Pagi ini aku menghabiskan waktuku dengan niat awal mengecat kamar tapi entah mengapa tumpukan tas yang tergantung di tembok kamarku terlihat mengganggu pandangan mata.
Aku raih tas-tas yang menggantung yang jumlahnya sudah cukup banyak itu; entah sepuluh atau berapa aku tak menghitungnya.
Aku bersihkan debu yang menempel di tas-tas itu, bahkan ada yang aku cuci karena tak pernah aku pakai padahal kondisinya masih sangat bagus. Sayang sekali.
Pagi ini aku membongkar kamar lebih tepatnya mencari-cari pekerjaan. Sungguh seusai subuh di bulan Ramadan ini membuat aku tak memiliki banyak aktivitas di pagi hari. Tak bisa melanjutkan tidur juga.
Aku membongkar kamarku tanpa sengaja aku menemukan sebuah surat dan catatan kecil. Surat itu aku temukan di dalam catatan kecilku. Catatan itu adalah buku harianku tahun 2006. Ya, itu sudah 8 tahun yang lalu. Aku membuka buku catatan harianku yang lalu itu. Membaca halaman demi halaman. Aku dibuat tersenyum pagi itu. Betapa tidak, tulisanku kala itu amat sangat lucu, polos dan anak-anak sekali. Maklum tahun 2006 aku masih di kelas 2 SMP. Kertas surat itupun sudah lusuh dan agak menguning tapi tulisannya masih jelas terbaca. Ada beberapa surat sebenarnya di dalam catatan harianku itu. Yang membuat aku tersenyum bahagia adalah surat dari sahabat-sahabatku yang saat ini masih tetap jadi sahabatku. Dalam surat itu berbunyi "best friends forever" dan ini sudah berlangsung delapan tahun dan semoga terus selamanya.
Tak hanya itu isi catatan harianku itu berisi nama seorang laki-laki. Saat aku kelas 1 SMP aku menyukai seorang laki-laki, dia adalah kakak kelasku namanya RENDI RISMANTO. Lucu sekali membaca cerita itu lagi. Entah keajaiban datang dari mana waktu dulu itu, aku menyukai kak Rendi dan berhasil dekat dengannya walau kita dekat saat dia sudah lulus dan menjadi anak SMA. Aku tak ingat pasti kapan dan bagaimana kita saling menukar nomor ponsel waktu itu, yang aku ingat saat itu aku masih kelas 2 SMP dan dia sudah kelas 1 SMA. Kita saling bertukar pesan singkat dan telpon kala itu. Ah, lucu sekali jika aku mengingatnya. Dan untuk pertama kalinya aku pergi berdua dengan laki-laki saat kelas 2 SMP! Ah, ini mungkin terlalu terburu-buru sebagai anak remaja. Tapi aku pastikan aku sangat gugup saat mengiyakan ajakan dia pergi. Aku-pun diyakinkan sahabat-sahabatku agar tetap mau dan menjaga diri, sederet nasihat sudah aku terima dari mereka.
Aku masih ingat saat itu aku menunggu dia di depan sekolahku, kemudian dia datang menjemput dengan sepeda motornya. Kami berdua pergi ke Hero Pamulang (saat ini sudah tidak ada) di sana aku di traktir main timezone dan es krim. Oh, Tuhan betapa sangat menyenangkan saat itu walau hanya main games, makan es krim dan lihat buku di gramedia. Hanya sekedar itu setelahnya memang dasar anak remaja yang masih labil jiwanya. Ka Rendi berkali-kali mengucap kata cinta tapi kami tak memutuskan untuk berpacaran karena aku tahu aku masih belum cukup umur, aku hanya kagum saja. Dia suka datang ke sekolahku yang membuat cewek-cewek SMP teriak histeris dan memandang kagum. Aku tak lagi berhubungan dengan dia sampai sekarang.
Gara-gara buku catatan harianku delapan tahun silam itu aku jadi teringat. Apa kabar dia?? Yang aku tahu kabarnya tahun lalu dia sudah menjadi sarjana sastra disalah satu universitas di Bandung dan sudah memiliki kekasih yang serius. Atau mungkin sekarang dia sudah menikah???
@eishafitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar