Catatan Domba Betina

Senin, 13 Oktober 2014

Me Time

"Love yourself first"
Mungkin kalimat itu sudah tak asing lagi di telinga kita semua. Cintai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kamu mencintai orang lain. Mencintai diri sendiri adalah sebuah cinta yang tak terbatas, gak pernah ngalamin sakit hati atau apa yang bikin kita sedih dan galau. Banyak cara untuk mencintai diri sendiri, salah satu yang sering aku lakukan adalah ME TIME. 
Me Time adalah waktu yang dihabiskan oleh diri sendiri. Mungkin kedengarannya aneh menghabiskan waktu sendirian berasa gak punya teman saja. Terkadang kita butuh waktu sendiri loh, gak harus selalu bergantung sama orang lain. Kalau kita keseringan memperhatikan orang lain apa kita sudah memperhatikan diri kita sendiri?? Apa kita sudah memanjakan diri kita sendiri?? 
Aku sudah cukup banyak melakukan Me Time ini, yang baru-baru ini aku lakukan saat akhir pekan ini adalah pergi ke suatu mall, keliling-keliling, lihat-lihat buku lalu beli es krim dan pulang lagi. Hanya sebuah kegiatan singkat yang aku lakukan sendirian tapi membuat efek besar untuk meningkatkan mood aku sendiri.
Kegiatan Me Time sebetulnya banyak sekali, mungkin aku akan mencoba share beberapa kegiatan yang telah aku lakukan untuk diri sendiri
1. Pergi ke mall hanya untuk beli es krim dan cuci mata
2. Pergi ke toko buku dan menghabiskan waktu yang lama di sana
3. Pergi ke salon, memanjakan diri dengan lulur, creambath atau bahkan mencoba potongan rambut terbaru
4. Nonton film bioskop dan makan di resto yang kita idamkan menunya (enak loh!)
5. Belanja-belanja barang yang sudah diincar atau belanja dadakan
6. Atau kalau mau irit dan gak ngeluarin banyak biaya adalah meditasi di kamar, berdiam diri di kamar jangan keluar sama sekali (keluar makan atau ke toilet). Tapi kalau kayak gini baiknya bilang ke orang rumah kalau kita dalam keadaan baik hanya ingin me time saja.
7. Dan masih banyak lagi cara menghabiskan waktu sendiri

Semua kegiatan di atas aku lakukan seorang diri. Apa itu hanya dilakukan oleh seorang jomblo aja? tentu tidak! seseorang yang sudah memiliki kekasih juga bisa melakukan me time. Terkadang kita lupa saat kita sudah memiliki pacar, perhatian kita justru terfokus pada pacar saja. Padahal kita punya kehidupan sendiri yang wajib kita beri perhatian lebih ketimbang pacar. Kalau bagi jomblo sah-sah saja melakukan me time secara jomblo itu bebas, tapi jngan keseringan juga nanti jomblonya makin lama. Hehehe

Tips bagi yang sudah memiliki pasangan ketika hendak melakukan me time yaitu izin satu hari ke pacar untuk tidak menggangu kita hari itu, jelaskan detail ke pacar bahwa kita ingin memanjakan diri sendiri dan katakan bahwa kita dalam keadaan baik bukan hendak lari dari pacar.
Tips bagi yang jomblo, me time adalah salah satu langkah untuk mencintai diri sendiri. Ingat! saat jomblo adalah saat paling baik untuk mencintai diri sendiri, isi kebahagiaanmu sendiri, belajar untuk menghargai diri sendiri, beri hadiah-hadiah kepada diri sendiri. Kenapa? Karena saat kita sudah bisa mencintai diri sendiri kita tidak begitu tergantung pada pacar kita nantinya untuk dibahagiakan, kita tidak menuntut terus menerus untuk dibahagiakan karena kita sudah tahu bagaimana caranya membahagiakan diri sendiri. Satu lagi, dengan mencintai diri sendiri kita tidak bisa membiarkan orang lain menyakiti diri kita karena kita tahu persis diri kita, dan dengan mencintai diri sendiri kita jadi lebih bahagia dan mengundang banyak orang untuk mencintai kita :)

"No one is going to love you if you dont love yourself"
"love yourself first more than anything"

Selasa, 08 Juli 2014

Cinta Monyet

Pagi ini aku menghabiskan waktuku dengan niat awal mengecat kamar tapi entah mengapa tumpukan tas yang tergantung di tembok kamarku terlihat mengganggu pandangan mata.
Aku raih tas-tas yang menggantung yang jumlahnya sudah cukup banyak itu; entah sepuluh atau berapa aku tak menghitungnya.
Aku bersihkan debu yang menempel di tas-tas itu, bahkan ada yang aku cuci karena tak pernah aku pakai padahal kondisinya masih sangat bagus. Sayang sekali.
Pagi ini aku membongkar kamar lebih tepatnya mencari-cari pekerjaan. Sungguh seusai subuh di bulan Ramadan ini membuat aku tak memiliki banyak aktivitas di pagi hari. Tak bisa melanjutkan tidur juga.
Aku membongkar kamarku tanpa sengaja aku menemukan sebuah surat dan catatan kecil. Surat itu aku temukan di dalam catatan kecilku. Catatan itu adalah buku harianku tahun 2006. Ya, itu sudah 8 tahun yang lalu. Aku membuka buku catatan harianku yang lalu itu. Membaca halaman demi halaman. Aku dibuat tersenyum pagi itu. Betapa tidak, tulisanku kala itu amat sangat lucu, polos dan anak-anak sekali. Maklum tahun 2006 aku masih di kelas 2 SMP. Kertas surat itupun sudah lusuh dan agak menguning tapi tulisannya masih jelas terbaca. Ada beberapa surat sebenarnya di dalam catatan harianku itu. Yang membuat aku tersenyum bahagia adalah surat dari sahabat-sahabatku yang saat ini masih tetap jadi sahabatku. Dalam surat itu berbunyi "best friends forever" dan ini sudah berlangsung delapan tahun dan semoga terus selamanya.
Tak hanya itu isi catatan harianku itu berisi nama seorang laki-laki. Saat aku kelas 1 SMP aku menyukai seorang laki-laki, dia adalah kakak kelasku namanya RENDI RISMANTO. Lucu sekali membaca cerita itu lagi. Entah keajaiban datang dari mana waktu dulu itu, aku menyukai kak Rendi dan berhasil dekat dengannya walau kita dekat saat dia sudah lulus dan menjadi anak SMA. Aku tak ingat pasti kapan dan bagaimana kita saling menukar nomor ponsel waktu itu, yang aku ingat saat itu aku masih kelas 2 SMP dan dia sudah kelas 1 SMA. Kita saling bertukar pesan singkat dan telpon kala itu. Ah, lucu sekali jika aku mengingatnya. Dan untuk pertama kalinya aku pergi berdua dengan laki-laki saat kelas 2 SMP! Ah, ini mungkin terlalu terburu-buru sebagai anak remaja. Tapi aku pastikan aku sangat gugup saat mengiyakan ajakan dia pergi. Aku-pun diyakinkan sahabat-sahabatku agar tetap mau dan menjaga diri, sederet nasihat sudah aku terima dari mereka.
Aku masih ingat saat itu aku menunggu dia di depan sekolahku, kemudian dia datang menjemput dengan sepeda motornya. Kami berdua pergi ke Hero Pamulang (saat ini sudah tidak ada) di sana aku di traktir main timezone dan es krim. Oh, Tuhan betapa sangat menyenangkan saat itu walau hanya main games, makan es krim dan lihat buku di gramedia. Hanya sekedar itu setelahnya memang dasar anak remaja yang masih labil jiwanya. Ka Rendi berkali-kali mengucap kata cinta tapi kami tak memutuskan untuk berpacaran karena aku tahu aku masih belum cukup umur, aku hanya kagum saja. Dia suka datang ke sekolahku yang membuat cewek-cewek SMP teriak histeris dan memandang kagum. Aku tak lagi berhubungan dengan dia sampai sekarang.
Gara-gara buku catatan harianku delapan tahun silam itu aku jadi teringat. Apa kabar dia?? Yang aku tahu kabarnya tahun lalu dia sudah menjadi sarjana sastra disalah satu universitas di Bandung dan sudah memiliki kekasih yang serius. Atau mungkin sekarang dia sudah menikah???

@eishafitri

Sabtu, 05 Juli 2014

long time no see

long time no see....
Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan wanita yang satu itu.
Saat ini wanita itu berada di hadapanku dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
Aku melihatnya dari kejauhan setelah akhirnya aku menyapanya dengan senyum mengembang. Entahlah mengapa aku melakukan hal seperti itu; menyapanya.
Ia tersenyum kaku ketika aku menyapanya di antara riuh orang lalu-lalang.
'apa kabar?' tanyaku. Dia hanya menjawab 'baik. Kamu apa kabar?' dengan senyum yang bisa aku tebak, senyum yang dipaksakan.
Wanita itu tak berubah selalu memasang topeng baik dihadapanku. Aku bisa melihat senyumnya dipaksakan, aku memang bukan ahli psikologis tapi aku bisa membaca mimik wajahnya sedikit.
Saat aku melihat senyumnya yang dipaksakan itu aku seperti terlempar ke masa lampau. Aku masih mengingatnya dengan baik hingga saat ini.
Dulu saat aku mencintai seseorang laki-laki dan dia menyuruhku untuk kalah.
Di saat aku sangat mencintai laki-laki itu, dia menyuruhku untuk berhenti mencintai dan menyuruhku pergi dari kehidupan laki-laki itu.
Dia berbicara karma terus menerus di telingaku, dia bercerita tentang laki-laki itu dengan bangganya karena dia telah memilikinya lebih dahulu.
Dia mengeluarkan kata-kata yang tak pantas dikeluarkan dari mulut seorang wanita berwajah lugu seperti dia. Meski dia mengeluarkan kata-kata itu di belakangku tapi aku tahu, aku bisa mendengar dan membacanya dengan baik.
Ah, sudahlah kejadian masa lalu itu telah aku kubur rapat. Meski pada awalnya aku harus berjalan tertatih untuk meninggalkan semuanya tapi saat ini aku sudah berada di posisi yang bahagia. Berbanding terbalik dengan wanita itu.

satu cangkir kopi panas tersedia di meja. Akhirnya aku bisa mengajak wanita itu berbincang di salah satu coffee shop. Dia tidak memesan karena dia tidak suka kopi. Ah, payah sekali wanita itu.
Duduk berdua saling berhadapan seperti ini, lagi dan lagi membawaku ke kejadian masa lalu saat aku bersimpuh berjanji padanya untuk meninggalkan laki-laki itu. 'bodoh' dengan reflek aku menggelengkan kepalaku saat mengingat kejadian itu.
Aku tidak bertanya tentang kisahnya dengan laki-laki itu tapi dia yang sedari tadi hanya tertunduk itu mulai bercerita. Bercerita tentang kisah cintanya dengan laki-laki itu kandas. Tak ku sangka dia mengeluarkan air matanya di hadapanku. Air mata yang sama yang aku keluarkan dulu. Air mata dari setiap rasa kecewa dan air mata harapan agar semua kembali seperti semula tapi tak bisa. Aku mengelus punggung lengannya sambil bertanya dalam hati "Mengapa semuanya bisa berbalik menimpamu? ini seperti yang aku alami 3 tahun lalu."
Aku menghela nafas panjang karena aku tak bisa menemui jawabannya, aku hanya bisa mendengar setiap keluh kesah wanita itu dan mengatakan "mungkin sudah jalan Tuhan." . Aku kembali teringat dahulu aku pernah berkata sendiri "Biarkan dia memiliki laki-laki itu, dia akan kehilangan laki-laki itu tetapi aku tidak." Apa ini jawabannya??

Dia terus berkata "Aku sangat mencintai laki-laki itu tapi aku harus menjauh dari kehidupannya karena dia telah memilih wanita yang lain lagi." . Dan pada akhirnya dia berhenti menangis dan bergegas pergi. Di saat keadaannya sangat menyedihkan seperti itu wanita itu masih saja angkuh kepadaku seperti itu. Aku hanya ingin berteman dengannya sejak dulu, sejak kejadian aku berjanji kepadanya untuk meninggalkan laki-laki itu.
Aku menatap cangkir kopiku yang masih penuh karena tak sempat ku minum demi mendengarkan kisah cinta wanita itu. Mataku memandang sebuah buku catatan kecil di meja, mungkin milik wanita itu. Aku melihat ke sekitar apakah wanita itu masih ada atau tidak dan akhirnya aku membuka catatan itu.

Ini seperti buku harian wanita itu. Dia menulis tentang laki-laki itu dan kecintaannya terhadap laki-laki itu. Dia menulis semua kenangan bersama laki-laki itu dan dia menulis betapa hancurnya perasaannya ketika semua kisah cinta itu berakhir. Mataku berkaca-kaca bukan karena tulisan yang ia tulis tapi karena aku mengingat kejadian yang sama yang menimpaku dulu dengan laki-laki yang sama.
Aku menutup catatan kecil milik wanita itu. Sudah hampir 9 bulan mereka berpisah tapi wanita itu masih mengharapkan laki-laki itu. Bodoh sekali. Aku ingin sekali menariknya dan berkata "kamu harus move on dari laki-laki itu. Kejar kebahagiaanmu sendiri." . Ah, mana mungkin untuk berteman denganku saja wanita itu masih sulit menerimaku sebagai teman. "Bertemanlah denganku karena kita berdua adalah korban dari laki-laki itu", ah, kalimatku terlalu kasar. "Would you be my friend??" Hanya itu yang ingin aku ucapkan pada wanita itu sejak lama.

Jumat, 06 Juni 2014

Jika jarak dan waktu sudah memisahkan kita begitu jauh; tapi perasaanmu masih ada dan masih sama untukku, kamu boleh kembali

Senin, 02 Juni 2014

Taylor Swift

Siapa sih yang gak kenal Taylor Swift? Penyanyi cewek berusia 24 tahun (kelahiran tahun 1989) asal Amerika Serikat ini terkenal dengan lagu-lagu bergenre country pop ini yang menurut gue itu easy listening banget. Ada yang mellow abis dan ada juga asik buat sedikit bergoyang. Hehehe
Gue suka sama Taylor Swift alias ngefans tapi gue bukan swifties (fans Taylor Swift) garis keras. Hehehe
Gue pertama kali denger itu sekitar 4tahun yang lalu kalo gak salah ya, gue denger lagu-nya Mine di album Speak Now di laptop sahabat gue Siska. Ternyata Siska lebih gaul dari gue, maksudnya kalo urusan musik enak dia lebih cepat dari gue update-nya (gue tau one direction dan Kpop juga dari Siska). Oke lanjut, setelah gue dengerin gue sempet dicekokin (dibujuk rayu) sama Siska tentang Taylor Swift kalo lagunya enak-enak dan gue wajib denger. Dari situlah gue pertama copas (copy paste) semua lagu Taylor Swift di laptopnya Siska dan mulai dengerin di rumah. Sebenernya sih Siska punya lagunya yang emang nge-hits dan enak didenger.
Setelah gue denger semua lagu yang nge-hits dari laptopnya Siska, gue mulai 'naksir' nih sama Taylor Swift. (Sekali lagi, gue bukan fans garis keras ya. Hehehe). Akhirnya gue datang berkunjung ke mbah google cari tau lebih dalam Taylor Swift itu. Wow cantik juga menurut gue (plis cantik itu relatif. Gue bisa bilang cantik, tapi lo bisa bilang jelek). Jeng-jeng dan mulailah gue mencuri-curi foto-foto dia dari google dan mulai nyimpen di folder laptop atau hape gue. Gue pun mulai download-download gratisan mp3 lagu-lagu dia yang lain. Semakin kesini semakin berkembang dalam kata lain dia mengeluarkan karya-karya lagi. Lagunya semakin enak didenger dalam kondisi apapun.
Dan yang paling gue suka dan tambah suka sama dia adalah ketika dia launching album barunya RED. Kenapa? RED alias merah itu warna favorit gue jadilah gue bersemangat sekali untuk denger lagu-lagunya dia yang baru di album RED, terutama single RED itu sendiri. Terus lirik lagu RED itu beberapa waktu yang lalu sempet gue rasain di kehidupan percintaan gue.HAHAHA (but loving him was RED...
Gue juga punya temen tapi dia laki-laki dan dia ngefans juga sama Taylor Swift tapi kayaknya dia fans garis keras. Daritadi gue bilang garis keras terus ya? Maksud garis keras itu bagi gue adalah fans yang bener-bener ngefans kayak beli album aslinya, selalu ikutin perkembangannya setiap waktu, beli pernak pernik ori dan nonton konser.
Kalo gue sekedar denger lagunya aja, ngikutin fan page di facebook, follow twitter atau instagramnya. Tapi gue gak nonton konsernya. Taylor Swift mau dateng ke Jakarta 4 Juni 2014. Gue sih tadinya mau nonton tapi gue urungkan niat gue karena tiket paling murah itu harganya 800ribu. Gue gak bisa menghamburkan uang sebanyak itu (sebenernya sih gue gak ada uang buat beli.hehe). Gue gak pernah nonton konser yang berbayar sampe ratusan gitu kalo nonton perform artis ya yang murah atau gratis masih pernah lah ya. (kayak Jakcloth yang baru-baru ini gue datengin).
Back to Taylor Swift. Hal yang gue suka dari dia adalah dia menciptakan lagu sendiri. Hebaaat! Sumpah kalo kalian tau itu ada cerita sendiri di masing-masing lagu yang dia tulis. (Gue gak cerita kisah dibalik lagu-lagu yang dia tulis, kalo mau tau liat blog sebelah ya.) . Dan kalian tau kan kalo Taylor Swift itu pernah pacaran sama Harry Styles personil One Direction. Nah, kisah mereka kan akhirnya kandas di tengah jalan dan yang paling gue suka dari Taylor Swift adalah ketika dia menang award best female Taylor Swift - I Knew Were Trouble di VMA. Taylor Swift naik ke atas panggung dan menerima penghargaan itu dan dia sempet little speech gitu dan dia ngomong gini (ini gue terjemahin pake bahasa Indonesia aja) "Terima kasih untuk orang yang menginspirasiku untuk menciptakan lagu ini. Aku tau dia pasti ngerti maksudku, karena kamu aku MENANG." dan setelah itu kamera nyorot ke Harry Sytles yang pada saat itu One Direction juga hadir di acara tersebut. It was amazing bagi gue sih, mungkin maksudnya Taylor Swift tuh mau nunjukin kalo dia bisa move on dari mantannya itu, dia bisa sukses sendiri dan bisa nunjukin ke mantannya juga. Cool!
Apalagi ya yang mau gue bahas tentang cewek keren satu ini. Hmm, mungkin konser dia bertajuk RED TOUR ini kan disponsori sama salah satu brand ice cream terkenal jadi untuk edisi kali ini ice cream tersebut ngeluarin produk ice cream limited edition RED - Taylor Swift dan bikin semua orang pada kerajingan buat beli itu es krim. Gue juga salah satu yang beli juga karena ada tulisan RED dan gambar Taylor Swiftnya sih. Hehehe. Rasanya juga enak yang strawberry.
Untuk lagu-lagu Taylor Swift buat recommended apa ya. Gue kasih yang paling sering gue dengerin aja deh ya
  1. RED
  2. Everything Has Changed
  3. We Are Never Ever Getting Back Together (kasih nih lagu buat mantan kalian.)
  4. I Knew You Were Trouble
  5. 22
  6. Mine
  7. Back To December (lagu wajib kalo karokean)
  8. Love Story (Romantis banget)
  9. All to Well
  10. Crazier
  11. Dll


Minggu, 01 Juni 2014

Di mana tempat yang bisa aku sebut "RUMAH"??

Rumah bukan hanya sebuah bangunan yang bisa melindungi kita dari panas atau hujan. Tapi rumah adalah tempat kita kembali dari lelahnya dan kerasnya dunia luar, rumah yang bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi kita. Setiap kita pulang kita bisa melupakan sejenak keriuhan dunia luar karena di dalam rumah ada orang-orang tersayang yang menyambut kedatangan kita, ada telinga-telinga yang siap akan cerita tentang kejamnya dunia luar.
Aku hanya ingin dapatkan itu di rumah. Sebuah kenyamanan bukan sebuah tekanan dari mereka.



Sabtu, 31 Mei 2014

Seeing how happy you are now with her, make me realize i can never get back what i regretfully let go
you know that you're in love when the hardest thing to do is saying goodbye

Jumat, 30 Mei 2014

Melepasmu adalah hal yang paling sulit aku lakukan, tetapi bertahan mencintaimu justru akan jauh lebih menyakitkan.

Kamis, 29 Mei 2014

Tentang Aku dan Keinginanku Menjadi Wanita Feminin

Aku terlahir sebagai seorang wanita tapi entah mengapa aku terbilang anak yang tomboy seperti anak laki-laki.
Ketika aku kecil aku lebih sering bermain mainan anak laki-laki seperti gangsing, mobil atau robot. Itulah mengapa aku tidak pernah bisa bermain lompat karet atau bola bekel sampai sekarang. Aku ingat aku punya kaos baja hitam (salah satu superhero di masa itu), aku punya robot-robotan yang bisa berjalan dan bersuara. Aku tidak bisa diberi perhiasan seperti anting-anting, kalung, cincin atau gelang. Karena setiap aku memakainya aku selalu saja menghilangkannya.
Aku punya riwayat penyakit yang entah darimana datangnya hingga hinggap di tubuhku ini. Dulu saat aku kecil aku tidak boleh capek sedikit, aku tidak boleh dibentak kasar, aku tidak boleh banyak pikiran berlebih; karena itu akan menyebabkan aku sakit. Ada cerita yang cukup menggelitik jika aku mengingatnya sekarang. Jadi, dulu saat aku duduk di bangku SD setiap akan diadakan ujian semester aku selalu sakit dan selalu saja mengikuti ujian susulan di ruang guru. Itulah salah satu stres berlebihku dulu. Tapi di balik lemahnya tubuhku dulu aku termasuk anak yang banyak teman di sekolah. Aku termasuk anak yang dominan di kelas, ibaratnya aku dan teman-teman ditakuti oleh teman-teman lain entah apa sebabnya. Aku pernah berkelahi dengan anak laki-laki dari SD sebelah. 
Tapi setelah lulus SD aku masuk MTs, sejajar dengan SMP tetapi itu sekolah Islam yang mewajibkan muridnya mengenakan jilbab. Aku sedikit berubah saat SMP karena aku mengenakan jilbab dan rok panjang mungkin, tapi aku tidak meninggalkan hobi sepak bola ku. Aku suka sekali sepak bola dari tahun 2002, atlit sepak bola yang sudah kukagumi 14 tahun lamanya yaitu Iker Casillas Fernandez. Karena hobi sepak bolaku ini kebanyakan temanku di SMP adalah anak laki-laki. Kami (aku dan teman laki-laki yang hobi sepak bola) sering sekali berkumpul di koridor depan kelas, jadwalnya setiap pagi dan tak lupa membawa koran olah raga lalu kami gelar rame-rame di depan kelas. Seru sekali jika aku mengingatnya lagi. Oh ya, saat aku SMP aku adalah ketua kelas perempuan satu-satunya di angkatanku. Ada 10 kelas; 9 orang ketua kelas laki-laki dan aku perempuan sendiri. Itulah setiap kali rapat ketua kelas aku merasa teristimewa. Selain itu jika ada class meeting aku pernah ikut lomba futsal antar kelas, tidak sering tapi aku pernah beberapa kali. Di SMP aku sudah mengenal 'cowok' dalam artian cinta-cintaan. Aku pernah nge-date dengan kakak kelas yang aku incar, Rendi. Ya, dia mengajakku pergi dan makan saat kami libur sekolah. Sekarang Ka Rendi sudah jadi Sarjana Sastra di Bandung. Selebihnya aku mengenal beberapa laki-laki lain; kakak kelas atau teman seangkatanku. Aku tidak berpacaran, aku hanya berteman.
Di penghujung kelulusan SMP, aku dekat dengan laki-laki seangkatanku di SMP, ya dia pacar pertamaku di SMA. Aku sekolah di SMK dan (mantan) kekasihku itu di STM yang tidak jauh dari sekolahku. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk putus, sudah kurang lebih 4 tahun berlalu. Dulu, aku anti berteman dengan dia tapi sekarang aku sudah berteman dan dia masih sangat baik padaku (kebaikan yang baru-baru ini dia membeli sepatu gunung baru untuk aku kenakan saat aku mendaki papandayan dan dia meminjami aku alat gunung selalu.)
di SMK aku pun mengenakan jilbab saat sekolah jadi aku tidak terlalu tomboy. Aku kenal dengan teman SMA-ku dia lebih tomboy penampilannya laki sekali. Saat ini dia sudah menikah (kalah gue kalah). Dulu aku belum berjilbab kemana-mana masih dengan rambut yang aku pajang kemana-mana. Tiap kali aku main aku kenakan celana jeans robek-robek, kemeja atau kaos gelap, sepatu kets. Aku membeli sepatu sneakers harga 250ribu. Aku mendengarkan musik metal, aku pergi menonton band metal yang kerap kali rusuh. Itu terjadi hingga aku semester 2 di kampus. Hanya saja setelah lulus SMA aku memutuskan kemana-mana mengenakan jilbab tapi pakaianku, selera musikku dan sepak bolaku tidak aku tinggalkan. Aku hanya meninggalkan celana robek-robekku.
Kuliah semester 1 dan 2 pakaianku tak karuan, kemeja atau kaos dan sneakers yang sering aku gunakan. Aku masih mendengar musik metal dan membuat kaget teman-teman laki-laki yang baru mengenalku. Hingga semester 3 aku mulai sedikit merubah penampilanku lebih ke perempuan. Aku kini meninggalkan sepatu sneakersku dan menggantinya dengan flat shoes. Aku mulai mengganti musikku dengan musik pop dan k-pop. Ini yang membuat teman laki-lakiku tertawa saat tahu aku beralih ke k-pop.
Saat ini teman laki-laki ku banyak sekali, entah mengapa berteman dengan laki-laki lebih seru dan tidak banyak mau. Hobi laki-laki yang aku senangi sekarang adalah naik gunung, entah mengapa aku suka membawa beban berat di punggungku, berjalan di tengah hutan. Anehnya penyakitku tidak kambuh saat ini, tidak seperti dulu. 

Tapi ketahuilah dibalik kesenanganku yang agak maskulin sesungguhnya aku ingin sekali menjadi wanita feminin. Aku ingin terlihat cantik, aku ingin dipuji cantik bukan diledek "emang lo cewek?" . Mungkin niat untuk menjadi berubah seperti itu. Aku pernah berniat mempercantik diriku tapi hanya berlangsung satu hari atau beberapa minggu saja selebihnya aku tinggalkan karena terlalu bertele-tele dan makan waktu.
Saat ini aku memang sedang mengeluh, bukannya aku tidak bersyukur tapi aku ingin menjadi apa yang sudah Tuhan kodratkan. Aku normal masih menyukai laki-laki tapi aku tidak seperti wanita kebanyakan yang senang bersolek. Ini aku yang cuek dengan penampilan fisik dan keinginan terpendamku ingin menjadi wanita feminin.