Catatan Domba Betina

Kamis, 12 Desember 2013

Aku tidak pernah sempat jatuh cinta, kataku kepadamu pagi itu. Kau bertanya mengapa dan aku tidak butuh waktu lama untuk menjawabnya. Karena aku hanya sementara. Kau menolak ucapanku dan merengkuhku semakin erat. Aku berkali-kali berkata kepadamu. Percuma. Aku hanya setitik embun dan menemanimu sebentar saja, setelah itu aku akan menguap, atau jatuh ke tanah dan mati. Aku mendengar kau berteriak begitu keras. Kau berkata, mengapa perpisahan kita terjadi begitu lekas.

Aku tidak tahu, kataku. Namun, beginilah seharusnya. Kau harus bisa menerima. Banyak hal indah memang hanya berlangsung untuk sementara. Kau bisa mencintai embun yang lain jika mau. Tetapi kau menolak. Kau bersikeras menginginkan aku. Kau tahu, jika saja aku punya keberanian untuk mengucapkan hal itu, aku akan berkata padamu, aku pun mau. Tetapi aku tidak bisa. Aku hanya setitik embun dan aku lahir untuk sebuah sementara.

Selamat tinggal dan terima kasih. Aku akan merindukan rengkuhan itu. Rengkuhan saat kau begitu takut kehilangan aku.

-Benzbara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar