Aku terlahir sebagai seorang wanita tapi entah mengapa aku terbilang anak yang tomboy seperti anak laki-laki.
Ketika aku kecil aku lebih sering bermain mainan anak laki-laki seperti gangsing, mobil atau robot. Itulah mengapa aku tidak pernah bisa bermain lompat karet atau bola bekel sampai sekarang. Aku ingat aku punya kaos baja hitam (salah satu superhero di masa itu), aku punya robot-robotan yang bisa berjalan dan bersuara. Aku tidak bisa diberi perhiasan seperti anting-anting, kalung, cincin atau gelang. Karena setiap aku memakainya aku selalu saja menghilangkannya.
Aku punya riwayat penyakit yang entah darimana datangnya hingga hinggap di tubuhku ini. Dulu saat aku kecil aku tidak boleh capek sedikit, aku tidak boleh dibentak kasar, aku tidak boleh banyak pikiran berlebih; karena itu akan menyebabkan aku sakit. Ada cerita yang cukup menggelitik jika aku mengingatnya sekarang. Jadi, dulu saat aku duduk di bangku SD setiap akan diadakan ujian semester aku selalu sakit dan selalu saja mengikuti ujian susulan di ruang guru. Itulah salah satu stres berlebihku dulu. Tapi di balik lemahnya tubuhku dulu aku termasuk anak yang banyak teman di sekolah. Aku termasuk anak yang dominan di kelas, ibaratnya aku dan teman-teman ditakuti oleh teman-teman lain entah apa sebabnya. Aku pernah berkelahi dengan anak laki-laki dari SD sebelah.
Tapi setelah lulus SD aku masuk MTs, sejajar dengan SMP tetapi itu sekolah Islam yang mewajibkan muridnya mengenakan jilbab. Aku sedikit berubah saat SMP karena aku mengenakan jilbab dan rok panjang mungkin, tapi aku tidak meninggalkan hobi sepak bola ku. Aku suka sekali sepak bola dari tahun 2002, atlit sepak bola yang sudah kukagumi 14 tahun lamanya yaitu Iker Casillas Fernandez. Karena hobi sepak bolaku ini kebanyakan temanku di SMP adalah anak laki-laki. Kami (aku dan teman laki-laki yang hobi sepak bola) sering sekali berkumpul di koridor depan kelas, jadwalnya setiap pagi dan tak lupa membawa koran olah raga lalu kami gelar rame-rame di depan kelas. Seru sekali jika aku mengingatnya lagi. Oh ya, saat aku SMP aku adalah ketua kelas perempuan satu-satunya di angkatanku. Ada 10 kelas; 9 orang ketua kelas laki-laki dan aku perempuan sendiri. Itulah setiap kali rapat ketua kelas aku merasa teristimewa. Selain itu jika ada class meeting aku pernah ikut lomba futsal antar kelas, tidak sering tapi aku pernah beberapa kali. Di SMP aku sudah mengenal 'cowok' dalam artian cinta-cintaan. Aku pernah nge-date dengan kakak kelas yang aku incar, Rendi. Ya, dia mengajakku pergi dan makan saat kami libur sekolah. Sekarang Ka Rendi sudah jadi Sarjana Sastra di Bandung. Selebihnya aku mengenal beberapa laki-laki lain; kakak kelas atau teman seangkatanku. Aku tidak berpacaran, aku hanya berteman.
Di penghujung kelulusan SMP, aku dekat dengan laki-laki seangkatanku di SMP, ya dia pacar pertamaku di SMA. Aku sekolah di SMK dan (mantan) kekasihku itu di STM yang tidak jauh dari sekolahku. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk putus, sudah kurang lebih 4 tahun berlalu. Dulu, aku anti berteman dengan dia tapi sekarang aku sudah berteman dan dia masih sangat baik padaku (kebaikan yang baru-baru ini dia membeli sepatu gunung baru untuk aku kenakan saat aku mendaki papandayan dan dia meminjami aku alat gunung selalu.)
di SMK aku pun mengenakan jilbab saat sekolah jadi aku tidak terlalu tomboy. Aku kenal dengan teman SMA-ku dia lebih tomboy penampilannya laki sekali. Saat ini dia sudah menikah (kalah gue kalah). Dulu aku belum berjilbab kemana-mana masih dengan rambut yang aku pajang kemana-mana. Tiap kali aku main aku kenakan celana jeans robek-robek, kemeja atau kaos gelap, sepatu kets. Aku membeli sepatu sneakers harga 250ribu. Aku mendengarkan musik metal, aku pergi menonton band metal yang kerap kali rusuh. Itu terjadi hingga aku semester 2 di kampus. Hanya saja setelah lulus SMA aku memutuskan kemana-mana mengenakan jilbab tapi pakaianku, selera musikku dan sepak bolaku tidak aku tinggalkan. Aku hanya meninggalkan celana robek-robekku.
Kuliah semester 1 dan 2 pakaianku tak karuan, kemeja atau kaos dan sneakers yang sering aku gunakan. Aku masih mendengar musik metal dan membuat kaget teman-teman laki-laki yang baru mengenalku. Hingga semester 3 aku mulai sedikit merubah penampilanku lebih ke perempuan. Aku kini meninggalkan sepatu sneakersku dan menggantinya dengan flat shoes. Aku mulai mengganti musikku dengan musik pop dan k-pop. Ini yang membuat teman laki-lakiku tertawa saat tahu aku beralih ke k-pop.
Saat ini teman laki-laki ku banyak sekali, entah mengapa berteman dengan laki-laki lebih seru dan tidak banyak mau. Hobi laki-laki yang aku senangi sekarang adalah naik gunung, entah mengapa aku suka membawa beban berat di punggungku, berjalan di tengah hutan. Anehnya penyakitku tidak kambuh saat ini, tidak seperti dulu.
Tapi ketahuilah dibalik kesenanganku yang agak maskulin sesungguhnya aku ingin sekali menjadi wanita feminin. Aku ingin terlihat cantik, aku ingin dipuji cantik bukan diledek "emang lo cewek?" . Mungkin niat untuk menjadi berubah seperti itu. Aku pernah berniat mempercantik diriku tapi hanya berlangsung satu hari atau beberapa minggu saja selebihnya aku tinggalkan karena terlalu bertele-tele dan makan waktu.
Saat ini aku memang sedang mengeluh, bukannya aku tidak bersyukur tapi aku ingin menjadi apa yang sudah Tuhan kodratkan. Aku normal masih menyukai laki-laki tapi aku tidak seperti wanita kebanyakan yang senang bersolek. Ini aku yang cuek dengan penampilan fisik dan keinginan terpendamku ingin menjadi wanita feminin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar