Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943- Chairil Anwar
Jumat, 26 Juli 2013
Selamat Hari Puisi Indonesia dan Selamat Ulang Tahun Chairil Anwar
Hari ini 26 Juli diperingati sebagai Hari Puisi Indonesia dan bertepatan pula dengan lahirnya Sang Maestro Puisi Indonesia siapa lagi kalo bukan Chairil Anwar. Nah! Sekarang gue mau bahas sedikit tentang Chairil Anwar :')
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara tanggal 26 Juli 1922. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha. Ia mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang merupakan sekolah dasar untuk pribumi pada masa penjajahan Belanda. Kemudian ia meneruskan pendidikan di Meer Uitgebreid Lger Onderwijs (MULO). Saat berusia 18 tahun, ia tidak bersekolah lagi. Pada usia 15 tahun ia bertekad untuk menjadi seorang seniman. Pada usia 19 tahun, setelah kedua orang tuanya bercerai, Chairil bersama ibunya pindah ke Jakarta yang dulu masih bernama Batavia, dimana ia berkenalan dengan dunia sastra. Ia juga pandai menguasai bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman. Ia mengisi waktunya dengan membaca karya-karya pengarang internasional.
Pada tanggal 28 April 1949 ia meninggal di usia muda yaitu usia 27 tahun karena sejumlah penyakit menimpanya. Kemudian di makamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Chairil telah menghasilkan begitu banyak karya sastra dan yang paling terkenal adalah AKU
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara tanggal 26 Juli 1922. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha. Ia mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang merupakan sekolah dasar untuk pribumi pada masa penjajahan Belanda. Kemudian ia meneruskan pendidikan di Meer Uitgebreid Lger Onderwijs (MULO). Saat berusia 18 tahun, ia tidak bersekolah lagi. Pada usia 15 tahun ia bertekad untuk menjadi seorang seniman. Pada usia 19 tahun, setelah kedua orang tuanya bercerai, Chairil bersama ibunya pindah ke Jakarta yang dulu masih bernama Batavia, dimana ia berkenalan dengan dunia sastra. Ia juga pandai menguasai bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman. Ia mengisi waktunya dengan membaca karya-karya pengarang internasional.
Pada tanggal 28 April 1949 ia meninggal di usia muda yaitu usia 27 tahun karena sejumlah penyakit menimpanya. Kemudian di makamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Chairil telah menghasilkan begitu banyak karya sastra dan yang paling terkenal adalah AKU
Kamis, 25 Juli 2013
Barang Kesayangan
Punya barang kesayangan dan dikasih nama?? Hahaha
Itu kerjaan guekasih nama tiap beli sesuatu yang emang udah masuk daftar wish list dan bisa dibeli dengan uang sendiri. Barang kesayangan itu menurut gue sesuatu barang yang gue dapatkan atau dibeli pake uang sendiri dan jerih payah sendiri. Tapi ada benda kesayangan yang emang dikasih orang lain sebagai hadiah. Tapi disini gue mau share tentang barang-barang yang gue beli dengan uang sendiri. Gak niat mau sombong tapi siapa tau kamu termotivasi dan mulai rajin nabung! :)
1. Jam Tangan Casio. Gue kasih nama Silvester, gue beli 10 Juli 2010. Beli itu pake gaji pertama gue :)
2. Notebook ASUS. Gue kasih nama woody karena warnanya cokelat kayak kayu. Gue beli bulan September 2010 pake gaji gue juga :)
3. Blackberry Gemini White. Gue kasih nama Whity, gue beli 1 Februari 2011. Gue beli pake gaji gue juga :)
4. Camera Digital Canon. Gue kasih nama Greyson, gue beli bulan Agustus 2012. Gue beli pake gaji gue juga :)
5. Samsung Young. Gue belum kasih nama. Dikasih nyokap :)
Nah, itu dia barang-barang kesayangan gue. Nanti gue share benda-benda kesayangan yang dikasih orang lain :)
Itu kerjaan guekasih nama tiap beli sesuatu yang emang udah masuk daftar wish list dan bisa dibeli dengan uang sendiri. Barang kesayangan itu menurut gue sesuatu barang yang gue dapatkan atau dibeli pake uang sendiri dan jerih payah sendiri. Tapi ada benda kesayangan yang emang dikasih orang lain sebagai hadiah. Tapi disini gue mau share tentang barang-barang yang gue beli dengan uang sendiri. Gak niat mau sombong tapi siapa tau kamu termotivasi dan mulai rajin nabung! :)
1. Jam Tangan Casio. Gue kasih nama Silvester, gue beli 10 Juli 2010. Beli itu pake gaji pertama gue :)
2. Notebook ASUS. Gue kasih nama woody karena warnanya cokelat kayak kayu. Gue beli bulan September 2010 pake gaji gue juga :)
3. Blackberry Gemini White. Gue kasih nama Whity, gue beli 1 Februari 2011. Gue beli pake gaji gue juga :)
4. Camera Digital Canon. Gue kasih nama Greyson, gue beli bulan Agustus 2012. Gue beli pake gaji gue juga :)
5. Samsung Young. Gue belum kasih nama. Dikasih nyokap :)
Nah, itu dia barang-barang kesayangan gue. Nanti gue share benda-benda kesayangan yang dikasih orang lain :)
FRIENDSHIP
Seneng gak sih rasanya kalo punya sahabat? Pasti bukan seneng lagi ya bahkan bahagia yang kita rasa kalo punya sahabat yang saling ngerti, punya banyak kesamaan, dll.
Segala macem kegiatan bisa dilakukin bareng.
Sahabat jadi prioritas no.3 dalah hidup gue. Setelah Tuhan dan keluarga tentunya.
Definisi sahabat sama teman beda menurut gue. Kalo sahabat tau diri kita sampai ke akar-akarnya alias baik buruknya diri kita dia tau, sedangkan teman hanya tau baikknya kita aja. Sahabat ada saat kita happy dan tetap ada saat kita jatuh dan sulit bangkit.
Apa milih sahabat itu sesuai gender? Menurut gue gak! Baik perempuan atau laki-laki sama aja, kalo dirasa nyaman ya bisa jadi sahabat.
Oke, saat ini gue mau publikasikan sahabat gue. Salah satu cara nunjukin kalo gue sayang banget sama mereka dan gak mau pisah dari mereka :')
first of all, itu ada sahabat gue dari zaman MTs dulu. Sekitar tahun 2006 - sampai selamanya amin semoga kita masih bisa sahabatan. 6 orang termasuk gue ditanggal 14 februari 2006 menamai diri kita FLOWER. Ini nama terkenal banget deh pada zamannya :D terdiri dari : Ismi, Siska, Syifa, Fara, Nilam dan gue. Tapi seiring berjalannya waktu dan roda kehidupan terus berputar Nilam dan Fara udah jarang ketemu lagi. Tapi, gue, Ismi, Siska dan Syifa masih suka nyempetin waktu untuk ketemu. Terlebih Ismi yang sering mampir ke rumah cuma untuk curhat atau jalan bareng berdua. Kadang enaknya punya sahabat cewek tuh kalo lagi 'sehati' enak. Semisal gue dan Ismi kita berdua sama-sama putus dari pacar kita masing-masing di waktu yang hampir bersamaan dan saat itu juga kita nonton bioskop berdua dan nangis bareng di dalam studio. Hal-hal yang kaya gitu yang merekatkan persahabatan kita, kenapa? karena kita sama-sama ikut merasakan atau walau hanya sekedar menaruh perhatian lebih ke sahabat yang emang lagi butuh support kita.
Zaman SMK ada beberapa orang yang cukup dekat dengan gue tapi gue gak punya chemistry yang ciamik bareng mereka. Malah setelah lulus gue deketnya sama teman SMK yang lain. Itu si Ulan dan Arab, bukan sahabat seperti FLOWER sih, mereka sekedar temen nongkrong aja, temen hang out, temen gila, temen belanja. Mereka memang belum masuk dalam tahap sahabat sejati tapi mereka selalu ada saat gue butuh dan sebisa mungkin gue juga ada untuk mereka :)
Sahabat pas kuliah? wah, banyak!
Sama seperti zaman SMK mereka lebih enak disebut teman karena anggotanya cukup banyak makanya gue kasih nama FRIENEMIES. Itu udah solid sejak semester 1 dan alhamdulillah sampai sekarang masih suka sekadar ngumpul, gak banyak cerita tentang hidup dengan mereka, lebih banyak tawa dan becanda. Seruuuu!
Dan beruntung semester 3 gue dipertemukan dengan manusia-manusia tangguh! RANGERS FINEE
kita bukan gangster, kita sahabat! Gue, Nova, Feby, Kibo dan Irwan. 5 orang yang saling bertukar cerita hidup, saling mengerti, saling mengisi. 1 April 2013 RANGERS FINEE terbentuk, sebenernya itu bukan tanggal pasti tapi kita pake tanggal itu untuk anniv. Yap, terbilang cukup baru tapi kebersamaan kita gak kenal waktu dan sangat cocok dengan motto kita "As Long As Possible" :D
Nanti gue akan cerita detail tentang sahabat-sahabat gue itu. Well, siapapun yang kenal gue. Kalian berarti buat gue dan gue sayang kalian. Gak mandang kalian sahabat atau hanya sekadar teman. :')
Segala macem kegiatan bisa dilakukin bareng.
Sahabat jadi prioritas no.3 dalah hidup gue. Setelah Tuhan dan keluarga tentunya.
Definisi sahabat sama teman beda menurut gue. Kalo sahabat tau diri kita sampai ke akar-akarnya alias baik buruknya diri kita dia tau, sedangkan teman hanya tau baikknya kita aja. Sahabat ada saat kita happy dan tetap ada saat kita jatuh dan sulit bangkit.
Apa milih sahabat itu sesuai gender? Menurut gue gak! Baik perempuan atau laki-laki sama aja, kalo dirasa nyaman ya bisa jadi sahabat.
Oke, saat ini gue mau publikasikan sahabat gue. Salah satu cara nunjukin kalo gue sayang banget sama mereka dan gak mau pisah dari mereka :')
first of all, itu ada sahabat gue dari zaman MTs dulu. Sekitar tahun 2006 - sampai selamanya amin semoga kita masih bisa sahabatan. 6 orang termasuk gue ditanggal 14 februari 2006 menamai diri kita FLOWER. Ini nama terkenal banget deh pada zamannya :D terdiri dari : Ismi, Siska, Syifa, Fara, Nilam dan gue. Tapi seiring berjalannya waktu dan roda kehidupan terus berputar Nilam dan Fara udah jarang ketemu lagi. Tapi, gue, Ismi, Siska dan Syifa masih suka nyempetin waktu untuk ketemu. Terlebih Ismi yang sering mampir ke rumah cuma untuk curhat atau jalan bareng berdua. Kadang enaknya punya sahabat cewek tuh kalo lagi 'sehati' enak. Semisal gue dan Ismi kita berdua sama-sama putus dari pacar kita masing-masing di waktu yang hampir bersamaan dan saat itu juga kita nonton bioskop berdua dan nangis bareng di dalam studio. Hal-hal yang kaya gitu yang merekatkan persahabatan kita, kenapa? karena kita sama-sama ikut merasakan atau walau hanya sekedar menaruh perhatian lebih ke sahabat yang emang lagi butuh support kita.
Zaman SMK ada beberapa orang yang cukup dekat dengan gue tapi gue gak punya chemistry yang ciamik bareng mereka. Malah setelah lulus gue deketnya sama teman SMK yang lain. Itu si Ulan dan Arab, bukan sahabat seperti FLOWER sih, mereka sekedar temen nongkrong aja, temen hang out, temen gila, temen belanja. Mereka memang belum masuk dalam tahap sahabat sejati tapi mereka selalu ada saat gue butuh dan sebisa mungkin gue juga ada untuk mereka :)
Sahabat pas kuliah? wah, banyak!
Sama seperti zaman SMK mereka lebih enak disebut teman karena anggotanya cukup banyak makanya gue kasih nama FRIENEMIES. Itu udah solid sejak semester 1 dan alhamdulillah sampai sekarang masih suka sekadar ngumpul, gak banyak cerita tentang hidup dengan mereka, lebih banyak tawa dan becanda. Seruuuu!
Dan beruntung semester 3 gue dipertemukan dengan manusia-manusia tangguh! RANGERS FINEE
kita bukan gangster, kita sahabat! Gue, Nova, Feby, Kibo dan Irwan. 5 orang yang saling bertukar cerita hidup, saling mengerti, saling mengisi. 1 April 2013 RANGERS FINEE terbentuk, sebenernya itu bukan tanggal pasti tapi kita pake tanggal itu untuk anniv. Yap, terbilang cukup baru tapi kebersamaan kita gak kenal waktu dan sangat cocok dengan motto kita "As Long As Possible" :D
Nanti gue akan cerita detail tentang sahabat-sahabat gue itu. Well, siapapun yang kenal gue. Kalian berarti buat gue dan gue sayang kalian. Gak mandang kalian sahabat atau hanya sekadar teman. :')
Faktabahasa
Komunitas Faktabahasa Jabodetabek :)
Yap, kalo gak salah 146 orang hadir dari sekitar 400 anggota Faktabahasa Jabodetabek. Ini acara internalisasi di FIB UI. Seruuuuu!
Faktabahasa ini merupakan komunitas non-profit alias tempat untuk belajar. BUKAN TEMPAT LES!
Disini kumpulan orang yang mencintai bahasa dan budaya dunia.
Gue sendiri bagian dari Faktabahasa regional Tangerang :') misinya ya supaya lancar bahasa asing seperti Prancis, Jerman, Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, Rusia, dll.
Making fun :')
kalo mau gabung boleh banget! Baru ada 2 cabang di Bandung dan Jabodetabek
@faktabahasa
@faktabahasa_jkt
@faba_tangerang
![]() | |
| di Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Indonesia, Depok. |
Yap, kalo gak salah 146 orang hadir dari sekitar 400 anggota Faktabahasa Jabodetabek. Ini acara internalisasi di FIB UI. Seruuuuu!
Faktabahasa ini merupakan komunitas non-profit alias tempat untuk belajar. BUKAN TEMPAT LES!
Disini kumpulan orang yang mencintai bahasa dan budaya dunia.
Gue sendiri bagian dari Faktabahasa regional Tangerang :') misinya ya supaya lancar bahasa asing seperti Prancis, Jerman, Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, Rusia, dll.
Making fun :')
kalo mau gabung boleh banget! Baru ada 2 cabang di Bandung dan Jabodetabek
@faktabahasa
@faktabahasa_jkt
@faba_tangerang
Goodbye My Lover
Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?'
Cause I saw the end before we'd begun
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what's mine by eternal right.
Took your soul out into the night. It may be over but it won't stop there,I am here for you if you'd only care.
You touched my heart, you touched my soul. You changed my life and all my goals. And love is blind and that I knew when,My heart was blinded by you.
I've kissed your lips and held your head. Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.I've been addicted to you.
Goodbye my lover.
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one. You have been the one for me.
I am a dreamer but when I wake
I am a dreamer but when I wake
You can't break my spirit - it's my dreams you take.
And as you move on, remember me, Remember us and all we used to be
I've seen you cry, I've seen you smile. I've watched you sleeping for a while.
I'd spend a lifetime with you. I know your fears and you know mine.
We've had our doubts but now we're fine, And I love you, I swear that's true. I cannot live without you.
And I still hold your hand in mine. In mine when I'm asleep.
And I still hold your hand in mine. In mine when I'm asleep.
And I will bear my soul in time,When I'm kneeling at your feet.
Goodbye my lover. Goodbye my friend. You have been the one. You have been the one for me.
I'm so hollow, baby, I'm so hollow.I'm so, I'm so, I'm so hollow.
Sudah lama ku yakinkan diri sendiri bahwa aku telah melupakan laki-laki itu, tetapi begitu dia muncul, aku menyangkal semua pernyataan itu dalam hati. Aku masih menyayanginya.
"Hai."
Suara itu. Aku merindukannya. Tanpa terasa, air mata menetes, bulir bening mengalir di pipiku tanpa dapat ku hentikan. Dia menatapku, seakan menunggu jawaban, tapi tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Yang perlu aku lakukan adalah merapatkan jarak di antara kami. Mencari keberanian itu, mengambil kesempatan itu, mengucapkan tiga kata itu. Namun, aku justru diam terpaku, tak sanggup berkata maupun berbuat apa-apa.
'Sudah lama kita terlambat. Masihkah kita punya kesempatan untuk memperbaikinya?' kataku dalam hati
"Mungkin udah terlambat untuk aku buat ngomong ini, tapi aku sayang kamu."
'aku juga sayang kamu' aku hanya menjawab dalam hati
"Maaf, waktu itu aku gak cukup kuat untuk melindungi kita."
'Maaf, karena aku yang terlebih dulu melepaskan kamu.' Kata ku dalam hati lagi
Ketika dia memelukku, aku tidak cukup kuat untuk menolaknya. Tidak cukup kuat untuk membohongi diri sendiri bahwa selama ini dia tidak berarti apa-apa untukku. Aku terisak di balik pelukannya yang hangat, menemukan satu-satunya hal yang selama ini kami cari.
"Jangan pergi lagi." Hanya itu jawaban yang dapat ku berikan padanya. Namun, jawaban itu ternyata cukup untuknya karena dia mengangguk dan mempererat pelukannya.
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat dimana kita berbuat kesalahan dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti kata hati ke manapun ia membawaku. Dan kali ini, ia membawaku menuju cinta.
-Remember When-
"Hai."
Suara itu. Aku merindukannya. Tanpa terasa, air mata menetes, bulir bening mengalir di pipiku tanpa dapat ku hentikan. Dia menatapku, seakan menunggu jawaban, tapi tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Yang perlu aku lakukan adalah merapatkan jarak di antara kami. Mencari keberanian itu, mengambil kesempatan itu, mengucapkan tiga kata itu. Namun, aku justru diam terpaku, tak sanggup berkata maupun berbuat apa-apa.
'Sudah lama kita terlambat. Masihkah kita punya kesempatan untuk memperbaikinya?' kataku dalam hati
"Mungkin udah terlambat untuk aku buat ngomong ini, tapi aku sayang kamu."
'aku juga sayang kamu' aku hanya menjawab dalam hati
"Maaf, waktu itu aku gak cukup kuat untuk melindungi kita."
'Maaf, karena aku yang terlebih dulu melepaskan kamu.' Kata ku dalam hati lagi
Ketika dia memelukku, aku tidak cukup kuat untuk menolaknya. Tidak cukup kuat untuk membohongi diri sendiri bahwa selama ini dia tidak berarti apa-apa untukku. Aku terisak di balik pelukannya yang hangat, menemukan satu-satunya hal yang selama ini kami cari.
"Jangan pergi lagi." Hanya itu jawaban yang dapat ku berikan padanya. Namun, jawaban itu ternyata cukup untuknya karena dia mengangguk dan mempererat pelukannya.
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat dimana kita berbuat kesalahan dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti kata hati ke manapun ia membawaku. Dan kali ini, ia membawaku menuju cinta.
-Remember When-
Rabu, 24 Juli 2013
"Lo masih sayang sama pacar gue?"
"Lo telpon cuma untuk nanyain gue ini?"
"Gue telpon untuk minta maaf"
"Gue yang salah"
"Gue minta maaf karena udah ngejauhin lo."
"Gue yang salah."
"Kenapa waktu itu lo gak bilang kalo lo sayang dia? Kenapa waktu itu lo harus bohong?"
"Gue rela kehilangan yang lain, asal hubungan kita tetap baik."
"Lo tau kenapa gue marah? Gue marah karena lo gak jujur sama gue. Gue kecewa. Bahkan sampai sekarang pun lo gak pernah mau bilang yang sejujurnya, apa yang lo rasain."
"Gue gak bisa."
"Pacar gue masih sayang sama lo. Sampaikan apa yang ingin lo sampaikan selama ini ke dia."
"Gue gak punya apa-apa untuk disampaikan ke dia."
"If you cant do it for me, at least do it for yourself, jangan ada kata sesal. Gue udah putus sama pacar gue, cuma ini yang bisa gue lakukan untuk lo. Kita tetap teman kan?" Lalu aku mengiyakan
-Remember When-
"Lo telpon cuma untuk nanyain gue ini?"
"Gue telpon untuk minta maaf"
"Gue yang salah"
"Gue minta maaf karena udah ngejauhin lo."
"Gue yang salah."
"Kenapa waktu itu lo gak bilang kalo lo sayang dia? Kenapa waktu itu lo harus bohong?"
"Gue rela kehilangan yang lain, asal hubungan kita tetap baik."
"Lo tau kenapa gue marah? Gue marah karena lo gak jujur sama gue. Gue kecewa. Bahkan sampai sekarang pun lo gak pernah mau bilang yang sejujurnya, apa yang lo rasain."
"Gue gak bisa."
"Pacar gue masih sayang sama lo. Sampaikan apa yang ingin lo sampaikan selama ini ke dia."
"Gue gak punya apa-apa untuk disampaikan ke dia."
"If you cant do it for me, at least do it for yourself, jangan ada kata sesal. Gue udah putus sama pacar gue, cuma ini yang bisa gue lakukan untuk lo. Kita tetap teman kan?" Lalu aku mengiyakan
-Remember When-
"He seems a little strained."
"He's just a little tipsy."
"No, i mean, he seems like he has a lot in mind."
"To be honest, i dont think he still loves me."
"You mean he's still in love with that girl?"
"I gave up everything for him. Do you have any idea how that feels?"
"Did you regret it?"
"Menyesal? Of course not."
"Then why are you acting as if you're a victim? When you make decisions, you deal with consequences. Kamu memberikan segalanya untuk dia denga tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Dont blame it on him. Dont expect anything in return."
"I guess i just cant live without him."
"Being able to live with or without someone is just a matter of perspective,"
"Kalo seandainya kamu dan pacarmu berpisah sekarang, is it going to be alright for you?"
"As women, we need to protect ourselves from getting hurt. But sometimes hurt is inevitable that we just have to do deal with it."
Ucapan temanku membuat diriku berpikir, "Mereka semua jadi korban keegoisanku yang mencoba mengikat pacarku dengan segala cara, hanya supaya dia tetap disisiku. Sebenarnya selama ini aku mencari kebahagiaan untuk siapa? Untuk pacarku? atau untuk diriku sendiri?"
"He's just a little tipsy."
"No, i mean, he seems like he has a lot in mind."
"To be honest, i dont think he still loves me."
"You mean he's still in love with that girl?"
"I gave up everything for him. Do you have any idea how that feels?"
"Did you regret it?"
"Menyesal? Of course not."
"Then why are you acting as if you're a victim? When you make decisions, you deal with consequences. Kamu memberikan segalanya untuk dia denga tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Dont blame it on him. Dont expect anything in return."
"I guess i just cant live without him."
"Being able to live with or without someone is just a matter of perspective,"
"Kalo seandainya kamu dan pacarmu berpisah sekarang, is it going to be alright for you?"
"As women, we need to protect ourselves from getting hurt. But sometimes hurt is inevitable that we just have to do deal with it."
Ucapan temanku membuat diriku berpikir, "Mereka semua jadi korban keegoisanku yang mencoba mengikat pacarku dengan segala cara, hanya supaya dia tetap disisiku. Sebenarnya selama ini aku mencari kebahagiaan untuk siapa? Untuk pacarku? atau untuk diriku sendiri?"
Selasa, 02 Juli 2013
Pindah Hati
Proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang kita masih membandingkan siapapun yang kita temui dengan mantan pacar.
Ketika kenalan sama seeorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Membandingkan secara sadar atau tidak, cara mereka berjalan, berbicara bahkan hal-hal kecil lainnya. Seperti orang yang masih kejebak di dalam masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu. Ini mungkin alasan kenapa gue susah banget untuk menemukan yang baru. Karena perjuangan untuk move on adalah perjuangan untuk melupakan.
Waktu mungkin obat paling baik untuk semua luka.
Orang terbaik buat gue itu seperti sebuah rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan dan menawarkan kenyamanan.
Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti.
Akhirnya melakukan perpindahan ke tempat baru membuat gue dihantui rasa cemas. Apakah sama enaknya? Apakah sama menyenangkannya? Apakah akan lebih baik?
Padahal untuk melakukan pencapaian lebih, gue gak bisa hanya bertahan di tempat yang sama.
Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Mau tak mau kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapan. Bahkan rela mati ditengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik gue hanya perlu berani pindah.
Kita gak bisa melawan waktu. Semuanya pasti berubah.
Gue hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil dari semua perpindahan ini.
-Manusia Setengah Salmon-
Ketika kenalan sama seeorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Membandingkan secara sadar atau tidak, cara mereka berjalan, berbicara bahkan hal-hal kecil lainnya. Seperti orang yang masih kejebak di dalam masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu. Ini mungkin alasan kenapa gue susah banget untuk menemukan yang baru. Karena perjuangan untuk move on adalah perjuangan untuk melupakan.
Waktu mungkin obat paling baik untuk semua luka.
Orang terbaik buat gue itu seperti sebuah rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan dan menawarkan kenyamanan.
Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti.
Akhirnya melakukan perpindahan ke tempat baru membuat gue dihantui rasa cemas. Apakah sama enaknya? Apakah sama menyenangkannya? Apakah akan lebih baik?
Padahal untuk melakukan pencapaian lebih, gue gak bisa hanya bertahan di tempat yang sama.
Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Mau tak mau kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapan. Bahkan rela mati ditengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik gue hanya perlu berani pindah.
Kita gak bisa melawan waktu. Semuanya pasti berubah.
Gue hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil dari semua perpindahan ini.
-Manusia Setengah Salmon-
Langganan:
Postingan (Atom)


