Siang ini aku merapikan tumpukan novel dan kertas-kertas yang telah lama tidak aku perhatikan. Dari tumpukan itu aku menemukan sebuah bloknot. Bloknot itu semacam buku catatan kecil.
Bloknot atau notes itu aku sudah isi dengan beberapa tulisan tanganku atau cerita sehari-hariku. Entah dapat dorongan darimana tiba-tiba aku ingin kembali menulis di buku itu. Tulisan yang ditulis dengan tangan itu lebih terasa menyenangkan daripada harus secara digital seperti ini. Aku jadi ingin kembali bercerita di buku itu saja meskipun saat ini teknologi canggih. Sebenarnya aku bisa bercerita di blog, twitter atau media sosial lainnya tapi entah mengapa aku ingin kembali menulis ceritaku di buku itu. Agar lebih pribadi.
Bloknot ini tidak dijual dimana-mana, aku membuatnya sendiri dengan desain-ku sendiri. Kalau ada yang pernah menonton film Perahu Kertas ada buku dongeng yang dibuat Kugy, nah itu wujudnya seperti itu. Tapi tidak sebesar milik Kugy. Makanya sayang sekali jika aku tidak pakai sama sekali bloknot ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar