kata-kata yang sudah tua
tinggal di dalam kamar
rindu menekuk lutut di sudut
luka bergelantungan di pintu
tidak ada lampu untuk masa lalu
atau cinta yang terbaring dan demam
cuma kenangan tersangkut di sarang laba-laba
dan ingatan membungkus tubuhnya yang biru
tidak ada kita di atas kasur
atau sisa napas di pinggir bantal
cuma kepergian yang membekas di jendela
dan selembar tirai yang masih menunggu
Selasa, 25 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Mine - Petra Sihombing
Girl your heart, girl your face is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore
Cause everytime you're by my side my blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly
And I want to make you mine
baby I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind
I'll say, you're the onlyone that I've waited for
:*
"and now i'm yours"
I say, you're the only one that I'll adore
Cause everytime you're by my side my blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly
And I want to make you mine
baby I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind
I'll say, you're the onlyone that I've waited for
:*
"and now i'm yours"
Kamis, 23 Januari 2014
nikmati masa single lo~
Beberapa
pekan ini entahlah banyak yang buat hati seorang jomblo ini happy. Yippieee!!
Ini gue sharing ya beberapa
“Hy
apa kabar is?”
1
pesan BBM di hape gue sekitar pukul 19.00 dari Hanafi. Siapa tuh Hanafi?
Oke
gini. Hanafi temen di kampus gue tapi dia semester 3 satu fakultas. Jadi dulu
kenal Hanafi sekitar 3 bulan yang lalu. Waktu itu gue abis makan siang dan
masih nunggu temen di lobby kampus sambil baca-baca mading dan ngobrol sama
beberapa teman lainnya. Gue sadar Hanafi ada gak jauh dari gue dan temen-temen
dan tiba-tiba dia nyamperin gue dan temen-temen “Hai, lagi pada ngapain?” . Gue
pun jawab “Lagi nunggu temen nih.” .
“Oh
iya ini gue ada tugas kewirausahaan disuruh nyoba buat jualan.”
“Jualan
apa?” temen gue menanggapi
“Parfum.
Oh iya kenalan dulu dong sama semuanya.” Dia dengan baiknya mengulurkan tangan
“Emang
lu semester berapa?” gue bertanya
“Gue
3. Semester apa? Fakultasnya?”
“Sama
kok Ekonomi Cuma kita semster 5.” Kata gue saat itu
“Woow,
berarti senior dong ya..” Kata dia sambil tersenyum
Temen-temen
gue gak gitu nge-respon keberadaan Hanafi saat itu. Jadi gue-lah mencoba
ngobrol dengan dia. Dan ngobrol siang itu berujung dengan ngasih kontak dia.
Yaudah akhirnya invite-invite BBM.
Setelah
kejadian itu gue emang gak pernah BBM karena emang gak ada urusan sama dia.
Kontak dia gak gue hapus. Dan beberapa minggu dari pertemuan gue sama Hanafi
siang itu, salah satu temen gue mau beli parfum dan hanya gue-lah yang punya
kontaknya. Akhirnya gue mulai BBMan sama dia ya sebatas order doang.
2
hari kemudian gue dan Hanafi ketemu lagi di kampus. Ya, dia kasih parfum
pesenan temen gue. Saat itu gue di kelas dan dia nyamperin ke kelas. Awalnya
main cari-carian. Hehehe
“Loh
lu disini sendirian?” Kata dia saat masuk kelas gue
“Iya
nih.” Eh iya dia kembali mengulurkan tangan dan minta maaf agak telat nemuin
gue
“Temen-temen
lu dimana?” Dia menarik kursi dan mendekatkannya di deket gue
“Lagi
pada makan.”
“Hmmm”
Dia sibuk ngebongkar-bongkar tas dan mengeluarkan semua isi tas-nya
“Sorry
ya berantakan isi tas gue gak karuan gini.” Kata dia sambil merapikan kertas
dan buku-buku yang dia bawa. Dan diantara tumpukan buku itu ada salah satu buku
yang sedang gue baca juga
“Loh
lu baca buku itu juga?” Kata gue sambil menunjuk ke arah tumpukan buku dia
“Iya.
Lu juga baca?”
“He’eh
bagus banget. Inspiratif.” Dia menyodorkan bukunya ke gue
“Punya
temen sih itu. Lu beli atau minjem juga kayak gue?”
“Kebetulan
gue beli sendiri.” Gue sambil buka-buka lembar buku itu
“Gue
baru sampe sini.” Kata dia langsung menunjuk halaman yang baru dia baca
“Wah
udah jauh ya lu. Gue baru sampe sini.”
Wah-wah ini kayak adegan
film Ada Apa Dengan Cinta. Pas Cinta dan Rangga lagi ngobrolin tentang puisi
Chairil Anwar. Hehehe
Percakapan gue siang itu bukan
ngobrolin parfum tapi ya malah ngobrolin buku itu dan percakapan dasar tentang
pribadi dia.
“Gue
balik dulu ya temen gue nungguin di luar.”
“Oke
deh. Makasih ya parfumnya.”
“Lu
gak turun buat makan?”
“Gue
lagi gak makan, Fi.”
“Puasa
atau?”
“Iya
puasa.”
“Wah
bagus-bagus. Semoga puasanya lancar ya.”
“Kalo
ada pesenan lagi gue hubungi ya.”
“Siipp.”
Oke pertemuan gue sama Hanfi siang
itu bikin senyum-senyum sendiri. Yang gue tangkap dari pertemuan siang itu
adalah Hanafi orang yang baik, agamanya bagus dan aktif.
Setelah itu gak ada orderan parfum
sampai saat ini dan gue gak pernah BBM-an sama dia lagi. Dan BBM dia semalem
itu adalah yang pertama setelah kita gak pernah BBM-an lagi setelah kita ketemu
siang itu.
“Hy
apa kabar is?” Gue balesnya 2 jam kemudian emang karena gue gak buka hape malam
itu. Sempet mikir sih kenapa nih anak, apa jangan-jangan mau nawarin parfum
wangi terbaru. Ternyata dugaan gue salah. Dia BBM ya ngobrol biasa. Nanyain gue
udah selesai baca buku itu atau belum dan percakapan berlanjut kemana-mana dan
sama sekali gak ngobrolin parfum. Ahh senangnya...
Nah
intinya dari cerita ini tuh
Kenapa
ya kalau kita berpikir “lagi males pacaran.” Itu pasti ada aja yang deket, ada
aja yang ngajak jalan atau bahkan ngajak pacaran dan pasti ada yang ‘wah’.
Hidup jadi jomblo itu happy-happy aja. Tapi lain hal-nya kalau kita berpikir
“pengen pacaran.” Atau pengen banget punya pacar malah gitu-gitu aja gak ada
perubahan apa-apa.
Jadi
menurut gue ya nikmatin aja masa single ini. Bukan berarti males pacaran jadi
males jaga diri. Bukan. Kita harus tetap menjaga diri dan melakukan perubahan
baik dalam diri kita. Kalau kita udah
happy jadi single pasti ada aja kan yang tertarik pengen macarin kita? Ya itu
lah definisi dari “Cinta datang saat kamu berhenti mencari.”
“Kamu tidak akan merasakan bebasnya
single, kalau belum pernah ngerasain terikatnya pacaran.”
“Single itu kemewahan. Kalau kamu
belum pernah ngerasain pacaran serius, kamu gak akan pernah sadar betapa
berharganya”
“Ada banyak kemewahan yang CUMA
BISA kamu lakuin pas single. Sayang suka dibuang orang, karena mupeng banget
pengen pacaran.”
“Memoles pengetahuan, hobi apalagi
pergaulan itu PALING GAMPANG dilakuin pas single. Dan efeknya bikin orang
pengen macarin kamu.”
“Orang yang jadi rebutan untuk
dipacarain biasanya malah orang-orang yang sangat menikmati dan memanfaatkan
masa singlenya.”
Oke
tadi itu kutipan dari source yang pernah gue baca. Jadi ya perbaiki diri aja!!
-eishafitri-
Jumat, 17 Januari 2014
Aku Ingin Kamu
Sungguh aku ingin kamu
Kamu yang memiliki hati yang penuh dengan kasih-Nya
Kamu yang memiliki ketaatan yang luar biasa pada Tuhan
Tidak ada yang lebih diinginkan seorang wanita selain sosok laki-laki yang baik agamanya, berwawasan luas, pekerja keras bertanggung jawab serta sayang keluarga.
Semua itu aku lihat dalam dirimu
Aku ingin kamu tapi aku merasa belum pantas mendampingimu.
Aku jauh dari kesempurnaan
Bukan aku pesimis tapi aku realistis
Bahwa sesungguhnya laki-laki baik akan bersama wanita baik, begitu yang diajarkan.
Maka kini aku terus berusaha menjadi yang lebih baik
Menjadikan diriku pantas mendampingimu yang baik
Dan seraya memanjatkan do'a :
"Semoga kelak Tuhan mempertemukan aku dan kamu dalam sebuah pertemuan yang halal yaitu pernikahan." Amiiin.
@eishafitri
Kamu yang memiliki hati yang penuh dengan kasih-Nya
Kamu yang memiliki ketaatan yang luar biasa pada Tuhan
Tidak ada yang lebih diinginkan seorang wanita selain sosok laki-laki yang baik agamanya, berwawasan luas, pekerja keras bertanggung jawab serta sayang keluarga.
Semua itu aku lihat dalam dirimu
Aku ingin kamu tapi aku merasa belum pantas mendampingimu.
Aku jauh dari kesempurnaan
Bukan aku pesimis tapi aku realistis
Bahwa sesungguhnya laki-laki baik akan bersama wanita baik, begitu yang diajarkan.
Maka kini aku terus berusaha menjadi yang lebih baik
Menjadikan diriku pantas mendampingimu yang baik
Dan seraya memanjatkan do'a :
"Semoga kelak Tuhan mempertemukan aku dan kamu dalam sebuah pertemuan yang halal yaitu pernikahan." Amiiin.
@eishafitri
Seperti Ini Kami Melepas Rindu
Ada sebuah kutipan indah dari Darwis Tere Liye, yang berbunyi : "Orang2
yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali
berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu
memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah
hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi
diganti yg lebih baik.
Aku tahu kamu merindu tetapi kamu tetap menjaga kehormatan karena kamu takut sekali berbuat dosa.
Kamu memilih senyap dan terus memperbaiki diri seraya berdo'a hingga waktu memberikan kabar baik.
Mereka bertanya bagaimana cara kami melepas rindu.
Kamu menjawab "Kami saling mendo'akan hingga waktu mempertemukan kembali."
Kami bertemu, kami bertukar kabar
Tidak saling menatap dalam mata
Tidak ada sentuhan maupun genggaman
Kami rindu namun kami saling menjaga agar tak berbuat dosa
Seperti itulah kami melepas rindu....
Aku tahu kamu merindu tetapi kamu tetap menjaga kehormatan karena kamu takut sekali berbuat dosa.
Kamu memilih senyap dan terus memperbaiki diri seraya berdo'a hingga waktu memberikan kabar baik.
Mereka bertanya bagaimana cara kami melepas rindu.
Kamu menjawab "Kami saling mendo'akan hingga waktu mempertemukan kembali."
Kami bertemu, kami bertukar kabar
Tidak saling menatap dalam mata
Tidak ada sentuhan maupun genggaman
Kami rindu namun kami saling menjaga agar tak berbuat dosa
Seperti itulah kami melepas rindu....
Jumat, 27 Desember 2013
Ketika Cinta Melumpuhkan Logika
Kisah
ini dimulai lagi dengan sejuta perubahan terjadi di hidupku. “Hidup itu memang suatu perubahan dan pasti
penuh dengan kejutan.”. Memasuki dunia baru di semester baru bertemu dengan
orang baru dengan karakter baru. Disisi lain dikelas itu memang ada seorang
laki-laki yang cukup dekat denganku sebut saja namanya Bayu. Awalnya aku hanya
menganggap biasa perlakuan yang Bayu berikan padaku. Tapi lambat laun perhatian
dia amat sangat berbeda, dia mulai meruntuhkan dinding pertahanan hati ku yang
kuat itu. Bayu salah satu anak yang jenius dikelas, otaknya kritis dan dia
mempunyai kelebihan disemua panca indranya, Ia bisa melihat kejadian yang belum
terjadi atau disembunyikan oleh orang lain. Untuk menaruh hati padanya amat sangat
mudah karena kepribadiannya yang sangat welcome
kepada siapapun. Mungkin awalnya perasaan aku ke Bayu hanya kecelakaan kecil,
karena aku sungguh tidak bisa membedakan mana yang namanya gombal atau
keseriusan. Aku telan habis semua perkataan manis Bayu, perhatian manis dia
hingga akhirnya aku merasakan desir-desir berbeda dihati.
Aku
saat itu tahu bahwa Bayu sudah memiliki kekasih. Aku masih bisa menahan saat
dia mencoba meluncurkan kalimat gombalnya ku alihkan menjadi sebuah candaan
memecahkan suasana. Namun entah mengapa Ia tak juga menjauh semakin lama
semakin dekat, semakin lama semakin manis saja yang aku tengguk darinya.
Posisinya saat itu aku sudah lama sendiri kurang lebih setengah tahun tidak
dihujani perhatian sedalam itu maka ku telan habis semua perkataan manis dia
dan mulai salah mengartikan perhatiannya yang aku rasakan cinta. Saat aku
melihat Bayu dan kekasihnya berdua rasanya seperti teriris, mungkin ini yang
disebut cinta dan inilah rasanya cemburu.
Berkali aku coba mengartikan apa perasaan
ini dan dapat aku tarik kesimpulan bahwa ini bukan rasa yang biasa, ini cinta. Ia
tak pernah absen untuk menghubungi ku setiap harinya, aku dibuat nyaman
berjam-jam bercerita dengannya melalui telpon. Hingga akhirnya dia menguak
semua perasaan yang Ia rasakan, diluar dugaan dia memiliki rasa yang sama
dengan apa yang aku rasakan padanya. Ia kerap kali cemburu melihat aku dengan
teman laki-lakiku, Ia kerap kali terdiam karena menahan rasa cemburunya. Aku
dan dia memutuskan untuk menjalani diluar norma yang berlaku, saat dia memiliki
kekasih dan kami menjalaninya pula, menjalani dengan segala kerahasian.
“Cinta memang bisa datang kapan
saja, cinta datang karena terbiasa.”
Entahlah mengapa hati ini tertarik dengan hati yang sudah dimiliki orang lain.
Aku merasa nyaman dengannya dan buruknya aku mulai terbiasa dengan
perhatiannya. Aku merasa takut kehilangan meski jelas-jelas aku tak dapat
memilikinya. Aku mencari suaranya ketika hari dimana dia tidak meneleponku, aku
mencari-cari messagenya ketika ia tidak mengirimi aku pesan teks. “Cinta bisa membuat dirimu bodoh didepan
orang yang kau sukai.” Aku terlalu bodoh untuk dia yang sudah dimiliki
wanita lain namun aku tak bisa mengabaikan jutaan perhatian yang Ia berikan. “Cinta membuat akal sehatmu tak berguna,
melumpuhkan logika.”
Aku
dan Bayu sering menghabiskan waktu berjam-jam ditelpon mengumbar kata cinta,
tak berhenti mengetik pesan teks yang berisi panggilan sayang, berbagi cerita
segalanya. Logika ku menyatakan bahwa itu salah namun hatiku tak bisa mengendalikan
perasaan aku terhadap Bayu, aku terlalu naif jika mengabaikan Bayu. Berkali aku
berpikir keras, aku temui jawabannya bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu akan
berakhir sia-sia, bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu pada akhirnya akan
melukai diriku sendiri, bahwa pada akhirnya aku yang harus mundur dari hidup
Bayu, bahwa pada akhirnya jika semua terbongkar semua mencerca diriku. Namun ku
ikuti kata hati, aku tetap berjalan seperti air mengalir.
***
Aku
dan Bayu banyak menghabiskan waktu berdua, bercanda, bercerita seperti sepasang
kekasih lainnya. Ia sering datang ke rumah ku untuk sekadar bertemu dan
bercerita, dia mengajak keluar rumah saat malam dimana kebanyakan sepasang
kekasih pergi, ya malam minggu. Sudah lama aku tak merasakannya pergi berdua
dibawah langit malam bergandeng tangan menikmati lampu kota dan makan makanan
kaki lima. Oh, indahnya malam mingu pertama ku dengan dia. Tak berhenti dimalam
itu perjalanan cinta ku dan Bayu terus berlanjut di hari-hari berikutnya.
Sampai dimana ada ide yang sangat briliant Ia menuangkan ide menggambar di
tembok kamarku dan terciptalah sebuah menara Eiffel berdiri tegak di dinding
kamarku dipadukan dengan warna warni yang menyala, sungguh indahnya. Salah satu
mimpiku Ia wujudkan. Aku tak dapat menggambarkan apa yang aku rasa saat itu,
jika ada kata yang melebihi bahagia mungkin akan aku ucapkan, aku teriakan. Tak
pernah aku merasa sebahagia ini, merasa senyaman ini dengan seorang lelaki.
***
Waktu terus
berputar, hari berganti perasaan ragu sering kali menghampiri. Setiap kali kami
bertemu diujung pertemuan selalu terlontar kalimat “sampai kapan kita seperti
ini?”. Berkali aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dan berkali pula
aku berpikir betapa aku harus membiasakan diri nantinya tanpa Bayu, betapa aku
harus mengubah ritme hatiku terhadap Bayu nantinya. Namun aku dan Bayu tak
pernah benar-benar berakhir, hubungan aku dan Bayu kembali membaik lagi. “aku terlalu naif untuk mengabikanmu. I’m stuck
on you..”
“it’s like reading a book over and over again when
you already know how it ends.”
Hari-hari
penuh cinta kembali mendera diriku. Hingga saat dimana Bayu datang ke rumahku
dengan membawa setangkai mawar putih. He
is so romantic person. Ia menepati janjinya. Aku langsung memeluk Bayu erat
mengucapkan beribu terima kasih padanya. Begitu seterusnya kita menjalin kasih.
Kita
bisa terbang bebas bersama tak melihat keadaan sekitar namun ada kalanya saat
kita benar-benar diatas kita dipaksa turun ke bawah atau bahkan langsung jatuh
ke bawah. Berkali-kali kita jatuh
berkali-kali kita saling membantu untuk bangun dan berjalan kembali. SAKIT!
Hubungan ini diibaratkan seperti “memiliki
sebuah baju baru namun disimpan terus dalam lemari.” Cinta yang penuh perjuangan.
***
Setiap hari aku harus bersikap
tegar, bersikap tak merasakan apa-apa padahal aku cemburu. Dihadapan kekasihnya
aku bersikap seperti teman biasa namun dalam hatiku menumpuk rasa cemburu yang
sudah teramat perih. Aku, Bayu, kekasihnya dan beberapa teman lain menghabiskan
waktu pergi menonton bioskop, makan siang bersama dan aktivitas lainnya dimana
aku melihat dengan jelas Bayu dan kekasihnya bermesraan tepat dihadapanku.
Mereka tak tau tentang hubungan aku dan Bayu, mereka tak tahu betapa sakit yang
aku rasakan.
“Jadilah selingkuhan maka kamu akan belajar caranya
bersabar” –Raditya Dika via Twitter-
Lelah
yang aku rasakan semakin hari aku semakin mencintai Bayu, semakin sakit pula
yang aku rasakan. Aku tak ingin membuat orang lain sakit karena cinta yang
salah ini, aku bertekad untuk menyudahinya. Sungguh.
Bayu
masih tak mempercayai kata-kataku, namun aku masih tetap pada pendirianku. Bayu
akhirnya mau menyudahi, Ia hanya mengatakan “Aku sayang kamu. Maaf telah
membuatmu seperti ini.”
Sungguh
aku berat meninggalkan Bayu yang selama ini telah mengisi tiap lembar diary ku,
buku harianku diisi oleh spidol warna-warni semenjak Bayu datang. Kini dan
tentunya nanti buku diary ku diisi oleh tinta hitam lagi, tanpa cerita Bayu
didalamnya. Aku tak ingin menyakiti siapapun, terutama menyakiti diriku
sendiri. Biarlah aku merasakan sakitnya sekarang sebelum semuanya semakin sakit
dan aku semakin tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“orang besar itu adalah orang yang bertanggung jawab
mengakui kesalahannya dan meminta maaf...”
Aku
merasa sangat bersalah pada kekasih Bayu, kekasih Bayu pun sudah menyimpan
curiga diantara cinta aku dan Bayu. Maka hari ini aku temui kekasih Bayu, aku
melakukan hal gila. Namun tak apalah aku ingin segala masalah ini tuntas hingga
bersih. Aku bertemu kekasih Bayu di suatu tempat dimana ada ketenangan disana,
tak ada orang lain selain aku dan kekasih Bayu. Aku mulai memperkenalkan diriku
secara resmi dengan kekasihnya. Kami duduk berhadapan, saling menatap mata
layaknya 2 orang dewasa sedang menyelesaikan masalah. Ku tarik nafas panjang
menenangkan diriku sendiri dan mulailah aku membuka percakapan siang itu. Aku
meminta maaf kepadanya dengan tulusku. Padahal menurut salah satu penulis
favoritku, Bernard Batubara pernah membahas sedikit tentang novelnya “CINTA.”
Bahwa dalam kebanyakan orang menganggap bahwa dalam sebuah perselingkuhan, si
selingkuhan adalah satu-satunya pihak yang patut disalahkan. Seolah-olah si
pelaku selingkuh tidak bersalah karena ia sedang khilaf. Dan yang diselingkuhi
sama sekali suci karena ia adalah korban. Semua pihak sama-sama bisa
disalahkan.
Tak
apa aku meminta maaf lebih dulu karena “Apologizing
doesnt mean always mean you are wrong and the other person right. It just means
you value relationship more than ego.” –Andrei Aksana-
“aku
selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan pacarmu...” Kata-kata terakhir aku
diujung kisahku dengan Bayu. Menyakitkan. Sampai saat ini aku masih berteman
baik dan sedang mencoba untuk menghilangkan rasa cintaku kepada Bayu. Do’akan J
Kamis, 12 Desember 2013
Aku tidak pernah sempat jatuh cinta, kataku kepadamu pagi itu. Kau bertanya mengapa dan aku tidak butuh waktu lama untuk menjawabnya. Karena aku hanya sementara. Kau menolak ucapanku dan merengkuhku semakin erat. Aku berkali-kali berkata kepadamu. Percuma. Aku hanya setitik embun dan menemanimu sebentar saja, setelah itu aku akan menguap, atau jatuh ke tanah dan mati. Aku mendengar kau berteriak begitu keras. Kau berkata, mengapa perpisahan kita terjadi begitu lekas.
Aku tidak tahu, kataku. Namun, beginilah seharusnya. Kau harus bisa menerima. Banyak hal indah memang hanya berlangsung untuk sementara. Kau bisa mencintai embun yang lain jika mau. Tetapi kau menolak. Kau bersikeras menginginkan aku. Kau tahu, jika saja aku punya keberanian untuk mengucapkan hal itu, aku akan berkata padamu, aku pun mau. Tetapi aku tidak bisa. Aku hanya setitik embun dan aku lahir untuk sebuah sementara.
Selamat tinggal dan terima kasih. Aku akan merindukan rengkuhan itu. Rengkuhan saat kau begitu takut kehilangan aku.
-Benzbara
Aku tidak tahu, kataku. Namun, beginilah seharusnya. Kau harus bisa menerima. Banyak hal indah memang hanya berlangsung untuk sementara. Kau bisa mencintai embun yang lain jika mau. Tetapi kau menolak. Kau bersikeras menginginkan aku. Kau tahu, jika saja aku punya keberanian untuk mengucapkan hal itu, aku akan berkata padamu, aku pun mau. Tetapi aku tidak bisa. Aku hanya setitik embun dan aku lahir untuk sebuah sementara.
Selamat tinggal dan terima kasih. Aku akan merindukan rengkuhan itu. Rengkuhan saat kau begitu takut kehilangan aku.
-Benzbara
Setitik Embun
Aku hanya sementara untukmu. Jangan jatuh cinta padaku.
Aku ingat, kau begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Namun, aku tahu pagi itu matahari terlambat datang. Entah karena apa. Mungkin semalaman ia begadang dengan teman-temannya atau menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Aku tidak sembarangan menebak, karena sebenarnya hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Tetapi kau belum tahu, sebab kau tampak terkejut saat aku bercerita tentang hal itu kepadamu.
Kau tahu kan, yang berada di langit hanya mencintai yang di langit pula?
Setelah aku mengucapkan itu, kau mendesah lesu dan mengomeli dirimu sendiri. Kau bilang, seharusnya kau sadar bahwa kau tidak pernah sekalipun menjadi hal yang menarik baginya selama ini. Kau hanya mengaguminya dari permukaan bumi dan perasaan kalian hanya muncul di satu sisi. Hanya disisimu.
Cinta bertepuk sebelah tangan? Aku mendapatkan istilah itu dari embun tetangga di ranting sebelah. Aku tahu kau sangat mengerti, sebab kau mengangguk-anggukan kepalamu, membuat tubuhku terguncang-guncang. Hampir saja aku jatuh, sebelum akhirnya kau dengan sigap meraih dan merengkuhku.
Rengkuhan pertamamu itu, rengkuhan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dan terus terang, aku menikmatinya.
-Benzbara
Aku ingat, kau begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Namun, aku tahu pagi itu matahari terlambat datang. Entah karena apa. Mungkin semalaman ia begadang dengan teman-temannya atau menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Aku tidak sembarangan menebak, karena sebenarnya hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Tetapi kau belum tahu, sebab kau tampak terkejut saat aku bercerita tentang hal itu kepadamu.
Kau tahu kan, yang berada di langit hanya mencintai yang di langit pula?
Setelah aku mengucapkan itu, kau mendesah lesu dan mengomeli dirimu sendiri. Kau bilang, seharusnya kau sadar bahwa kau tidak pernah sekalipun menjadi hal yang menarik baginya selama ini. Kau hanya mengaguminya dari permukaan bumi dan perasaan kalian hanya muncul di satu sisi. Hanya disisimu.
Cinta bertepuk sebelah tangan? Aku mendapatkan istilah itu dari embun tetangga di ranting sebelah. Aku tahu kau sangat mengerti, sebab kau mengangguk-anggukan kepalamu, membuat tubuhku terguncang-guncang. Hampir saja aku jatuh, sebelum akhirnya kau dengan sigap meraih dan merengkuhku.
Rengkuhan pertamamu itu, rengkuhan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dan terus terang, aku menikmatinya.
-Benzbara
Kepada Daun
Sebagai setitik embun, tak ada yang bisa ku berikan selain sejuk tubuh rapuhku.
Aku akan segera mati, cintailah embun yang lain
-Benzbara
Aku akan segera mati, cintailah embun yang lain
-Benzbara
Tepian Daun
Kau tahu aku mencintaimu. Karena itu aku mengikhlaskanmu.
Aku ingat, aku begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Mungkin juga patah hati. Aku juga tidak tahu mengapa aku layak untuk patah hati. Padahal aku dan matahari tidak pernah menjalin janji apa-apa. Hubungan kami pun sebatas dua benda yang saling memberi kabar dari jauh. Kami berbicara tentang apa saja. Namun, dia, matahari yang membuatku jatuh cinta, tidak pernah bercerita apa-apa.
Ia berkata, ia dilahirkan hanya untuk menyinari. Itu saja. Selebihnya, aku tidak tahu hal lain tentang dia. Tapi aku mencintainya. Dan seseorang yang sedang jatuh cinta adalah peneliti yang mahir, bukan?
Maka, semenjak aku tahu bahwa aku jatuh hati kepada matahari yang lahir hanya untuk menyinari, aku mencari tahu tentangnya. Apapun tentang dia. Asal-usulnya, sanak familinya, kerabat-kerabatnya, teman dan sahabatnya, musuhnya. Bahkan aku mencari tahu tentang sekolahnya, kampusnya, tempat kerjanya, tempat ia menghabiskan waktunya saat istirahat dan seterusnya. Sudah ku bilang tadi, orang yang sedang jatuh cinta punya rasa penasaran yang bahkan bisa membunuh seekor harimau bengali.
Tetapi aku tidak menemukan apapun tentangnya. Tidak satupun, selain apa yang sudah ia beritahukan kepadaku. Bahwa ia matahari dan ia lahir hanya untuk menyinari.
Lalu aku mulai curiga.
Kau tahu apa yang ada dipikiranku, di pikiran setiap orang, ketika pagi berganti siang, siang menjadi sore, sore berubah petang, petang menjelma malam, dan matahari kemudian menghilang? Kemana lantas ia pergi?
Aku tidak pernah tahu ini. Dan dia membuatku penasaran setengah mati.
Sejak itu, aku mengenl bulan. Ia mirip matahari, namun tidak seterang matahari. Tentu saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan sinar matahari yang membuat aku jatuh cinta. Tidak ada yang bisa menyainginya, meski seluruh cahaya dari alam lain berkumpul dan bersatu untuk menundukkan ia. Aku tidak bisa menemukan matahariku dimanapun, sebab aku hanya tepian daun. Aku hanya menunggu dia setiap pagi, menanti lembut sinarnya yang merayap di sekujur tubuhku. Ia tidak pernah gagal membuatku merasa nyaman dan hadir untuk menjadi teman.
Oh iya, teman. Begitu pada akhirnya ia berkata kepadaku.
"Aku hanya menganggapmu sebagai teman," salah satu dari beratus-ratus sulur cahayanya berbisik di telinga ku. "Maaf aku tidak pernah memberitahumu selama ini, tapi aku jatuh cinta kepada bulan."
Sejak itu, cahayanya, cahaya matahari yang sempat membuatku jatuh cinta, tidak lagi terasa sama. Tidak pernah terasa sama.
Aku tidak menyukai bulan. Sebab setiap ia ada, matahariku menjadi tidak ada.
Kemudian pada suatu pagi yang lain, saat aku tidak lagi menunggu matahari dan berharap tidak pernah lagi ada pagi.
-Benzbara
Aku ingat, aku begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Mungkin juga patah hati. Aku juga tidak tahu mengapa aku layak untuk patah hati. Padahal aku dan matahari tidak pernah menjalin janji apa-apa. Hubungan kami pun sebatas dua benda yang saling memberi kabar dari jauh. Kami berbicara tentang apa saja. Namun, dia, matahari yang membuatku jatuh cinta, tidak pernah bercerita apa-apa.
Ia berkata, ia dilahirkan hanya untuk menyinari. Itu saja. Selebihnya, aku tidak tahu hal lain tentang dia. Tapi aku mencintainya. Dan seseorang yang sedang jatuh cinta adalah peneliti yang mahir, bukan?
Maka, semenjak aku tahu bahwa aku jatuh hati kepada matahari yang lahir hanya untuk menyinari, aku mencari tahu tentangnya. Apapun tentang dia. Asal-usulnya, sanak familinya, kerabat-kerabatnya, teman dan sahabatnya, musuhnya. Bahkan aku mencari tahu tentang sekolahnya, kampusnya, tempat kerjanya, tempat ia menghabiskan waktunya saat istirahat dan seterusnya. Sudah ku bilang tadi, orang yang sedang jatuh cinta punya rasa penasaran yang bahkan bisa membunuh seekor harimau bengali.
Tetapi aku tidak menemukan apapun tentangnya. Tidak satupun, selain apa yang sudah ia beritahukan kepadaku. Bahwa ia matahari dan ia lahir hanya untuk menyinari.
Lalu aku mulai curiga.
Kau tahu apa yang ada dipikiranku, di pikiran setiap orang, ketika pagi berganti siang, siang menjadi sore, sore berubah petang, petang menjelma malam, dan matahari kemudian menghilang? Kemana lantas ia pergi?
Aku tidak pernah tahu ini. Dan dia membuatku penasaran setengah mati.
Sejak itu, aku mengenl bulan. Ia mirip matahari, namun tidak seterang matahari. Tentu saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan sinar matahari yang membuat aku jatuh cinta. Tidak ada yang bisa menyainginya, meski seluruh cahaya dari alam lain berkumpul dan bersatu untuk menundukkan ia. Aku tidak bisa menemukan matahariku dimanapun, sebab aku hanya tepian daun. Aku hanya menunggu dia setiap pagi, menanti lembut sinarnya yang merayap di sekujur tubuhku. Ia tidak pernah gagal membuatku merasa nyaman dan hadir untuk menjadi teman.
Oh iya, teman. Begitu pada akhirnya ia berkata kepadaku.
"Aku hanya menganggapmu sebagai teman," salah satu dari beratus-ratus sulur cahayanya berbisik di telinga ku. "Maaf aku tidak pernah memberitahumu selama ini, tapi aku jatuh cinta kepada bulan."
Sejak itu, cahayanya, cahaya matahari yang sempat membuatku jatuh cinta, tidak lagi terasa sama. Tidak pernah terasa sama.
Aku tidak menyukai bulan. Sebab setiap ia ada, matahariku menjadi tidak ada.
Kemudian pada suatu pagi yang lain, saat aku tidak lagi menunggu matahari dan berharap tidak pernah lagi ada pagi.
-Benzbara
Langganan:
Postingan (Atom)