ada kerut kenangan terukir di dasar cangkir
mengundang bibirmu yang memang bersikeras mencium ampas, sementara masa
lalu tak patut lagi kita gali dan percakapan perlahan menjadi mahal.
di depanmu aku menyusun kemungkinan tapi kau membuang semua kepastian.
tak ada jarak terjauh antara dua luka kecuali perasaan tak ingin mempertahankan.
dalam hening ruang dengan dua cangkir minuman di depan kita sunyi telah mengubah diri menjadi lebam di masing-masing dada.
di depanku kau menyusun kebohongan dan aku terlalu lihai untuk tak percaya.
ada aroma kenangan di permukaan cangkir yang belum kau minum tapi wajahmu telah menolak mengingat apapun.
sebab yang sudah tak perlu kembali.
sebab yang luka tak perlu lagi.
sebab dirimu tak ingin pergi.
di depanmu aku menyusun kemungkinan tapi kau membuang semua kepastian.
tak ada jarak terjauh antara dua luka kecuali perasaan tak ingin mempertahankan.
dalam hening ruang dengan dua cangkir minuman di depan kita sunyi telah mengubah diri menjadi lebam di masing-masing dada.
di depanku kau menyusun kebohongan dan aku terlalu lihai untuk tak percaya.
ada aroma kenangan di permukaan cangkir yang belum kau minum tapi wajahmu telah menolak mengingat apapun.
sebab yang sudah tak perlu kembali.
sebab yang luka tak perlu lagi.
sebab dirimu tak ingin pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar