Catatan Domba Betina: Senaaaaaangggg

Rabu, 09 April 2014

Senaaaaaangggg

Akhir-akhir ini gue ngerasa cuaca kalo siang panas banget. Ya hari ini pun begitu.
Mata kuliah hari ini full sampai jam 4 sore. Tapi tepat pukul 12.00 istirahat makan. Males keluar kelas karena cuaca yang super duper panas, lebih betah di kelas ber-AC sambil bergosip ria bareng teman-teman cewek lainnya. Tapi apa daya kekuatan suara perut lebih kuat akhirnya gue memutuskan untuk keluar kelas dan turun ke lantai 2 untuk membeli makan. Ternyata di luar lebih panas dari apa yang gue bayangkan di kelas tadi, akhirnya gue tidak makan cuma membeli es krim edisi Taylor Swift - RED yang katanya limited edtion itu. Setelah berjuang melawan pancaran sinar matahari akhirnya gue kembali ke kampus dari mini market sebelah kampus. Akses utamanya yang lebih dekat hanya pintu lobby dari gedung A.
Gue dan kedua teman gue lewat jalan itu. Tak lama memasuki gedung A yang ramai dengan mahasiswa lain tiba-tiba ada yang manggil-manggil nama gue. Gue mendengar sekali namun gue abaikan, gue tak terlalu memperhatikan sekitar. Sekali lagi suara laki-laki setengah berteriak kembali memanggil nama gue. Kini gue lihat posisi laki-laki yang sedaritadi memanggil nama gue. Laki-laki itu melambaikan tangan, gue melihatnya samar. Gue pikir ia teman semester 1, maka gue hanya tersenyum dan berlalu pergi. Gue tak melihat dengan jelas karena gue tidak memakai kaca mata. Tak berapa lama gue berniat melangkah terus melanjutkan perjalanan gue ke kelas tanpa memperdulikan siapa laki-laki itu. Laki-laki itu beranjak dari tempatnya dengan sigap dan segera menghampiri gue.
"Hey is.." Sapanya dengan senyum khasnya dan lesung di pipinya.
"Eh, hay. Hanafi." Kata gue sambil menunjuk. Ia mengulurkan tangannya. Ini baru kali ini ketemu lagi setelah lama gak ketemu dan kita hanya berkabar lewat bbm
"Gue kira lo lupa sama gue. Apa kabar?"
"Hmm, inget kok. Gue baik. Lo apa kabar?" Kata gue sambil berjabat tangan dengannya . Saat itu kedua teman gue menunggu sekitar 10 langkah dari tempat gue dan Hanafi berbincang
"Ada apa?" Kata gue bingung
"Gak ada apa-apa sih. Eh iya lo gabung di komunitas bahasa itu ya?"
"Yap.. kenapa?"
"Gapapa. Eh iya btw, gue mau belajar bahasa inggris nih." Oke perbincangan kita siang itu mengenai bahasa. Teman gue memanggil dan bertanya apakah gue masih lama berbincang dan gue hanya memberi kode agar mereka lebih dahulu pergi dan tinggalkan saja gue berdua.
"Temen lo nungguin atau lo mau buru-buru?" Kata dia sambil melihat teman gue
"Gak kok. santai aja."
Gue berbincang di depan mading tepat di depan ruang dosen. Banyak banget yang dibicarain dari tetang keinginan dia mau belajar bahasa inggris.
"Lo suka hiking?" Dia pun bertanya tentang hobi yang lagi gue sukai
"Iya.. ikut yuk."
"Kapan?"
"Mei. insya allah ke papandayan."
"Tapi gue belum pernah naik gunung tapi gue mau."
"Ya ayo. gue juga masih pemula."
"oh iya, kalo ada acara tentang kebudayaan gitu ajak gue juga dong. Kabar-kabarin lewat bbm."
"Siaaap"
Gue pun ngobrol cukup lama sambil berdiri tapi berasa enak aja ya. haha

Gak ngerti siang yang terik panas matahari itu jadi berasa adem pas tatap muka dan ngobrol bareng dia. Senyumannya bikin adem, tutur katanya kayak angin sepoi, matanya kayak air yang bening. Setelah obrolan siang sama dia, gue pun menuju kelas dengan senyum-senyum. Sampai di lift tuh semua gue senyumin sampai dosen yang gak gue kenal gue senyumin sampai akhirnya ngobrol di lift sama dosen.
Di lorong kelas gue masih senyum-senyum rasanya tuh es krim lebih manis dari biasanya. Di kelas pun gue senyum ramah ke semua.

Entah kenapa ketika suasana hati kita saat sedang dalam mood yang enak semua jadi kena efek-nya. Kayak dikasih senyum, dikasih sapaan dan pujian. Gitu juga sebaliknya ketika mood lagi berantakan semua kena imbasnya. Dijutekin, didiemin, dimarah-marahin. Ini yang gak baik. Seharusnya jika keadaan hati kita lagi gak enak jangan dilimpahin ke orang yang gak tau apa-apa. Ya, kita semua harus belajar seperti itu. Termasuk gue pribadi. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar