Ini yang gue gak suka dari hubungan
pacaran atau relationship yaitu PERTENGKARAN.
Entah kenapa gue tidak suka
bertengkar, gue tidak suka berdebat hingga urat naik dan akhir dari bertengkar
adalah menangis. Gue benci, gue gak suka itu. Gue sudah terlalu banyak melihat
orang bertengkar. Dari nyokap gue bertengkar dengan bokap, teman gue sendiri
bertengkar dengan pacarnya atau bahkan gue melihat orang yang gak gue kenal
bertengkar dengan pacarnya di jalan. Kebanyakan orang mengatakan bahwa
pertengkaran wajar adanya dalam setiap hubungan. Mungkin gue bisa mengamini
pernyataan tadi tapi tetap saja gue tidak suka betengkar.
Gue paling tidak bisa dibentak
sedikitpun. Gue sensitif? Iya, gue terlalu perasa untuk hal-hal itu. Gue ingin
pasangan gue bisa mengerti gue, gue egois memang tapi setidaknya dia bisa tau
cara memberitahu yang baik sesuai keinginan gue tanpa harus membuat air mata
gue keluar.
Gue tidak menganggap diri gue benar,
menganggap diri gue tidak melakukan kesalahan apapun. Gue manusia biasa, gue
bukan dewa, gue kerap kali membuat kesalahan yang kecil atau yang besar.
Mungkin adanya pertengkaran karena kedua belah pihak melihat masalah tersebut
dari sisi yang berbeda jadilah kesalahpahaman yang tidak berujung. Menurut gue
benar tapi menurut dia salah, begitu juga sebaliknya.
Bulan pertama pacaran semua manis
tapi masuk bulan selanjutnya manisnya ilang jadi asem.
Mungkin benar yang dikatakan Raditya
Dika bahwa cinta bisa kadaluarsa. Awalnya kita menganggap dia beda dari yang
lain. Dia bisa membuat hari-hari gue manis penuh cinta tapi setelah dijalani
akhirnya bertengkar juga dan PUTUS. Itulah yang dimaksud dengan cinta bisa
kadaluarsa. Entah dapat ilham darimana Raditya Dika bisa mengemukakan teori
seperti itu dan menurut gue bener sih. Gue capek kayak gini terus. Apa gue yang
salah cara mencintainya atau gue belum siap berkomitemn? Mungkin gue belum
cukup dewasa dan gue egois. IYA.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar