Catatan Domba Betina: Pertemuan

Senin, 23 September 2013

Pertemuan

Dia sangat menghormatiku sebagai wanita muslim.
Aku bertemu laki-laki berkaus putih, memiliki kulit sawo matang, bertubuh tinggi dan tegap, rambutnya rapi, tubuhnya harum parfum itulah yang aku tangkap dari indera penciumanku sebuah aroma parfum bvlgari extreme, salah satu parfum favoritku. Ya, aku seorang wanita namun aku suka parfum yang memiliki aroma kuat seperti bvlgari.

Siang itu disebuah acara keorganisasian non profit bercakap dengan sesama anggota, bertukar cerita apa saja. Pengalaman, alamat rumah, pekerjaan, hobi dan apapun itu. Aku berkeliling untuk saling bertukar nama dan sapa, hingga sampai di barisan belakang. Lelah, ya tapi menyenangkan. Ingat semua nama dalam organisasi itu? Jelas tidak. Sungguh anggota yang hadir siang itu sangat banyak dan kelemahan ku adalah mengingat banyak nama dan mengingatnya sesuai dengan wajah mereka, sungguh sulit.

Aku berdiri dipojok barisan belakang melihat suasana ruangan yang super crowded, riuh suara terdengar jelas. Datanglah seorang laki-laki itu menghampiriku dengan senyum manisnya.
"Halo." Sapanya pertama kali saat itu
"Halo juga." balasku dengan senyum. Tidak, ia tidak mengulurkan tangannya.
"Boleh kenalan kan?" balasnya lagi
"Tentu saja." Kataku kemudian. Tidak, ia tidak mengulurkan tangannya
"Aku Christian. Kamu?" Ia hanya mengantupkan kedua tangannya sambil tersenyum sambil sedikit membungkukkan badannya.

Ia tak menyentuhku, ia sangat menghormati jilbab yang aku kenakan. Ia tau aku wanita muslim dan ia tak ingin sembarangan menyentuhku. Ya, ia katakan itu setelah kami bercerita panjang setelah perkenalan itu. Setelah perkenalan itu kami bertukar nomor telpon dan banyak berbagi cerita.
Ia seorang kristian, agamanya sangat kuat. Ia rajin ke gereja setiap hari minggu, tidak hanya datang untuk berdoa saja ia juga aktif dalam kegiatan kegerejaan.


@eishafitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar