Aku hanya sementara untukmu. Jangan jatuh cinta padaku.
Aku ingat, kau begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Namun, aku tahu pagi itu matahari terlambat datang. Entah karena apa. Mungkin semalaman ia begadang dengan teman-temannya atau menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Aku tidak sembarangan menebak, karena sebenarnya hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Tetapi kau belum tahu, sebab kau tampak terkejut saat aku bercerita tentang hal itu kepadamu.
Kau tahu kan, yang berada di langit hanya mencintai yang di langit pula?
Setelah aku mengucapkan itu, kau mendesah lesu dan mengomeli dirimu sendiri. Kau bilang, seharusnya kau sadar bahwa kau tidak pernah sekalipun menjadi hal yang menarik baginya selama ini. Kau hanya mengaguminya dari permukaan bumi dan perasaan kalian hanya muncul di satu sisi. Hanya disisimu.
Cinta bertepuk sebelah tangan? Aku mendapatkan istilah itu dari embun tetangga di ranting sebelah. Aku tahu kau sangat mengerti, sebab kau mengangguk-anggukan kepalamu, membuat tubuhku terguncang-guncang. Hampir saja aku jatuh, sebelum akhirnya kau dengan sigap meraih dan merengkuhku.
Rengkuhan pertamamu itu, rengkuhan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dan terus terang, aku menikmatinya.
-Benzbara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar