kuliah berlangsung Bayu tak jauh duduknya dari tempat ku duduk hanya berseling 4 orang saja. Tak ada percakapan diantara kami, tak ada tatapan mata yang hangat, semua begitu dingin dan pasif. Aku lebih banyak diam saat mata kuliah berlangsung sedangkan Bayu memang karakter dia aktif Ia sering membuat celotehan-celotehan yang membuat seluruh penghuni kelas tertawa, kecuali aku. Aku diam.
Tak beberapa lama ponselku berdering, pesan masuk. Ponsel memang ku letakan di atas meja. Aku tau itu pesan itu dari Bayu tanpa harus aku baca, tak perlu aku baca langsung ponselku ku masukan ke dalam tas. Bayu kecewa melihat tingkahku saat itu, aku paham sekali. Hingga mata kuliah berakhirpun aku masih saja diam. Aku, Wily dan Bayu berjalan beriringan keluar kelas. Sesekali Bayu dan Willy bercakap-cakap, aku hanya mendengarkan. Namun ku lihat diujung lorong kelas ku dapati kekasih Bayu ingin menghampiri, aku tarik Wily untuk berjalan mundur beberapa langkah, mungkin saat itu Willy curiga atas sikapku. Ah, aku tak peduli. Aku cemburu melihat mereka berdua, ini pertama kalinya setelah sekian lama aku tak pernah melihat mereka berdua lagi.
Langkahku terhenti, Willy juga menghentikan langkahnya. Bayu menghampiri kekasihnya, mereka terlibat percakapan. Aku mencoba menstabilkan suasana, mencoba untuk tidak runtuh saat itu, aku berbicara apa saja ke Willy bertanya pertanyaan yang tak penting untuk ditanya, untuk dijadikan obrolan. Muka Willy mengguratkan keheranan yang luar biasa, namun Ia tak bertanya mengapa. Telah ku dapati kekasih Bayu telah menjauh, Bayu menoleh seraya berseru “Ayolah.. makan siang..” Setelah mendapat kode seperti itu aku dan Willy melanjutkan langkah. “Dalam keadaan seperti tadi apa Bayu mikirin perasaan aku?? Kenapa dia tampak begitu tenang?? Sedangkan aku hampir mati lemas melihat mereka.. Andai aku bisa membaca pikirannya.” Kataku dalam hati
Hari ini aku tak banyak bicara, aku lebih banyak diam. Di satu sisi aku cemburu namun di sisi lain aku merasa bersalah. Yap, aku masih normal. Pikiran aku masih berjalan dengan baik aku masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah seperti saat ini.
Berkali aku ingin menceritakan kisah ini kepada orang-orang yang aku percaya namun aku urungkan niatku.. Namun aku juga beban sendiri, aku tak bisa memendam semuanya seorang diri, aku butuh seseorang yang bisa menyadarkanku. Aku memutuskan untuk bercerita ke Reni sahabatku sejak SMP, namun Ia tak mendengarkan ceritaku aku diabaikannya. Tuhan cobaan apa lagi ini. Aku mulai berlari pada Rendi sahabatku, namun Ia mengatakan “gue udah bilangin ya sejak awal, jauhin itu cowok. Lo malah gak jauh juga. Capek gue sama lo. Udah ah, gue bingung yang jelas gue udah kasih tau lo sejak awal.” Aku mati lemas dibuatnya. Aku bingung kemana aku harus bersandar.. “Ketika tak ada lagi yang menyediakan telinganya semenjak perkataan mereka ku anggap sampah.” Aku menanggung beban ini sendirian, ya seorang diri. Berusaha keluar sendiri dari lingkaran hitam ini namun aku tak mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar