Catatan Domba Betina

Kamis, 06 Maret 2014

di tempat biasa kita bertemu, ada yang tertinggal dari setiap sesap minuman hangat, seperti ampas kopi yang pahit dan pekat, seperti bayangan luka yang begitu dekat

di tempat biasa kita bertemu, samar suaramu masih terdengar, seperti ingatan yang perlahan pudar, seperti kenangan yang menyembunyikan memar

di tempat biasa kita bertemu, ada yang tersisa dari setiap sayup suara, ada yang terlupa untuk dibawa, ada yang luput dari perhatian kita

di tempat biasa kita bertemu, ada yang belum terangkum dalam kalimatku, samar suaraku tak sampai lagi kepadamu
ada kerut kenangan terukir di dasar cangkir mengundang bibirmu yang memang bersikeras mencium ampas, sementara masa lalu tak patut lagi kita gali dan percakapan perlahan menjadi mahal.
di depanmu aku menyusun kemungkinan tapi kau membuang semua kepastian.
tak ada jarak terjauh antara dua luka kecuali perasaan tak ingin mempertahankan.
dalam hening ruang dengan dua cangkir minuman di depan kita sunyi telah mengubah diri menjadi lebam di masing-masing dada.
di depanku kau menyusun kebohongan dan aku terlalu lihai untuk tak percaya.
ada aroma kenangan di permukaan cangkir yang belum kau minum tapi wajahmu telah menolak mengingat apapun.
sebab yang sudah tak perlu kembali.
sebab yang luka tak perlu lagi.
sebab dirimu tak ingin pergi.
di permukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku yang sedang kau lumat dengan ucapan perpisahan membacanya kata demi kata.
kita begitu fasih menghancurkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan.
sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkar tenang di jarimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat.
aku tak mampu menulis di tanganmu sebab sebuah genggam tak cukup menahan puluhan rencana kepergian. kita begitu hapal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara bertahan.
di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai. tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain.
jauh dari yang tak akan kembali. jauh dari yang tak pernah terjadi.
tak ada yang berubah meski kenangan sudah berhasil kau kemas dan luka tak lagi membuatmu cemas. Sebab kepergian selalu terasa nyata dan kesepian selalu mencari teman.
Di depan cermin ada sejarah yang mengulang-ulang dirinya, memanggilmu dari kejauhan.
aku bersembunyi di sudut lain membiarkanmu menatap wajah yang selama ini bertarung dengan ragu: benarkah sejauh ini pernah ada kita di situ?

tak ada yang terganti meski ingatan tergulung rapi dan kau sudah menyediakan ruang yang lain lagi.
sebab raung yang kau peram selalu memantulkan diri setiap kali kau mulai meraba pipi: di depan cermin kau membayangkan tanganku mengusap lagi wajahmu, menyentuh kembali kenangan itu.
ada yang mengalir di pipimu tapi bukan airmata. seperti ingatan yang mencair dan mencari rumah. rindu yang pergi dan pulang ingin sekali rebah.

tak ada rumah yang kau ingat di balik cermin itu. sebab tak pernah ada kau dan aku.
bukan basah hujan begitu menakutkan, kekasih
tapi dingin kenangan betapa jauh sudah ia angkut

bukan basah hujan begitu meresahkan, kekasih
tapi rintik luka betapa ramai kini ia demikian deras

bukan basah hujan begitu memilukan, kekasih
tapi ingatan telah mengendap dan terbuka dalam setiap
tempias

Selasa, 25 Februari 2014

kata-kata yang sudah tua
tinggal di dalam kamar

rindu menekuk lutut di sudut
luka bergelantungan di pintu

tidak ada lampu untuk masa lalu
atau cinta yang terbaring dan demam

cuma kenangan tersangkut di sarang laba-laba
dan ingatan membungkus tubuhnya yang biru

tidak ada kita di atas kasur
atau sisa napas di pinggir bantal

cuma kepergian yang membekas di jendela
dan selembar tirai yang masih menunggu

Minggu, 16 Februari 2014

Mine - Petra Sihombing

Girl your heart, girl your face is so different from them others 
I say, you're the only one that I'll adore
Cause everytime you're by my side my blood rushes through my veins
 And my geeky face, blushed so silly
And I want to make you mine
baby I'll take you to the sky 
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die 
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm 
Lingers always on my mind
I'll say, you're the onlyone that I've waited for



:* 
"and now i'm yours"

Kamis, 23 Januari 2014

nikmati masa single lo~


Beberapa pekan ini entahlah banyak yang buat hati seorang jomblo ini happy. Yippieee!! Ini gue sharing ya beberapa
“Hy apa kabar is?”
1 pesan BBM di hape gue sekitar pukul 19.00 dari Hanafi. Siapa tuh Hanafi?
Oke gini. Hanafi temen di kampus gue tapi dia semester 3 satu fakultas. Jadi dulu kenal Hanafi sekitar 3 bulan yang lalu. Waktu itu gue abis makan siang dan masih nunggu temen di lobby kampus sambil baca-baca mading dan ngobrol sama beberapa teman lainnya. Gue sadar Hanafi ada gak jauh dari gue dan temen-temen dan tiba-tiba dia nyamperin gue dan temen-temen “Hai, lagi pada ngapain?” . Gue pun jawab “Lagi nunggu temen nih.” .
“Oh iya ini gue ada tugas kewirausahaan disuruh nyoba buat jualan.”
“Jualan apa?” temen gue menanggapi
“Parfum. Oh iya kenalan dulu dong sama semuanya.” Dia dengan baiknya mengulurkan tangan
“Emang lu semester berapa?” gue bertanya
“Gue 3. Semester apa? Fakultasnya?”
“Sama kok Ekonomi Cuma kita semster 5.” Kata gue saat itu
“Woow, berarti senior dong ya..” Kata dia sambil tersenyum
Temen-temen gue gak gitu nge-respon keberadaan Hanafi saat itu. Jadi gue-lah mencoba ngobrol dengan dia. Dan ngobrol siang itu berujung dengan ngasih kontak dia. Yaudah akhirnya invite-invite BBM.
Setelah kejadian itu gue emang gak pernah BBM karena emang gak ada urusan sama dia. Kontak dia gak gue hapus. Dan beberapa minggu dari pertemuan gue sama Hanafi siang itu, salah satu temen gue mau beli parfum dan hanya gue-lah yang punya kontaknya. Akhirnya gue mulai BBMan sama dia ya sebatas order doang.
2 hari kemudian gue dan Hanafi ketemu lagi di kampus. Ya, dia kasih parfum pesenan temen gue. Saat itu gue di kelas dan dia nyamperin ke kelas. Awalnya main cari-carian. Hehehe
“Loh lu disini sendirian?” Kata dia saat masuk kelas gue
“Iya nih.” Eh iya dia kembali mengulurkan tangan dan minta maaf agak telat nemuin gue
“Temen-temen lu dimana?” Dia menarik kursi dan mendekatkannya di deket gue
“Lagi pada makan.”
“Hmmm” Dia sibuk ngebongkar-bongkar tas dan mengeluarkan semua isi tas-nya
“Sorry ya berantakan isi tas gue gak karuan gini.” Kata dia sambil merapikan kertas dan buku-buku yang dia bawa. Dan diantara tumpukan buku itu ada salah satu buku yang sedang gue baca juga
“Loh lu baca buku itu juga?” Kata gue sambil menunjuk ke arah tumpukan buku dia
“Iya. Lu juga baca?”
“He’eh bagus banget. Inspiratif.” Dia menyodorkan bukunya ke gue
“Punya temen sih itu. Lu beli atau minjem juga kayak gue?”
“Kebetulan gue beli sendiri.” Gue sambil buka-buka lembar buku itu
“Gue baru sampe sini.” Kata dia langsung menunjuk halaman yang baru dia baca
“Wah udah jauh ya lu. Gue baru sampe sini.”
                        Wah-wah ini kayak adegan film Ada Apa Dengan Cinta. Pas Cinta dan Rangga lagi ngobrolin tentang puisi Chairil Anwar. Hehehe
            Percakapan gue siang itu bukan ngobrolin parfum tapi ya malah ngobrolin buku itu dan percakapan dasar tentang pribadi dia.
“Gue balik dulu ya temen gue nungguin di luar.”
“Oke deh. Makasih ya parfumnya.”
“Lu gak turun buat makan?”
“Gue lagi gak makan, Fi.”
“Puasa atau?”
“Iya puasa.”
“Wah bagus-bagus. Semoga puasanya lancar ya.”
“Kalo ada pesenan lagi gue hubungi ya.”
“Siipp.”
            Oke pertemuan gue sama Hanfi siang itu bikin senyum-senyum sendiri. Yang gue tangkap dari pertemuan siang itu adalah Hanafi orang yang baik, agamanya bagus dan aktif.

            Setelah itu gak ada orderan parfum sampai saat ini dan gue gak pernah BBM-an sama dia lagi. Dan BBM dia semalem itu adalah yang pertama setelah kita gak pernah BBM-an lagi setelah kita ketemu siang itu.
“Hy apa kabar is?” Gue balesnya 2 jam kemudian emang karena gue gak buka hape malam itu. Sempet mikir sih kenapa nih anak, apa jangan-jangan mau nawarin parfum wangi terbaru. Ternyata dugaan gue salah. Dia BBM ya ngobrol biasa. Nanyain gue udah selesai baca buku itu atau belum dan percakapan berlanjut kemana-mana dan sama sekali gak ngobrolin parfum. Ahh senangnya...

Nah intinya dari cerita ini tuh
Kenapa ya kalau kita berpikir “lagi males pacaran.” Itu pasti ada aja yang deket, ada aja yang ngajak jalan atau bahkan ngajak pacaran dan pasti ada yang ‘wah’. Hidup jadi jomblo itu happy-happy aja. Tapi lain hal-nya kalau kita berpikir “pengen pacaran.” Atau pengen banget punya pacar malah gitu-gitu aja gak ada perubahan apa-apa.
Jadi menurut gue ya nikmatin aja masa single ini. Bukan berarti males pacaran jadi males jaga diri. Bukan. Kita harus tetap menjaga diri dan melakukan perubahan baik dalam diri kita.  Kalau kita udah happy jadi single pasti ada aja kan yang tertarik pengen macarin kita? Ya itu lah definisi dari “Cinta datang saat kamu berhenti mencari.”
“Kamu tidak akan merasakan bebasnya single, kalau belum pernah ngerasain terikatnya pacaran.”
“Single itu kemewahan. Kalau kamu belum pernah ngerasain pacaran serius, kamu gak akan pernah sadar betapa berharganya”
“Ada banyak kemewahan yang CUMA BISA kamu lakuin pas single. Sayang suka dibuang orang, karena mupeng banget pengen pacaran.”
“Memoles pengetahuan, hobi apalagi pergaulan itu PALING GAMPANG dilakuin pas single. Dan efeknya bikin orang pengen macarin kamu.”
“Orang yang jadi rebutan untuk dipacarain biasanya malah orang-orang yang sangat menikmati dan memanfaatkan masa singlenya.”
Oke tadi itu kutipan dari source yang pernah gue baca. Jadi ya perbaiki diri aja!!

-eishafitri-

Jumat, 17 Januari 2014

Aku Ingin Kamu

Sungguh aku ingin kamu
Kamu yang memiliki hati yang penuh dengan kasih-Nya
Kamu yang memiliki ketaatan yang luar biasa pada Tuhan
Tidak ada yang lebih diinginkan seorang wanita selain sosok laki-laki yang baik agamanya, berwawasan luas, pekerja keras bertanggung jawab serta sayang keluarga.

Semua itu aku lihat dalam dirimu
Aku ingin kamu tapi aku merasa belum pantas mendampingimu.
Aku jauh dari kesempurnaan
Bukan aku pesimis tapi aku realistis
Bahwa sesungguhnya laki-laki baik akan bersama wanita baik, begitu yang diajarkan.

Maka kini aku terus berusaha menjadi yang lebih baik
Menjadikan diriku pantas mendampingimu yang baik
Dan seraya memanjatkan do'a :
"Semoga kelak Tuhan mempertemukan aku dan kamu dalam sebuah pertemuan yang halal yaitu pernikahan." Amiiin.


@eishafitri

Seperti Ini Kami Melepas Rindu

Ada sebuah kutipan indah dari Darwis Tere Liye, yang berbunyi : "Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

 


Aku tahu kamu merindu tetapi kamu tetap menjaga kehormatan karena kamu takut sekali berbuat dosa.
Kamu memilih senyap dan terus memperbaiki diri seraya berdo'a hingga waktu memberikan kabar baik.
Mereka bertanya bagaimana cara kami melepas rindu.
Kamu menjawab "Kami saling mendo'akan hingga waktu mempertemukan kembali."

Kami bertemu, kami bertukar kabar
Tidak saling menatap dalam mata
Tidak ada sentuhan maupun genggaman
Kami rindu namun kami saling menjaga agar tak berbuat dosa
Seperti itulah kami melepas rindu....