Catatan Domba Betina

Minggu, 16 Juni 2013


Melukiskan dirinya,
Setiap helai kata menjadi lumpuh kehilangan makna

Dan kerinduan menggenang
Menenggelamkan diriku ke dasarnya...


Tengah malam aku terjaga
Mendengarkan keheningan yang penuh suara
Sebab isi hati tak pernah bisa bungkam


Seperti dikejar bayang-bayang
Meski tak melakukan kesalahan apa-apa
Mengapa kebenaran justru membuat kita selalu merasa tersiksa?
Barangkali karena kebenaran telah lama terpenjara


Aku seperti tersengat arus listrik
Nyeriiiiii....
Tapi malah semakin melekat
Tak bisa lepas atau tak mau lepas??

Dan aku terlempar ke dalam kesenyapan
Hanya ada aku dan dia
Bukankah hanya perlu dua aksara
Melengkapi kata menjadi genap


Seperti bintang menghidupkan malam
Seperti gelombang menangisi pantai
Megah, sekaligus perih semesta cintamu
Namun tak pernah ku berpaling
Engkaulah lelaki yang ku puja