Catatan Domba Betina

Minggu, 16 Februari 2014

Mine - Petra Sihombing

Girl your heart, girl your face is so different from them others 
I say, you're the only one that I'll adore
Cause everytime you're by my side my blood rushes through my veins
 And my geeky face, blushed so silly
And I want to make you mine
baby I'll take you to the sky 
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die 
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm 
Lingers always on my mind
I'll say, you're the onlyone that I've waited for



:* 
"and now i'm yours"

Kamis, 23 Januari 2014

nikmati masa single lo~


Beberapa pekan ini entahlah banyak yang buat hati seorang jomblo ini happy. Yippieee!! Ini gue sharing ya beberapa
“Hy apa kabar is?”
1 pesan BBM di hape gue sekitar pukul 19.00 dari Hanafi. Siapa tuh Hanafi?
Oke gini. Hanafi temen di kampus gue tapi dia semester 3 satu fakultas. Jadi dulu kenal Hanafi sekitar 3 bulan yang lalu. Waktu itu gue abis makan siang dan masih nunggu temen di lobby kampus sambil baca-baca mading dan ngobrol sama beberapa teman lainnya. Gue sadar Hanafi ada gak jauh dari gue dan temen-temen dan tiba-tiba dia nyamperin gue dan temen-temen “Hai, lagi pada ngapain?” . Gue pun jawab “Lagi nunggu temen nih.” .
“Oh iya ini gue ada tugas kewirausahaan disuruh nyoba buat jualan.”
“Jualan apa?” temen gue menanggapi
“Parfum. Oh iya kenalan dulu dong sama semuanya.” Dia dengan baiknya mengulurkan tangan
“Emang lu semester berapa?” gue bertanya
“Gue 3. Semester apa? Fakultasnya?”
“Sama kok Ekonomi Cuma kita semster 5.” Kata gue saat itu
“Woow, berarti senior dong ya..” Kata dia sambil tersenyum
Temen-temen gue gak gitu nge-respon keberadaan Hanafi saat itu. Jadi gue-lah mencoba ngobrol dengan dia. Dan ngobrol siang itu berujung dengan ngasih kontak dia. Yaudah akhirnya invite-invite BBM.
Setelah kejadian itu gue emang gak pernah BBM karena emang gak ada urusan sama dia. Kontak dia gak gue hapus. Dan beberapa minggu dari pertemuan gue sama Hanafi siang itu, salah satu temen gue mau beli parfum dan hanya gue-lah yang punya kontaknya. Akhirnya gue mulai BBMan sama dia ya sebatas order doang.
2 hari kemudian gue dan Hanafi ketemu lagi di kampus. Ya, dia kasih parfum pesenan temen gue. Saat itu gue di kelas dan dia nyamperin ke kelas. Awalnya main cari-carian. Hehehe
“Loh lu disini sendirian?” Kata dia saat masuk kelas gue
“Iya nih.” Eh iya dia kembali mengulurkan tangan dan minta maaf agak telat nemuin gue
“Temen-temen lu dimana?” Dia menarik kursi dan mendekatkannya di deket gue
“Lagi pada makan.”
“Hmmm” Dia sibuk ngebongkar-bongkar tas dan mengeluarkan semua isi tas-nya
“Sorry ya berantakan isi tas gue gak karuan gini.” Kata dia sambil merapikan kertas dan buku-buku yang dia bawa. Dan diantara tumpukan buku itu ada salah satu buku yang sedang gue baca juga
“Loh lu baca buku itu juga?” Kata gue sambil menunjuk ke arah tumpukan buku dia
“Iya. Lu juga baca?”
“He’eh bagus banget. Inspiratif.” Dia menyodorkan bukunya ke gue
“Punya temen sih itu. Lu beli atau minjem juga kayak gue?”
“Kebetulan gue beli sendiri.” Gue sambil buka-buka lembar buku itu
“Gue baru sampe sini.” Kata dia langsung menunjuk halaman yang baru dia baca
“Wah udah jauh ya lu. Gue baru sampe sini.”
                        Wah-wah ini kayak adegan film Ada Apa Dengan Cinta. Pas Cinta dan Rangga lagi ngobrolin tentang puisi Chairil Anwar. Hehehe
            Percakapan gue siang itu bukan ngobrolin parfum tapi ya malah ngobrolin buku itu dan percakapan dasar tentang pribadi dia.
“Gue balik dulu ya temen gue nungguin di luar.”
“Oke deh. Makasih ya parfumnya.”
“Lu gak turun buat makan?”
“Gue lagi gak makan, Fi.”
“Puasa atau?”
“Iya puasa.”
“Wah bagus-bagus. Semoga puasanya lancar ya.”
“Kalo ada pesenan lagi gue hubungi ya.”
“Siipp.”
            Oke pertemuan gue sama Hanfi siang itu bikin senyum-senyum sendiri. Yang gue tangkap dari pertemuan siang itu adalah Hanafi orang yang baik, agamanya bagus dan aktif.

            Setelah itu gak ada orderan parfum sampai saat ini dan gue gak pernah BBM-an sama dia lagi. Dan BBM dia semalem itu adalah yang pertama setelah kita gak pernah BBM-an lagi setelah kita ketemu siang itu.
“Hy apa kabar is?” Gue balesnya 2 jam kemudian emang karena gue gak buka hape malam itu. Sempet mikir sih kenapa nih anak, apa jangan-jangan mau nawarin parfum wangi terbaru. Ternyata dugaan gue salah. Dia BBM ya ngobrol biasa. Nanyain gue udah selesai baca buku itu atau belum dan percakapan berlanjut kemana-mana dan sama sekali gak ngobrolin parfum. Ahh senangnya...

Nah intinya dari cerita ini tuh
Kenapa ya kalau kita berpikir “lagi males pacaran.” Itu pasti ada aja yang deket, ada aja yang ngajak jalan atau bahkan ngajak pacaran dan pasti ada yang ‘wah’. Hidup jadi jomblo itu happy-happy aja. Tapi lain hal-nya kalau kita berpikir “pengen pacaran.” Atau pengen banget punya pacar malah gitu-gitu aja gak ada perubahan apa-apa.
Jadi menurut gue ya nikmatin aja masa single ini. Bukan berarti males pacaran jadi males jaga diri. Bukan. Kita harus tetap menjaga diri dan melakukan perubahan baik dalam diri kita.  Kalau kita udah happy jadi single pasti ada aja kan yang tertarik pengen macarin kita? Ya itu lah definisi dari “Cinta datang saat kamu berhenti mencari.”
“Kamu tidak akan merasakan bebasnya single, kalau belum pernah ngerasain terikatnya pacaran.”
“Single itu kemewahan. Kalau kamu belum pernah ngerasain pacaran serius, kamu gak akan pernah sadar betapa berharganya”
“Ada banyak kemewahan yang CUMA BISA kamu lakuin pas single. Sayang suka dibuang orang, karena mupeng banget pengen pacaran.”
“Memoles pengetahuan, hobi apalagi pergaulan itu PALING GAMPANG dilakuin pas single. Dan efeknya bikin orang pengen macarin kamu.”
“Orang yang jadi rebutan untuk dipacarain biasanya malah orang-orang yang sangat menikmati dan memanfaatkan masa singlenya.”
Oke tadi itu kutipan dari source yang pernah gue baca. Jadi ya perbaiki diri aja!!

-eishafitri-

Jumat, 17 Januari 2014

Aku Ingin Kamu

Sungguh aku ingin kamu
Kamu yang memiliki hati yang penuh dengan kasih-Nya
Kamu yang memiliki ketaatan yang luar biasa pada Tuhan
Tidak ada yang lebih diinginkan seorang wanita selain sosok laki-laki yang baik agamanya, berwawasan luas, pekerja keras bertanggung jawab serta sayang keluarga.

Semua itu aku lihat dalam dirimu
Aku ingin kamu tapi aku merasa belum pantas mendampingimu.
Aku jauh dari kesempurnaan
Bukan aku pesimis tapi aku realistis
Bahwa sesungguhnya laki-laki baik akan bersama wanita baik, begitu yang diajarkan.

Maka kini aku terus berusaha menjadi yang lebih baik
Menjadikan diriku pantas mendampingimu yang baik
Dan seraya memanjatkan do'a :
"Semoga kelak Tuhan mempertemukan aku dan kamu dalam sebuah pertemuan yang halal yaitu pernikahan." Amiiin.


@eishafitri

Seperti Ini Kami Melepas Rindu

Ada sebuah kutipan indah dari Darwis Tere Liye, yang berbunyi : "Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

 


Aku tahu kamu merindu tetapi kamu tetap menjaga kehormatan karena kamu takut sekali berbuat dosa.
Kamu memilih senyap dan terus memperbaiki diri seraya berdo'a hingga waktu memberikan kabar baik.
Mereka bertanya bagaimana cara kami melepas rindu.
Kamu menjawab "Kami saling mendo'akan hingga waktu mempertemukan kembali."

Kami bertemu, kami bertukar kabar
Tidak saling menatap dalam mata
Tidak ada sentuhan maupun genggaman
Kami rindu namun kami saling menjaga agar tak berbuat dosa
Seperti itulah kami melepas rindu....

Jumat, 27 Desember 2013

Ketika Cinta Melumpuhkan Logika




Kisah ini dimulai lagi dengan sejuta perubahan terjadi di hidupku. “Hidup itu memang suatu perubahan dan pasti penuh dengan kejutan.”. Memasuki dunia baru di semester baru bertemu dengan orang baru dengan karakter baru. Disisi lain dikelas itu memang ada seorang laki-laki yang cukup dekat denganku sebut saja namanya Bayu. Awalnya aku hanya menganggap biasa perlakuan yang Bayu berikan padaku. Tapi lambat laun perhatian dia amat sangat berbeda, dia mulai meruntuhkan dinding pertahanan hati ku yang kuat itu. Bayu salah satu anak yang jenius dikelas, otaknya kritis dan dia mempunyai kelebihan disemua panca indranya, Ia bisa melihat kejadian yang belum terjadi atau disembunyikan oleh orang lain. Untuk menaruh hati padanya amat sangat mudah karena kepribadiannya yang sangat welcome kepada siapapun. Mungkin awalnya perasaan aku ke Bayu hanya kecelakaan kecil, karena aku sungguh tidak bisa membedakan mana yang namanya gombal atau keseriusan. Aku telan habis semua perkataan manis Bayu, perhatian manis dia hingga akhirnya aku merasakan desir-desir berbeda dihati.
Aku saat itu tahu bahwa Bayu sudah memiliki kekasih. Aku masih bisa menahan saat dia mencoba meluncurkan kalimat gombalnya ku alihkan menjadi sebuah candaan memecahkan suasana. Namun entah mengapa Ia tak juga menjauh semakin lama semakin dekat, semakin lama semakin manis saja yang aku tengguk darinya. Posisinya saat itu aku sudah lama sendiri kurang lebih setengah tahun tidak dihujani perhatian sedalam itu maka ku telan habis semua perkataan manis dia dan mulai salah mengartikan perhatiannya yang aku rasakan cinta. Saat aku melihat Bayu dan kekasihnya berdua rasanya seperti teriris, mungkin ini yang disebut cinta dan inilah rasanya cemburu.
            Berkali aku coba mengartikan apa perasaan ini dan dapat aku tarik kesimpulan bahwa ini bukan rasa yang biasa, ini cinta. Ia tak pernah absen untuk menghubungi ku setiap harinya, aku dibuat nyaman berjam-jam bercerita dengannya melalui telpon. Hingga akhirnya dia menguak semua perasaan yang Ia rasakan, diluar dugaan dia memiliki rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan padanya. Ia kerap kali cemburu melihat aku dengan teman laki-lakiku, Ia kerap kali terdiam karena menahan rasa cemburunya. Aku dan dia memutuskan untuk menjalani diluar norma yang berlaku, saat dia memiliki kekasih dan kami menjalaninya pula, menjalani dengan segala kerahasian.
“Cinta memang bisa datang kapan saja, cinta datang karena terbiasa.” Entahlah mengapa hati ini tertarik dengan hati yang sudah dimiliki orang lain. Aku merasa nyaman dengannya dan buruknya aku mulai terbiasa dengan perhatiannya. Aku merasa takut kehilangan meski jelas-jelas aku tak dapat memilikinya. Aku mencari suaranya ketika hari dimana dia tidak meneleponku, aku mencari-cari messagenya ketika ia tidak mengirimi aku pesan teks. “Cinta bisa membuat dirimu bodoh didepan orang yang kau sukai.” Aku terlalu bodoh untuk dia yang sudah dimiliki wanita lain namun aku tak bisa mengabaikan jutaan perhatian yang Ia berikan. “Cinta membuat akal sehatmu tak berguna, melumpuhkan logika.”
Aku dan Bayu sering menghabiskan waktu berjam-jam ditelpon mengumbar kata cinta, tak berhenti mengetik pesan teks yang berisi panggilan sayang, berbagi cerita segalanya. Logika ku menyatakan bahwa itu salah namun hatiku tak bisa mengendalikan perasaan aku terhadap Bayu, aku terlalu naif jika mengabaikan Bayu. Berkali aku berpikir keras, aku temui jawabannya bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu akan berakhir sia-sia, bahwa apa yang aku jalani dengan Bayu pada akhirnya akan melukai diriku sendiri, bahwa pada akhirnya aku yang harus mundur dari hidup Bayu, bahwa pada akhirnya jika semua terbongkar semua mencerca diriku. Namun ku ikuti kata hati, aku tetap berjalan seperti air mengalir.
                                                                        ***
Aku dan Bayu banyak menghabiskan waktu berdua, bercanda, bercerita seperti sepasang kekasih lainnya. Ia sering datang ke rumah ku untuk sekadar bertemu dan bercerita, dia mengajak keluar rumah saat malam dimana kebanyakan sepasang kekasih pergi, ya malam minggu. Sudah lama aku tak merasakannya pergi berdua dibawah langit malam bergandeng tangan menikmati lampu kota dan makan makanan kaki lima. Oh, indahnya malam mingu pertama ku dengan dia. Tak berhenti dimalam itu perjalanan cinta ku dan Bayu terus berlanjut di hari-hari berikutnya. Sampai dimana ada ide yang sangat briliant Ia menuangkan ide menggambar di tembok kamarku dan terciptalah sebuah menara Eiffel berdiri tegak di dinding kamarku dipadukan dengan warna warni yang menyala, sungguh indahnya. Salah satu mimpiku Ia wujudkan. Aku tak dapat menggambarkan apa yang aku rasa saat itu, jika ada kata yang melebihi bahagia mungkin akan aku ucapkan, aku teriakan. Tak pernah aku merasa sebahagia ini, merasa senyaman ini dengan seorang lelaki.
                                                 ***
Waktu terus berputar, hari berganti perasaan ragu sering kali menghampiri. Setiap kali kami bertemu diujung pertemuan selalu terlontar kalimat “sampai kapan kita seperti ini?”. Berkali aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dan berkali pula aku berpikir betapa aku harus membiasakan diri nantinya tanpa Bayu, betapa aku harus mengubah ritme hatiku terhadap Bayu nantinya. Namun aku dan Bayu tak pernah benar-benar berakhir, hubungan aku dan Bayu kembali membaik lagi. “aku terlalu naif untuk mengabikanmu. I’m stuck on you..”
“it’s like reading a book over and over again when you already know how it ends.”
Hari-hari penuh cinta kembali mendera diriku. Hingga saat dimana Bayu datang ke rumahku dengan membawa setangkai mawar putih. He is so romantic person. Ia menepati janjinya. Aku langsung memeluk Bayu erat mengucapkan beribu terima kasih padanya. Begitu seterusnya kita menjalin kasih.
Kita bisa terbang bebas bersama tak melihat keadaan sekitar namun ada kalanya saat kita benar-benar diatas kita dipaksa turun ke bawah atau bahkan langsung jatuh ke bawah.  Berkali-kali kita jatuh berkali-kali kita saling membantu untuk bangun dan berjalan kembali. SAKIT! Hubungan ini diibaratkan seperti “memiliki sebuah baju baru namun disimpan terus dalam lemari.” Cinta yang penuh perjuangan.
                                                ***
            Setiap hari aku harus bersikap tegar, bersikap tak merasakan apa-apa padahal aku cemburu. Dihadapan kekasihnya aku bersikap seperti teman biasa namun dalam hatiku menumpuk rasa cemburu yang sudah teramat perih. Aku, Bayu, kekasihnya dan beberapa teman lain menghabiskan waktu pergi menonton bioskop, makan siang bersama dan aktivitas lainnya dimana aku melihat dengan jelas Bayu dan kekasihnya bermesraan tepat dihadapanku. Mereka tak tau tentang hubungan aku dan Bayu, mereka tak tahu betapa sakit yang aku rasakan.
“Jadilah selingkuhan maka kamu akan belajar caranya bersabar” –Raditya Dika via Twitter­­­-
Lelah yang aku rasakan semakin hari aku semakin mencintai Bayu, semakin sakit pula yang aku rasakan. Aku tak ingin membuat orang lain sakit karena cinta yang salah ini, aku bertekad untuk menyudahinya. Sungguh.
Bayu masih tak mempercayai kata-kataku, namun aku masih tetap pada pendirianku. Bayu akhirnya mau menyudahi, Ia hanya mengatakan “Aku sayang kamu. Maaf telah membuatmu seperti ini.”
Sungguh aku berat meninggalkan Bayu yang selama ini telah mengisi tiap lembar diary ku, buku harianku diisi oleh spidol warna-warni semenjak Bayu datang. Kini dan tentunya nanti buku diary ku diisi oleh tinta hitam lagi, tanpa cerita Bayu didalamnya. Aku tak ingin menyakiti siapapun, terutama menyakiti diriku sendiri. Biarlah aku merasakan sakitnya sekarang sebelum semuanya semakin sakit dan aku semakin tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“orang besar itu adalah orang yang bertanggung jawab mengakui kesalahannya dan meminta maaf...”
Aku merasa sangat bersalah pada kekasih Bayu, kekasih Bayu pun sudah menyimpan curiga diantara cinta aku dan Bayu. Maka hari ini aku temui kekasih Bayu, aku melakukan hal gila. Namun tak apalah aku ingin segala masalah ini tuntas hingga bersih. Aku bertemu kekasih Bayu di suatu tempat dimana ada ketenangan disana, tak ada orang lain selain aku dan kekasih Bayu. Aku mulai memperkenalkan diriku secara resmi dengan kekasihnya. Kami duduk berhadapan, saling menatap mata layaknya 2 orang dewasa sedang menyelesaikan masalah. Ku tarik nafas panjang menenangkan diriku sendiri dan mulailah aku membuka percakapan siang itu. Aku meminta maaf kepadanya dengan tulusku. Padahal menurut salah satu penulis favoritku, Bernard Batubara pernah membahas sedikit tentang novelnya “CINTA.” Bahwa dalam kebanyakan orang menganggap bahwa dalam sebuah perselingkuhan, si selingkuhan adalah satu-satunya pihak yang patut disalahkan. Seolah-olah si pelaku selingkuh tidak bersalah karena ia sedang khilaf. Dan yang diselingkuhi sama sekali suci karena ia adalah korban. Semua pihak sama-sama bisa disalahkan.
Tak apa aku meminta maaf lebih dulu karena “Apologizing doesnt mean always mean you are wrong and the other person right. It just means you value relationship more than ego.” –Andrei Aksana-
“aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan pacarmu...” Kata-kata terakhir aku diujung kisahku dengan Bayu. Menyakitkan. Sampai saat ini aku masih berteman baik dan sedang mencoba untuk menghilangkan rasa cintaku kepada Bayu. Do’akan J
                                                                                                           

Kamis, 12 Desember 2013

Aku tidak pernah sempat jatuh cinta, kataku kepadamu pagi itu. Kau bertanya mengapa dan aku tidak butuh waktu lama untuk menjawabnya. Karena aku hanya sementara. Kau menolak ucapanku dan merengkuhku semakin erat. Aku berkali-kali berkata kepadamu. Percuma. Aku hanya setitik embun dan menemanimu sebentar saja, setelah itu aku akan menguap, atau jatuh ke tanah dan mati. Aku mendengar kau berteriak begitu keras. Kau berkata, mengapa perpisahan kita terjadi begitu lekas.

Aku tidak tahu, kataku. Namun, beginilah seharusnya. Kau harus bisa menerima. Banyak hal indah memang hanya berlangsung untuk sementara. Kau bisa mencintai embun yang lain jika mau. Tetapi kau menolak. Kau bersikeras menginginkan aku. Kau tahu, jika saja aku punya keberanian untuk mengucapkan hal itu, aku akan berkata padamu, aku pun mau. Tetapi aku tidak bisa. Aku hanya setitik embun dan aku lahir untuk sebuah sementara.

Selamat tinggal dan terima kasih. Aku akan merindukan rengkuhan itu. Rengkuhan saat kau begitu takut kehilangan aku.

-Benzbara

Setitik Embun

Aku hanya sementara untukmu. Jangan jatuh cinta padaku.

Aku ingat, kau begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Namun, aku tahu pagi itu matahari terlambat datang. Entah karena apa. Mungkin semalaman ia begadang dengan teman-temannya atau menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Aku tidak sembarangan menebak, karena sebenarnya hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Tetapi kau belum tahu, sebab kau tampak terkejut saat aku bercerita tentang hal itu kepadamu.

Kau tahu kan, yang berada di langit hanya mencintai yang di langit pula?
Setelah aku mengucapkan itu, kau mendesah lesu dan mengomeli dirimu sendiri. Kau bilang, seharusnya kau sadar bahwa kau tidak pernah sekalipun menjadi hal yang menarik baginya selama ini. Kau hanya mengaguminya dari permukaan bumi dan perasaan kalian hanya muncul di satu sisi. Hanya disisimu.

Cinta bertepuk sebelah tangan? Aku mendapatkan istilah itu dari embun tetangga di ranting sebelah. Aku tahu kau sangat mengerti, sebab kau mengangguk-anggukan kepalamu, membuat tubuhku terguncang-guncang. Hampir saja aku jatuh, sebelum akhirnya kau dengan sigap meraih dan merengkuhku.

Rengkuhan pertamamu itu, rengkuhan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dan terus terang, aku menikmatinya.

-Benzbara

Kepada Daun

Sebagai setitik embun, tak ada yang bisa ku berikan selain sejuk tubuh rapuhku.
Aku akan segera mati, cintailah embun yang lain

-Benzbara

Tepian Daun

Kau tahu aku mencintaimu. Karena itu aku mengikhlaskanmu.

Aku ingat, aku begitu hangat waktu itu. Entah karena demam atau hanya sedang cemburu. Mungkin juga patah hati. Aku juga tidak tahu mengapa aku layak untuk patah hati. Padahal aku dan matahari tidak pernah menjalin janji apa-apa. Hubungan kami pun sebatas dua benda yang saling memberi kabar dari jauh. Kami berbicara tentang apa saja. Namun, dia, matahari yang membuatku jatuh cinta, tidak pernah bercerita apa-apa.

Ia berkata, ia dilahirkan hanya untuk menyinari. Itu saja. Selebihnya, aku tidak tahu hal lain tentang dia. Tapi aku mencintainya. Dan seseorang yang sedang jatuh cinta adalah peneliti yang mahir, bukan?
Maka, semenjak aku tahu bahwa aku jatuh hati kepada matahari yang lahir hanya untuk menyinari, aku mencari tahu tentangnya. Apapun tentang dia. Asal-usulnya, sanak familinya, kerabat-kerabatnya, teman dan sahabatnya, musuhnya. Bahkan aku mencari tahu tentang sekolahnya, kampusnya, tempat kerjanya, tempat ia menghabiskan waktunya saat istirahat dan seterusnya. Sudah ku bilang tadi, orang yang sedang jatuh cinta punya rasa penasaran yang bahkan bisa membunuh seekor harimau bengali.

Tetapi aku tidak menemukan apapun tentangnya. Tidak satupun, selain apa yang sudah ia beritahukan kepadaku. Bahwa ia matahari dan ia lahir hanya untuk menyinari.

Lalu aku mulai curiga.
Kau tahu apa yang ada dipikiranku, di pikiran setiap orang, ketika pagi berganti siang, siang menjadi sore, sore berubah petang, petang menjelma malam, dan matahari kemudian menghilang? Kemana lantas ia pergi?
Aku tidak pernah tahu ini. Dan dia membuatku penasaran setengah mati.
Sejak itu, aku mengenl bulan. Ia mirip matahari, namun tidak seterang matahari. Tentu saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan sinar matahari yang membuat aku jatuh cinta. Tidak ada yang bisa menyainginya, meski seluruh cahaya dari alam lain berkumpul dan bersatu untuk menundukkan ia. Aku tidak bisa menemukan matahariku dimanapun, sebab aku hanya tepian daun. Aku hanya menunggu dia setiap pagi, menanti lembut sinarnya yang merayap di sekujur tubuhku. Ia tidak pernah gagal membuatku merasa nyaman dan hadir untuk menjadi teman.
Oh iya, teman. Begitu pada akhirnya ia berkata kepadaku.
"Aku hanya menganggapmu sebagai teman," salah satu dari beratus-ratus sulur cahayanya berbisik di telinga ku. "Maaf aku tidak pernah memberitahumu selama ini, tapi aku jatuh cinta kepada bulan."
Sejak itu, cahayanya, cahaya matahari yang sempat membuatku jatuh cinta, tidak lagi terasa sama. Tidak pernah terasa sama.

Aku tidak menyukai bulan. Sebab setiap ia ada, matahariku menjadi tidak ada.

Kemudian pada suatu pagi yang lain, saat aku tidak lagi menunggu matahari dan berharap tidak pernah lagi ada pagi.

-Benzbara

Kepada Embun

Sebagai tepian daun, tak ada yang bisa ku perbuat selain menjaga dan memperhatikanmu.
Jika kau ingin jatuh, jatuhlah perlahan.