Catatan Domba Betina

Jumat, 27 September 2013

and now you're mine. Rest with your dream in my dream
love and pain and work should all sleep, now
the night turns on its invisible wheels,
and you are pure beside me as a sleeping amber

No one else, love, will sleep in my dreams. You will go,
we will go together, over the waters of time.
no one else will travel through the shadows with me,
only you, evergreen, ever sun, ever moon.

Your hands have already opened their delicate fists
and let their soft drifting signs drop away,
your eyes closed like two gray
wings and i move

Pada Paragraf yang Begitu Singkat

pada paragraf yang begitu singkat, kau sempat menulis bekas luka.
disana kau dan aku dahulu dengan tabah menyusun huruf demi huruf sambil belajar membuat narasi yang bahagia.
padahal akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata terlalu lemah untuk patuh kepada air matamu.
tak ada jeda untuk kau tinggal disini.
biarkan aku membiarkanmu pergi....

biarkan aku membiarkanmu pergi....

pada paragraf yang begitu singkat ada ingatan yang berkarat
disana, aku dan kau terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu.
sedangkan cintamu telah luput di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh di tanda tanya terjauh.
tak ada celah untukku pergi dari sini..
biarkan aku membiarkanmu kembali.....
i love you without knowing how, or when, or from where
i love you simply, without problems or pride
i love you in this way because i don’t know any other way of loving but this
in which there is no i or you,
So intimate that your hand upon my chest is my hand,
so intimate that when i fall asleep your eyes close.


puisi : Pablo Neruda

Senin, 23 September 2013

Pertemuan

Dia sangat menghormatiku sebagai wanita muslim.
Aku bertemu laki-laki berkaus putih, memiliki kulit sawo matang, bertubuh tinggi dan tegap, rambutnya rapi, tubuhnya harum parfum itulah yang aku tangkap dari indera penciumanku sebuah aroma parfum bvlgari extreme, salah satu parfum favoritku. Ya, aku seorang wanita namun aku suka parfum yang memiliki aroma kuat seperti bvlgari.

Siang itu disebuah acara keorganisasian non profit bercakap dengan sesama anggota, bertukar cerita apa saja. Pengalaman, alamat rumah, pekerjaan, hobi dan apapun itu. Aku berkeliling untuk saling bertukar nama dan sapa, hingga sampai di barisan belakang. Lelah, ya tapi menyenangkan. Ingat semua nama dalam organisasi itu? Jelas tidak. Sungguh anggota yang hadir siang itu sangat banyak dan kelemahan ku adalah mengingat banyak nama dan mengingatnya sesuai dengan wajah mereka, sungguh sulit.

Aku berdiri dipojok barisan belakang melihat suasana ruangan yang super crowded, riuh suara terdengar jelas. Datanglah seorang laki-laki itu menghampiriku dengan senyum manisnya.
"Halo." Sapanya pertama kali saat itu
"Halo juga." balasku dengan senyum. Tidak, ia tidak mengulurkan tangannya.
"Boleh kenalan kan?" balasnya lagi
"Tentu saja." Kataku kemudian. Tidak, ia tidak mengulurkan tangannya
"Aku Christian. Kamu?" Ia hanya mengantupkan kedua tangannya sambil tersenyum sambil sedikit membungkukkan badannya.

Ia tak menyentuhku, ia sangat menghormati jilbab yang aku kenakan. Ia tau aku wanita muslim dan ia tak ingin sembarangan menyentuhku. Ya, ia katakan itu setelah kami bercerita panjang setelah perkenalan itu. Setelah perkenalan itu kami bertukar nomor telpon dan banyak berbagi cerita.
Ia seorang kristian, agamanya sangat kuat. Ia rajin ke gereja setiap hari minggu, tidak hanya datang untuk berdoa saja ia juga aktif dalam kegiatan kegerejaan.


@eishafitri

Little Things - One Direction

Your hand fits in mine like it's made just for me 
But bear this in mind, It was meant to be and I'm joining up the dots with the freckles on your cheeks 
And it all makes sense to me
  
I know you've never loved
The crinkles by your eyes when you smile you've never loved
Your stomach or your thighs 
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly

I won't let these little things slip out of my mouth
But if I do, It's you, it's you 
They add up to, I'm in love with you nnd all these little things

You can't go to bed without a cup of tea 
And maybe that's the reason why you talk in your sleep 
And all those conversations are the secrets that I keep though it makes no sense to me

I know you've never loved the sound of your voice on tape 
You never want to know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans but you're perfect to me

You'll never love yourself half as much as I love you 
You'll never treat yourself right darlin' but I want you to 
If I let you know I'm here for you 
Maybe you'll love yourself like I love you

Kamis, 19 September 2013

When I was Your Man

Same bed but it feels just a little bit bigger now 
Our song on the radio but it don't sound the same 
When our friends talk about you, all it does is just tear me down 
Cause my heart breaks a little when I hear your name
It all just sounds like oooooh… 
Mmm, too young, too dumb to realize 
That I should have bought you flowers 
And held your hand 
Should have gave you all my hours when I had the chance 
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancingBut she's dancing with another man

My pride, my ego, my needs, and my selfish ways 
Caused a good strong woman like you to walk out my life 
Now I never, never get to clean up the mess I made 
And it haunts me every time I close my eyes

Although it hurts 
I'll be the first to say that I was wrong 
I know I'm probably much too late to try and apologize for my mistakes 
But I just want you to know
I hope he buys you flowers 
I hope he holds your hand 
Give you all his hours when he has the chance 
Take you to every party cause I remember how much you loved to dance 
Do all the things I should have done 
When I was your man


"Enak yaa kalo ada yang bilang gitu, rada nyesel-nyesel gimana gitu..."

Selasa, 13 Agustus 2013

One Day

Tadinya saya mau cerita tentang film One Day ini di twitter tapi karena hanya berkapasitas 140 karakter jadi saya putuskan untuk ceritanyanya di blog pribadi saya. Beberapa hari yang lalu saya nonton film One Day tentang drama romance gitu. Oke gue akan cerita sedikit tentang isi filmnya.


Emma seorang gadis yang smart, dia bersahabat sama laki-laki bernama Dexter. Persahabatan mereka dimulai sejak di bangku perkuliahan, sejak wisuda mereka berdua berjanji akan terus bersama menjadi seorang sahabat dan setiap tanggal 15 Juli mereka bertemu berdua. Mereka menghabiskan waktu berdua, berlibur atau hanya sekedar telpon untuk sharing. Dexter termasuk tipikal cowok yang popular dan tampan, ia kerap kali berganti pasangan. Sedangkan Emma tidak, ia hanya berpacaran dengan rekan kerjanya. Meski keduanya saling memiliki kekasih masing-masing, tiap tanggal 15 Juli mereka selalu menyempatkan bertemu.
Keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan sibuk dengan kekasihnya masing-masing. Dexter menjadi seorang presenter TV dan Emma bercita-cita menjadi seorang penulis.
20 tahun persahabatan mereka. Dexter memutuskan untuk menikah dengan kekasihnya dan saat itu Emma telah putus dengan kekasihnya. Namun, pernikahan Dexter tidak berlangsung lama, istrinya berselingkuh dengan pria lain. Mereka berdua pun bercerai dan mereka memiliki 1 orang anak perempuan.
Hidup Dexter kacau setelah perceraian dengan istrinya, ia memutuskan untuk bertemu Emma dan Emma saat itu telah memiliki kekasih lagi seorang pianis. Namun, lagi hubungan Emma dan kekasihnya tak berlangsung lama, Emma saat itu telah menjadi seorang penulis. Kemudian setelah 20 tahun persahabatan mereka berdua Emma dan Dexter menyadari bahwa keduanya saling mencintai, hingga akhirnya mereka berdua menikah. Anak Dexter juga sering dititipkan  oleh istrinya dikediaman Emma dan Dexter.
Hingga suatu pagi mereka berdua bertengkar (Emma dan Dexter), Emma ingin sekali memiliki anak dari orang yang ia cintai tapi ia tak kunjung hamil. Emma hampir putus asa tapi Dexter terus menguatkan. Emma pergi ke tempat berenang dan disanalah ia sadar telah kasar pada Dexter pagi itu, ia mengirimi pesan suara kepada Dexter meminta maaf dan mengatakan bahwa ia sangan mencintainya. Saat perjalanan makan siang di suatu restoran, dimana Dexter telah menunggu terlebih dahulu disana, Emma tertabrak mobil saat mengendarai sepedanya dan meninggal. Dexter sangat terpuruk dan kacau balau hidupnya, ia kehilangan orang yang sangat dicintainya. :( Ia tidak menikah lagi semenjak Emma pergi dan Ia mengajak anak prempuannya ke tempat dimana ia dan Emma pernah datangi bersama.

Quotes :
"Whatever happens tomorrow, We've had today. And if we should bump into each other sometime in the future, well that's fine too, we'll be friends." -Emma
"I love you Dexter, so much. I just don't like you anymore." -Emma
"She made you decent and in return you made her so happy." -Ian, kekasih Emma. Saat bicara sama Dexter
"Whatever happens tomorrow, we had today. I'll always remember it." -Emma
" I'm so much better when you're around." -Dexter
"I'm alone not lonely." -Emma
" I love you Dex, I really do. I just don't like you anymore." -Emma



Minggu, 04 Agustus 2013

Putih Abu-abu

 


 
           Salah satu benda paling menarik di kamarku adalah sebuah seragam SMA yang masih tergantung rapi dengan balutan plastik di dinding kamarku. Bukan hanya sekedar seragam SMA biasa tapi seragam SMA hasil kelulusanku tahun 2010 yang penuh coretan spidol warna-warni. 3 tahun menggantung di dinding dekat gantungan koleksi tas ku yang berantakan karena terus bertambah sedangkan gantungannya tak berubah.
            Masa-masa paling indah itu masa SMA, kebanyakan orang mengatakan seperti itu dan aku setuju dengan pernyataan itu. Putih abu-abu adalah warna paling sakral di masa itu, hampir setiap hari mengenakan seragam putih abu-abu. Merasa percaya diri mengenakan seragam putih abu-abu karena itu merupakan suatu identitas tersendiri menjadi seorang anak SMA. Jujur aku bersekolah di sekolah kejuruan SMK ya setara dengan SMA, kejuruan yang aku ambil saat SMK adalah Administrasi Perkantoran atau Sekretaris. Pelajaran yang didapat banyak sekali dari mengurus surat-surat dinas sampai mengatur jadwal perjalanan seorang pimpinan atau bahkan kerap kali mendapatkan pelajaran table manner dan beauty class. Ah, kebanyakan wanita ingin sekali bersolek tapi tidak denganku saat itu. Cuek. Karena jurusanku sebagian besar diminati oleh perempuan jadi di kelas hanya ada 3 orang jagoan laki-laki. Faktanya kelas yang dipenuhi perempuan apalagi yang masih terbilang ABG lebih sulit diatur dan berisik. Kelasku sangat terkenal berisiknya namun sangat tinggi tingkat solidaritasnya. Tak tahu apa arti solidaritas zaman SMA itu apa, pernah satu kali satu kelas tak ikut mata pelajaran tambahan MTK dan dihukum lari keliling lapangan basket 5 kali putaran. Gila. Ya itulah zaman SMA. Saat dimana lebih asyik main ketimbang belajar, lebih asik ngerumpi ketimbang denger penjelasan guru, lebih asyik liatin cowok-cowok main basket ketimbang harus ngeliat buku PR. Realita.
            Peraturan demi peraturan lebih diketatkan pada setiap sekolah tak terlewati di sekolahku dulu. Peraturan mengenakan seragam putih abu-abu yang penuh dengan aturan, mengenakan kaus kaki yang tingginya hampir setara dengan kaus kaki pemain sepak bola, atau sepatu yang harus serba hitam setiap harinya. Jika seragam putih abu-abu sudah tidak layak dipakai terkadang harus rela digunting oleh guru bimbingan konseling yang kerap kali merazia kelas per kelas dengan jadwal yang tak tentu. Atau bahkan ketika datang terlambat gerbang sudah ditutup harus rela dipulangkan dan menulis nama pada buku besar catatan poin. Semua kenangan masih melekat rapi dalam ingatanku semasa SMA dulu. Tak selamanya masa SMA itu adem ayem, tenang dan biasa aja itu justru tak menarik. Ya, kenangan paling indah ya masa-masa dihukum, masa-masa dimana kebodohan yang dulu dilakukan dan sekarang ditertawakan. Bodoh. Meskipun tak selalu melulu tentang dihukum tapi sekali dua kali itu pernah terjadi.
            Beranjak ke kelas 3 semakin dewasa dan semakin rajin belajar. Apa lagi kalau bukan tentang UN yang membuat galau seluruh siswa/i kelas 3 di seluruh penjuru negeri ini. Masih setia dengan seragam abu-abu ini, selalu menemani sampai dititik penghujung akhir SMA. Seragam abu-abu ini menemani saat berangkat dan pulang meski panas atau bahkan hujan selalu setia dipakai, menjadi saksi saat mendapatkan pelajaran di kelas dan menjadi saksi saat UN betapa peluh gugupku mengalir lembut saat itu; putih abu-abu setia menemani. 3 tahun bukan perjalanan yang singkat, itu perjalanan panjang yang dilalui penuh dengan perjuangan. Saat 3 tahun ditentukan hanya dalam waktu 4 hari UN itu sangat tidak masuk di akal. Menunggu waktu kelulusan di depan layar komputer sungguh membuat tidak nafsu makan saat itu, memutuskan untuk berkumpul di depan sekolah bersama teman-teman lainnya. Dan saat yang ditunggu tiba ketika aku melihat nama dan nomor pesertaku ada dalam daftar dan nyatakan lulus. Hanya satu kata LULUS yang ditunggu dengan segala harap. Tangis dan teriakan bahagia sangat dominan saat itu, pelukan hangat dan sujud syukur dilakukan. Bahagia. Seperti kebanyakan anak SMA lainnya kelulusan hari itu dirayakan dengan corat-coret seragam SMA, bukannya aku tidak sayang padamu seragam putih abu-abu tapi ini wujud kebahagiaanku saat itu. Aku ingin kamu sedikit memiliki warna lain selain putih dan abu. Puluhan coretan kata lucu, pesan singkat dan tanda tangan digoreskan di seragamku. Indahnya. Sekarang tiap kali melihat seragam putih abu-abu yang masih menggantung rasanya ingin kembali ke masa-masa itu. Terkadang kita ingin kembali ke masa lalu dimana banyak kebahagiaan terjadi disana tapi kita sendiri tahu bahwa waktu tidak bisa diulang atau mundur kembali. Yang kita bisa lakukan hanya mengenang dan belajar dari kejadian masa lalu tersebut.





#CeritaDariKamar #Day4
@eishafitri


Sabtu, 03 Agustus 2013

Jam Tangan


Jam tangan sebagai alat penunjuk waktu di kamarku. Kamarku tak memiliki jam dinding khusus yang menggantung indah di dinding. Bukankah di ponsel memiliki penunjuk waktu juga? Iya memang ada, namun entah kebiasaan atau apa tiap aku melihat jam di ponsel aku harus mencocokannya lagi dengan jam tanganku ini.
            Aku senang sekali memberi nama pada setiap benda kesayanganku di kamar. Aku senang mereka menjadi bagian dalam keseharianku, maka dari itu aku beri nama. Aku menamainya “SILVESTER” . Karena jam tanganku berwarna silver tentu saja. Aku menemukan Silvester 3 tahun lalu, aku masih ingat tanggal 10 Juli 2010 di salah satu pusat perbelanjaan daerah Jakarta Selatan. Aku memiliki ingatan yang baik. Silvester pada saat itu tertata rapi di etalase toko yang menjual berbagai macam jam. Ia nampak bercahaya sendirian, hingga akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam toko tersebut. Layaknya seorang pembeli aku melihat-lihat koleksi jam tangan yang lain. oh iya saat itu aku tak sendirian, aku ditemani sahabatku sejak SMP. Sahabatku itu memberiku saran “ini saja lucu” , “atau ini warnanya bagus” , “atau yang itu lagi ada potongan harga” . Aku masih dengan seksama melihat kumpulan jam tangan di dalam etalase dan lagi mataku tertuju pada jam tangan besi berwarna silver. “Ini saja koh.” Aku mengatakan kepada penjaga toko yang memang berparas oriental seperti orang China. Setelah dicoba, keinginanku untuk memiliki jam tangan itu semakin kuat dan dengan segera aku selesaikan transaksi pembayarannya kepada si penjaga toko. Aku membelinya dengan uang dari gaji pertamaku bekerja, jadilah Silvester ini salah satu benda kesayanganku.
            Baterai Silvester habis setelah 2 tahun kebersamaanku dengannya. Saat itu aku malas untuk mengganti baterainya dengan segera, aku takut Silvester mati karena baterai habis atau memang benar rusak. Namun, aku masih tetap lingkarkan Silvester di pergelangan tangan kiri ku kemanapun meskipun mati dan tak berfungsi. Acara keluarga di akhir pekan membuat aku menangis karena Silvester yang aku tinggal di atas meja ruang tamu rumah saudara ku tiba-tiba menghilang. Karena aku menangis seluruh keluarga yang hadir saat acara keluarga mencari-cari Silvester ke tiap sudut ruangan di rumah itu. Namun, Silvester tidak ditemukan. Pencarianpun berhenti karena tak ada satupun yang berhasil menemukannya. “Sudahlah, jam tangan mati aja jangan ditangisin.” Ibu ku berucap saat itu. Aku diam saja sambil sesekali menyeka air mataku. Tak berapa lama Silvester ditemukan oleh sepupuku didalam tumpukan rak sepatu. Ah, aku langsung meraihnya, mengusap debu dan melingkarkan kembali di pergelangan tangan kiri ku. Kalau ingat kejadian itu aku malu, betapa aku bersikap seperti anak kecil saat itu.
            Kini Silvester sudah 3 tahun menemaniku dan baterainya sudah aku ganti setelah acara keluarga waktu itu. Tak hanya kejadian saat acara keluargaku itu saja aku dipisahkan, bahkan baru-baru ini aku bertukar jam tangan dengan seorang teman dan Silvester menginap di pergelangan tangan yang lain selama 4 hari. Betapa hampanya pergelangan kiri ku. Kosong. Silvester sudah menjadi bagian dari keseharianku. Mandi, makan, berwudhu, berpergian bahkan tidur aku masih lingkarkan ia di pergelangan kiri ku. Terkadang sesuatu yang sudah biasa melekat dan dekat jika dipisahkan akan terasa sangat kehilangan dan kesepian.






#CeritaDariKamar #Day3
@eishafitri

Jumat, 02 Agustus 2013

CHANANA :)


Chanana namanya, bantal pisang hadiah ulang tahun ke-17 dari sahabat SMP. Sudah 4 tahun ia tidur dalam dekapanku, sudah 4 tahun ia tahu segala keluh kesah ku. Keluh kesah? Iya, aku tipe orang introvert didalam keluargaku, entahlah aku tertutup tak pernah banyak cerita. Bersama Chanana aku biasa bercerita. Ia sering kali aku peluk karena aku merasa bahagia, tapi ia juga yang sering menjadi tempat air mataku jatuh karena menangisi cinta. Ia begitu sering basah saat tengah malam, apalagi kalau bukan basah karena air mata. Aku begitu sering membenamkan diri pada Chanana. Lewat tulisan ini aku ingin meminta maaf pada Chanana, “maaf jika selama ini aku sering memberimu air mata kesedihan. Teruslah berada dalam dekapanku, temani tidurku.” . Andai Chanana mendengar, ah tapi ia hanya sebuah benda mati :’)





#CeritaDariKamar #Day2
@eishafitri