di tempat biasa kita bertemu, ada yang tertinggal dari setiap sesap minuman hangat, seperti ampas kopi yang pahit dan pekat, seperti bayangan luka yang begitu dekat
di tempat biasa kita bertemu, samar suaramu masih terdengar, seperti ingatan yang perlahan pudar, seperti kenangan yang menyembunyikan memar
di tempat biasa kita bertemu, ada yang tersisa dari setiap sayup suara, ada yang terlupa untuk dibawa, ada yang luput dari perhatian kita
di tempat biasa kita bertemu, ada yang belum terangkum dalam kalimatku, samar suaraku tak sampai lagi kepadamu
di tempat biasa kita bertemu, samar suaramu masih terdengar, seperti ingatan yang perlahan pudar, seperti kenangan yang menyembunyikan memar
di tempat biasa kita bertemu, ada yang tersisa dari setiap sayup suara, ada yang terlupa untuk dibawa, ada yang luput dari perhatian kita
di tempat biasa kita bertemu, ada yang belum terangkum dalam kalimatku, samar suaraku tak sampai lagi kepadamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar