Catatan Domba Betina

Minggu, 16 Juni 2013


Aku seperti tersengat arus listrik
Nyeriiiiii....
Tapi malah semakin melekat
Tak bisa lepas atau tak mau lepas??

Dan aku terlempar ke dalam kesenyapan
Hanya ada aku dan dia
Bukankah hanya perlu dua aksara
Melengkapi kata menjadi genap


Seperti bintang menghidupkan malam
Seperti gelombang menangisi pantai
Megah, sekaligus perih semesta cintamu
Namun tak pernah ku berpaling
Engkaulah lelaki yang ku puja

Sudah ku alami perih karena kehilangan
Sudah kureguk kecewa karena ditinggalkan
Sudah ku didera luka karena dikhianati
Semuanya belum seberapa
Hanya satu derita yang paling menyiksa
Jatuh cinta tapi tak bisa memiliki

Sabtu, 01 Juni 2013

Remember #1


Aku ingat saat aku melakukan perjalanan ke Jawa Barat beberapa bulan lalu. Saat itu aku dan kamu sudah 2 hari tak saling memberi kabar atau lebih tepatnya aku yang menghindar dari kamu. Saat bertemu pun kita hanya membisu, saling melempar tatapan namun tak saling berbicara. Menahan.

Siang itu aku masih ingat jelas, aku merasakan rindu yang begitu dahsyat padamu. 2 hari tak saling memberi kabar membuat tumpukan rasa rindu menggunung di dadaku. Aku melihat kamu dengan jelas namun aku menahan untuk menyapa.. Menyakitkan. Aku berlalu begitu saja ketika lewat dihadapanmu. Menyakitkan. Kamu memberi senyuman terbaikmu namun aku abaikan, aku tolehkan pandangan ke arah lain tiap kali kamu mencoba memberi senyum indahmu. Menyakitkan. Aku tak tau pasti apa yang kamu rasakan saat aku membuang muka dihadapanmu, saat aku pergi berlalu begitu saja dan saat aku tidak mengaktifan handphone selama 2 hari. Apa rasa rindu juga menggunung di dadamu? Entahlah.

Terus saja aku menahan untuk tidak mengaktifan handphone. Berbaring lesu di kasur kamarku sambil menimang-nimang handphone ku, sambil sesekali melihat layar gelap. Kadang tangan ini ingin sekali menekan tombol untuk mengaktifan tapi hatiku berteriak “JANGAN!” . Hingga malam pikiran dan hatiku berperang.

Saat malam tak ku duga kedua orang tuaku menyuruhku untuk segera mengemas barang-barang. Aku sempat bertanya dan mereka menjawab “Kita ke Jawa Barat besok pagi.” . Aku sempat berpikir untuk memilih tidak ikut namun keadaan jiwaku seperti ini, aku butuh penyegaran, aku butuh ketenangan. Aku pun beranjak mulai mengemasi beberapa pakaian ke dalam ransel.
                                                                        ***
Kami sekeluarga telah siap pergi, beberapa tas sudah dimasukan ke dalam bagasi mobil, orang tua ku sudah siap duduk di dalam mobil, aku masih berdiri di luar sambil menggenggam erat handphone ku. Lagi, aku bingung. Apa aku harus memberimu kabar atau aku pergi saja? Hingga orang tua ku memanggil menyuruhku dengan segera masuk. Aku pun menurut dan segera masuk mobil dan meletakan handphone ke dalam tas dengan keadaan non aktif.

6 Jam perjalanan tak terasa hingga telah masuk ke daerah pegunungan. Benar-benar alami. Kanan kiri gunung, sawah, sungai, rumah tradisional. Tak ada kemewahan, tak ada polusi. Sederhana dan begitu tenang. Aku suka. Aku mencoba mengaktifan handphone namun sayang tak ada sinyal sama sekali, sekalipun providerku ternama dan dianggap nomor satu tetap tak ada sinyal. Mungkin jawaban Tuhan agar aku menikmati tiap menit liburan singkatku. Disinilah aku belajar tentang hidup, belajar cara memaknai hidup, semuanya aku lihat dengan mataku sendiri. Walau hanya 1 malam aku menginap namun semua telah membuat aku lebih tenang saat itu, membuat aku lebih membuka mata, membuat aku lebih segar tentunya. Sebetulnya aku ingin lebih lama belajar tentang hidup disana namun terlalu banyak aktivitas yang harus dijalani di kehidupan normalku.

Aku kembali pulang. Dalam perjalanan aku aktifan handphone ku dan banyak pesan masuk, banyak yang mencariku dan salah satu nama yang mencariku dan membuatku tersenyum adalah ada nama kamu di pesan masukku.
“Kamu kemana?? Gak ada kabar.” “Susah banget dihubungi”
Hanya pesan itu yang kamu kirim berulang-ulang. Aku ingat hanya membalas dengan mengirimi kamu sebuah gambar papan nama “Garut” dan kamu langsung mengerti pesan gambar dariku.
“Kamu kemana aja?”
“Aku keluar kota, maaf.”
“Susah banget dihubunginya, handphone gak aktif. Marah sama aku?”
“Gak.. Iya, gak ada sinyal. Maaf”
“Ngambeknya jelek ah sampe matiin handphone, gak ada kabar.”
“Aku gak marah sama kamu, karena emang gak ada sinyal. Maaf.”
“Kamu kan bisa kabarin pake hape siapa gitu, kabarin sekali aja juga udah cukup.”
“Iya maaf yaa.”
“Maafin aku juga yaa?”
“iya sama-sama”




@eishafitri
1st June, 2013

Tahu Diri - Maudy Ayunda

Hai, selamat bertemu lagi...
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau disini
Sungguh tak mudah bagiku, rasanya tak ingin bernafas lagi..

Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini, melawan cinta yang ada di hati..
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Apabila kau muncul terus begini tanpa pernah kita kita bersama
Pergilah... menghilang sajalah lagi...

Bye.. Selamat berpisah lagi meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada disini
Sungguh tak mudah bagiku menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan aku cuma bisa meradang menjadi yang disisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali aku telah berjanji menyerah
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pergilah.. Menghilang saja lagi...